by

PS Lebih Memilih Cawapres dari Kalangan Muda

-Opini, Politik-1,275 views

KOPI, Sulut – Di sebuah kesempatan Prabowo Subianto pernah berucap bahwa ia lebih tertarik memilih Cawapres dari kaum melinial-gen z. Alasannya, mereka yang muda diyakininya dapat melanjutkan rencana-rencana besar Jokowi dan dirinya, menuju Indonesia maju dan sejahtera.

Keinginan Prabowo Subianto memilih kaum muda, selain memiliki fisik yang prima, tangguh dan dinamis, mereka juga punya skill, pintar, cerdas, berani dalam melangkah dan memutus sesuatu untuk bangsa dan negara. Lalu, ada apa dengan Prabowo, apa maksud di balik ungkapan dan kerinduannya itu?

Jika menyimak ucapan beliau, andai kata saya terpilih jadi presiden. Namun, ketika di tengah-tengah perjalanan kepemimpinan, terjadi sesuatu atas diri saya, maaf, misalnya dipanggil pulang oleh yang Maha Kuasa, maka saya bangga melihat Indonesia menjadi bangsa yang besar.

Dengan demikian sosok penerusnya, kata Drs. Henrie Rambet, harus yang sesuai dengan kriteria serta keinginannya sebagaimana yang pernah diucapkan sebelumnya. “Yaitu mereka yang berasal dari kaum mudah, berani bertindak, bukan Ganjar Pranowo,” jelas Rambet kepada Media ini, Minggu (1/10/2023).

Lanjut Rambet, bukannya apa-apa dengan Ganjar. Sosok ini tidak hanya diduga memiliki rekam jejak kelam dari sisi moral, tapi juga termasuk berbagai predikat yang tersemat di dalam dirinya, yaitu jago tik tok, hobi nonton film orang dewasa, minim prestasi, serta menolak tim sepak bola Israel U20 berlaga di Indonesia.

Selain itu, diduga masih ada sederet keburukan, kekurangan, dan kelemahan yang ada di dalam diri Ganjar Pranowo. Hal ini bukan lagi menjadi rahasia umum. Oleh karena itu pilihan Prabowo Subianto untuk mengambil anak muda sebagai calon wakilnya adalah jalan yang paling baik dalam melanjutkan cita-cita Indonesia jaya, berdiri kokoh, setara dengan negara-negara maju lainnya.

Menurut Rambet, keinginan Mega-Puan, untuk menyandingkan Prabowo Subianto-Ganjar Pranowo, mungkin saja terasosiasi oleh ucapan Menteri Pertahanan yang menyebut andai kata saya terpilih jadi Presiden dan di tengah-tengah kepemimpinan terjadi sesuatu atas diri saya, maka saya tidak ragu dengan pilihan saya. Dari pertimbangan itu, Mega-Puan mengalah, bersedia Ganjar jadi wakilnya Prabowo.

Apabila nanti ucapan Prabowo jadi sebuah kenyataan, maka secara otomatis PDI-P bagai mendapat durian runtuh dan berkuasa kembali. “Hal itu yang tidak diinginkan oleh jutaan pendukung Prabowo Subianto. Bahkan, mayoritas anak bangsa bakal kecewa berat dan mengalihkan dukungan mereka ke Capres yang lain,” tandas Rambet.

Lebih lanjut, Rambet mengatakan komitmen dan keinginan Prabowo Subianto memilih wakilnya berasal dari kalangan mudah seperti, Erick Thohir, mantan ketua tim sukses Jokowi-Ma’aruf Amin. Erick dinilai berhasil mengantarkan pasangan ini menjadi penguasa Indonesia. Itu adalah pilihan yang tepat.

Selain itu, Erick berhasil membawa tim Garuda meraih hasil gilang-gemilang sekaligus mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional lewat prestasi tim sepak bola Indonesia. Bukan cuma itu, Erick yang dalam kapasitasnya sebagai menteri BUMN, juga berhasil membawa badan usaha milik pemerintah pusat melaui kebijakan reorganisasi, privatisasi dan kebijakan-kebijakan lainnya menuju badan usaha yang sehat dan memberi kontribusi terhadap negara.

Sementara itu, jika pilihannya jatuh kepada sosok Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka, menurutnya, tepat. Sebab, meski dalam mengawaki Kota Solo baru berlangsung 3 tahun lebih, Gibran telah menunjukan kinerja dan prestasi mumpuni selama memimpin Kota Solo. Gibran juga dinilai sebagai sosok pemberani dalam bersikap, berbuat dan bertindak.

“Putra tertua Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara, Iriana Joko Widodo, itu telah menunjukan kelasnya sebagai pemimpin masa depan bangsa, sosok nasionalis sejati dan tak segan-segan membungkam kelompok intoleran di wilayahnya, dinilai tepat dan sangat layak mendampingi Prabowo Subianto,” pungkasnya. (John-Sulut)

______________

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: [email protected]. Terima kasih.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA