by

Aktualisasi Diri dan Warisan Denny JA

Dr. Satrio Arismunandar, Wartawan, Pendiri Aliansi Jurnalis Independen (AJI)

KOPI, Jakarta – Saya sudah kenal Denny Januar Ali cukup lama, meskipun waktu itu tidak sangat intens. Persinggungan pertama saya adalah di Fakultas Teknik UI, yang pada 1980-an kampusnya masih berlokasi di Jl. Salemba Raya, Jakarta Pusat. Denny diterima sebagai mahasiswa Jurusan Arsitektur angkatan 1981. Sedangkan saya di Jurusan Elektro 1980.

Sayangnya, persinggungan itu tidak cukup lama. Karena Denny kemudian mendaftar ulang dan diterima di Fakultas Hukum UI. Ia melepas kuliahnya di FTUI. Meski saya tak tahu persis kiprah Denny ketika masih di FTUI, Ketua Senat Mahasiswa FTUI waktu itu, Bambang Tripuspito, tampaknya punya kesan khusus terhadap Denny. Ia pernah berkomentar tentang Denny, tapi saya sekarang sudah tak ingat dalam kasus apa.

Persinggungan kedua adalah terkait aktivitas Denny dengan Kelompok Studi Proklamasi (KSP). Saya bukan anggota resmi KSP, di mana banyak anggotanya saya kenal. Tapi saya beberapa kali terlibat dalam kegiatan KSP. Bahkan pernah dilibatkan sebagai penyumbang tulisan dalam buku yang diterbitkannya: Kesaksian Kaum Muda, Penerbit Yayasan Studi Indonesia, Jakarta (1988), dan Menegakkan Demokrasi: Pandangan Sejumlah Tokoh dan Kaum Muda Mengenai Demokrasi di Indonesia, Penerbit Yayasan Studi Indonesia, Jakarta (1989).

Menurut rekan saya Jonminofri, mantan wartawan Harian Pelita yang juga anggota KSP, buku-buku itu diterbitkan oleh KSP bekerjasama antara lain dengan Asia Foundation. Terus bagaimana nama saya bisa terpilih untuk ikut menyumbang tulisan? “Ya itu karena nama elo ngetop, Sat,” ujar Jonminofri, singkat.

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA