by

Ziarah Nasional Taman Makam Pahlawan Bukit Sulap

Loading…

KOPI, Lubuklinggau – Beberapa FKPD di Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musi Rawas, dan Kabupaten Musi Rawas Utara menghadiri upacara ziarah nasional di Taman Makam Pahlawan Patria Bukit Sulap, Jl. Depati Said, Kecamatan Lubuklinggau Barat ll, Sabtu (17/8/2019). Terlihat hadir Wali Kota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe, Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan, dan Wakil Bupati Musi Rawas, Hj Suwarti.

Selain itu, terlihat hadir juga Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono, Kajari Lubuklinggau Hj Zairidah SH, Ketua DPRD Kota Lubuklinggau, H Rodi Wijaya, Wakil Wali Kota Lubuklinggau, H. Sulaiman Kohar, Sekda Kota Lubuklinggau, H A Rahman Sani, dan Kepala OPD. Tidak ketinggalan hadir Ketua TP PKK Hj Yetti Oktarina Prana, Ketua GOW, Hj Sri Haryati Sulaiman dan Ketua DWP, Hj Rika Rahman.

Upacara ziarah nasional di makam pahlawan itu dipimpin Kaplores Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono. Setelah upacara, acara dilanjutkan dengan tabur bunga oleh WaliKota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe, Bupati beserta unsur FKPD lainnya.

Madu Baduy

Sejarah TMP Patria Bukit Sulap

Sejarawan Kota Lubuklinggau, Suwandi mengatakan, parah pahlawan pertama kali dimakamkan di belakang Rumah Sakit Sobirin di dekat jurang bersama para pejuang lainnya. Pada tahun 1972, Pemerintah melakukan pemindahan ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Patria Bukit Sulap, Lubuklinggau.

“Pada tahun itu, pemerintah menggali kuburan para pejuang, kemudian tulang-belulangnya dipindahkan ke TMP yang sekarang di dekat Pengadilan Negeri. Satu per satu makam, saat digali diberi label nama-nama pahlawan,” papar Suwandi pada suatu acara seminar tentang sejarah kepahlawanan Lubuklinggau.

Menurut Suwandi pula, saat dia masih sekola dahulu kala, ia selalu ikut upacara di makam pahlawan di pinggir jurang itu, yang terkesan sangat angker. “Kami dulu, setiap 17 Agustus ziarah di makam yang asli, di belakang Rumah Sakit Sobirin itu. Saya ikut saat itu, jadi saya tahu. Jadi kalau di sana ada cerita angker, saya rasa karena makam asli di sana, di pinggir jurang sana,” ujar Suwandi. (vhio)

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Loading…

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

BACA JUGA...