by

Bernyali Besar, Bandit Kambuhan Nekat Satroni Rumah Polisi Hingga Dua Kali

Sementara itu, Kapolres Pagaralam AKBP Dolly Gumara, melalui Kapolsek Pagaralam Utara AKP Herry Widodo, SH menjelaskan perihal ditangkapnya kedua tersangka oleh tim khusus anti bandit ‘Tataika72’ bermula dari laporan korban ke SPK Polsek Pagaralam Utara, pada tanggal 15 Februari 2020, yang langsung ditindaklanjuti dengan melakukan olah TKP dan mengumpulkan informasi. Belum sempat terungkap kasus pencurian pertama, korban Nurza kembali membuat laporan kedua pada hari Jum’at (6/3/20) bahwa warungnya kembali dibobol maling.

“Warung yang sekaligus rumah korban, dalam jangka waktu kurang dari satu bulan dua kali dibobol maling,” jelas Herry Widodo.

Masih menurutnya, berdasarkan laporan korban dan beberapa informasi yang dihimpun, Tim ‘Tataika72’ berhasil mengidentifikasi pelaku dan meyakini bahwa dua kejadian di warung korban dilakukan oleh pelaku yang sama. Hingga Rabu sore (11/3/20), keberadaan kedua pelaku terendus petugas dan dilakukan penangkapan. Namun, saat dilakukan penyergapan pelaku Rohman mencoba melarikan diri hingga polisi terpaksa melakukan tindakan tegas secara terukur dengan menembak bagian kakinya.

“Benar, kedua tersangka barusan kita tangkap di tempat persembunyiannya di lokasi pasar sayur Terminal Pagaralam Selatan. Karena mencoba kabur saat mengetahui kedatangan petugas, Rohman terpaksa kita lumpuhkan dengan timah panas di bagian kaki dan keduanya telah mengakui perbuatannya,” tambah Kapolsek.

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA