by

Pernahkah Anda Terkena Quarter Life Crisis?

KOPI, Jakarta – Beberapa waktu terakhir banyak forum diskusi atau seminar dikalangan anak muda yang membahas tentang fenomena ini. Dari istilahnya saja kita bisa membaca, bahwa Quarter Life Crisis (QLC) ini adalah krisis yang terjadi atau dialami seseorang pada seperempat waktu kehidupannya.

Beberapa ahli menyatakan bahwa periode itu akan dialami seseorang saat memasuki usia antara 20-30 tahun. Dan kebanyakan terjadi juga dimasa-masa transisi, seperti setelah lulus kuliah, saat memasuki dunia kerja, saat mulai menjalani hubungan pernikahan, dll.

Jadi tanda-tanda yang umum dialami seseorang pada masa ini adalah mulai munculnya pertanyaan2 dalam dirinya, “Apa bentuk impian sukses yang tengah kuperjuangkan? Apakah selama ini aku sudah menjadi apa yang aku inginkan? Apakah yang aku lakukan selama ini sudah sesuai dengan keinginanku? Apakah itu sudah sesuai dengan passionku? etc”. Banyak kegamangan yang mulai menggejala, munculnya keraguan utk melangkah, dan adanya kekhawatiran menghadapi masa depan.

Maka, di sinilah seseorang kembali dihadapkan pada pilihan-pilihan itu. Sebenarnya ada banyak cara untuk bisa menghadapi QLC ini dengan bijak. Kata James Baldwin “Tidak semua hal yang kita hadapi bisa diubah, tapi tidak ada yang bisa diubah sampai kita menghadapinya”.

Pada dasarnya, setiap orang memang punya impian. Tapi tidak semua orang bisa menentukan impiannya sendiri. Banyak dari mereka yang terpedaya oleh kesuksesan orang lain, acapkali seseorang menjalani hidup
sebagaimana standar umum hidup orang lain. Padahal, kamu berhak menentukan impian dirimu sendiri.

Memang tidak masalah bila kamu mau memakai standar orang lain, kalau memang itu yang kamu inginkan. Yang menjadi masalah adalah saat kamu hanya sekedar ikut-ikutan dan tidak tahu tujuan hidupmu sendiri.

Maka, kenalilah dirimu dengan baik. Ketahuilah bahwa orang yang dapat mengenali dirinya sendiri akan dapat membawa dan menempatkan dirinya secara proporsional dan sesuai dengan fitrahnya.

Perjalanan hidupnya pasti akan terasa ringan dan pikirannya terarah. Akhirnya, ia akan berfokus pada apa yang memang benar-benar tengah ia perjuangkan.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA