by

Cuitan untuk Putra Terbaik PIM-II Angkatan XLI 2015, Bobby Prabowo

KOPI, Jakarta – Sabtu 18 April 2020, pagi jam 10, nomor HP Mas Bobby Prabowo ‘left’ dari Whasapp Grup (WAG) PIM-II Angkatan XLI 2015, dengan pesan terakhir yang terpampang “Assalamu’alaikum bapak2 & ibu2 PIM II Yth.. kami tks atas doa & perhatiannya. Mohon dimaafkan atas sgla kesalahan & khilaf alm. Bp. Bobby Prabowo baik lisan maupun perilakunya yang kurang berkenan. Bersama ini juga kami mohon diri dari grup ini. Tks. Wassalamu’alaikum Wr. Wb – Diah & Adith –

Sontak kami semua anggota di grup yang berjumlah 60 partisipan kaget dan sedih sekali membaca berita itu. Nuansa candaria di grup menjadi duka yang mendalam yang tak terperi. Akhirnya saya mencoba menghubungi nomor mas Bobby dengan harapan ada kemurahan hati yang memegang no HP tersebut untuk memberi kabar. Jawaban pembalas berita tersebut memberikan info yang lebih membuat menangis. Mas Bobby berpulang sejak 30 Maret 2020 karena kanker yang di deritanya. Pas hari itu, pegawai negeri diharuskan Work from Home karena wabah Covid-19. Mungkin itu yang menjadi pertimbangan keluarga tidak memberikan kabar berpulangnya beliau di WAG.

Sebagai rekan sesama berjuang dalam pendidikan menajemen pimpinan level II, mas Bobby meninggalkan kesan yang luar biasa. Beliau mendapatkan predikat sebagai Juara I. Sedangkan saya juara II. Seluruhnya ada 5, yang mendapatkan apresiasi tertinggi. Bukan berarti yang lain kurang baik, semua baik. Cerita ini sudah berselang lima tahun yang lalu, pada Nopember 2015.

Waktu itu kami adalah Angkatan kedua dari program pendidikan kepemimpinan level II yang mengikuti program baru. Istilahnya “Proyek Perubahan”. Jadi setiap peserta harus membuat proposal Proyek Perubahan (ProPer) di instansinya masing masing. Dan, pengajar sangat mencermati kemungkinan terimplementasinya ProPer peserta dalam sistim kontrolnya. Karena ProPer harus bisa diimplementasikan! Oleh karena itu, instrument pengontrol hasil untuk rentang jangka pendek, menengah dan panjang harus terukur.

Terobosan pendidikan model ProPer ini sangat diacungkan jempol. Seluruh peserta dipaksa memahami tantangan yang dihadapi di unit kerjanya masing-masing. Harus mencari solusi perbaikan untuk unit kerjanya menjadi lebih baik. Sehingga uang negara tidak mudah diselewengkan dan bisa meningkatkan martabat bangsa – dari hal yang terkecil tapi bisa memberikan imbas yang besar. Wow – terdengar menggelegar.

Saya hanya melirik poster besar yang dibuat Mas Bobby. Beliau membuat poster tipe ‘standing’ yang relatif mahal harganya. Waktu itu, saya mikir kalau harus mengeluarkan kocek sebesar itu. Suatu hal yang wajar, karena beliau kan mengabdikan dirinya sebagai direktur di Pusat Perencanaan Infrastruktur PUPR – katanya tempat yang basah. Poster beliau, desainnya indah, penggunaan warna yang bagus serta sangat sistimatis. Mudah dimengerti. Poster tinggi Besar – sangat ‘pas’ dengan tampilan mas Bobby yang juga tinggi besar serta keren berwibawa. Berewoq yang mengitari dagunya membuatnya menjadi lebih keren. Senyum yang terkias di wajahnya memberikan kesan seorang yang rendah hati dan sangat ramah.

Tapi bukan itu poinnya, yang paling sangat saya banggakan adalah poster saya yang nota bene membuat perubahan di Lembaga Penelitian dan Pengembangan terkait Reaktor Nuklir – yang sangat teoritis – diposisikan oleh para dosen penilai untuk bersebelahan dengan posternya mas Bobby. Dan ada 3 poster lagi berderet di sebelah saya mewakili kesuksesan pendidikan kepemimpinan.

Sambil berkewajiban berdiri menjaga poster, saya sempat berbincang dengan mas Bobby terkait ProPer-nya. Beliau sangat gamblang menjelaskan semangat yang membaranya memperbaiki sistim di unit kerja yang menjadi amanahnya – dengan santai dan senyum. Sangat tersirat optimisme yang tinggi di gestur tubuhnya bahwa beliau akan sukses dalam merubah sistim di unit kerjanya menjadi lebih terkontrol dan meningkat produk kerjanya.

Hatiku bergetar, mengagumi pola pikirnya. Di tengah corat-marut isu KPK terkait membereskan pemakaian uang negara, Tuhan masih memberikan seorang putra bangsa yang berdedikasi tinggi dan mencintai negaranya. Tanpa disengaja saya berdoa dalam hati semoga mas Bobby diberi kekuatan dan keselamatan untuk mensukseskan ProPernya. Kesuksesan ProPer beliau akan memberikan perubahan untuk Indonesia ke arah yang lebih baik di PUPR. Saya yakin, mas Bobby sukses dalam menerapkan ProPernya.

Selamat jalan mas Bobby. Goresan tinta emasmu dalam menginisiasi dan meng implementasikan semangatmu akan selalu dikenang. Ini adalah salah satu kado terbaik untuk keluarga atas keberadaanmu di dunia. Hasil karyamu adalah pemantik api semangat perubahan. Goresan tinta emas. ‘Yang dapat mengubah Indonesia menjadi lebih baik’.

Teriring Salam Ketabahan untuk keluarga Mas Bobby.

(Ditulis Oleh : Dr. Geni Rina Sunaryo, Alumnus Tokyo University, Jepang, Peserta Diklat PIM-II, Angkatan XLI 2015)

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA