by

Ibu Inah Seorang Pedagang dan Tukang Bersih-bersih Makam

KOPI, Jakarta – Adalah Ibu Inah (53) seorang janda yang mencari nafkah di TPU Kemiri, Utan Kayu, Jakarta untuk menyambung hidupnya beserta anak-anak nya. Setiap hari Inah melakukan dua pekerjaan sekaligus, rasa capek Inah rasakan setiap hari.

Namun ia tidak putus semangat untuk menghasilkan uang dari kerja kerasnya. Inah mempunyai empat orang anak. Ketiga anaknya sudah tidak bersamanya lagi karena sudah berkeluarga, sedangkan yang bersama Inah anak terakhir yang masih menduduki bangku SMP.

Perjuangan seorang ibu untuk menghidupi keluarganya tanpa kenal lelah, letih bekerja keras untuk masa depan yang baik untuk anak-anaknya.

Inah bekerja di TPU Kemiri sudah 20 (dua puluh) tahun lamanya. Ibu Inah tinggal bersama anaknya dipinggir TPU bersama rekan-rekan lainnya. Selama tinggal disana Inah harus membayar pemakaian listrik, air dan lain-lain, sedangkan untuk tempat yang Inah tempati tidak diperlukan bayar karena tempat itu khusus bagi para pedagang dan pekerja makam.

Penghasilan yang Inah dapatkan selama bekerja menjadi pedagang dan tukang bersih-bersih makam tidak menentu, tidak seperti pekerjaan yang lain. Inah bekerja menjadi tukang bersih-bersih makam mendapat bayaran ketika pemilik makam sedang berziarah lalu Inah membersihkan makam keluarga tersebut barulah disitu Inah mendapatkan uang.

“Iya mba, ibu biasanya dapat uang dari bersih-bersih makam sekitar 30.000 ribu rupiah. Kalau keluarga yang makam ibu pegang dateng, kalau engga ibu gak dapet uang paling dari dagang aja mba,” ucap nya ketika diwawancarai.

Disaat Pandemi Covid 19 TPU Kemiri menerima pasien Covid 19 yang meninggal dunia. Namun ada pertimbangan dari pihak TPU terkait penguburan jenazah pasien Covid 19 tidak semua nya di makamkan disana. Apabila pasien Covid yang ingin dikuburkan di TPU ini harus melihat lahan terlebih dahulu. Apabila lahannya lebar dan tidak mengganggu makam lain maka diperbolehkan. Inah mengatakan ketika pandemi ini sering kali terlihat ambulance yang menghantarkan jenazah covid.

“Wahh, banyak banget mba. Hampir setiap hari mobil ambulance mondar-mandir. Bukan jenazah biasa aja tapi pasien Covid juga,” ucapnya.

Tinggal di sekitaran TPU mempunyai cerita unik dan mistis yang dialami oleh pekerja. Tetapi berbeda dengan Inah, ia mengatakan selama hidup di TPU tidak pernah menemukan hal-hal aneh atau melihat makhluk halus. Inah mengatakan kalau rekan kerja nya lah yang mengalami kejadian mistis seperti melihat sosok makhluk halus disekitarnya yang membuatnya jatuh pingsan. Teman Inah melihat sesosok makhluk halus yang sangat seram, Inah mengatakan “ teman saya keluar jam 2 malam di parkiran melihat sesosok bermata melotot, berambut panjang, lalu terbang ternyata dibagian belakangnya bolong habis itu teman saya pingsan “.

Kejadian seperti itu bisa didapatkan oleh siapa saja terutama yang bekerja disekitaran TPU. Apabila kita tidak mengganggunya maka “mereka” tidak akan mengganggu kita. Ketika sedang berziarah ke TPU ada beberapa peraturan tidak tertulis namun kita mengetahuinya. (Feature oleh : Devilina)

______________

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: [email protected] Terima kasih.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA