by

Masuki Tahun ke-4, KMD elipsis Bertransformasi Menjadi Sekolah Menulis elipsis

KOPI, Sumbar – Memasuki tahun keempat pasca pandemi, Kelas Menulis Daring (KMD) elipsis bertransformasi menjadi “Sekolah Menulis elipsis”. Meski menyematkan kata “sekolah” kelas ini tetap berbasis daring (online).

Pendiri sekaligus Founder KMD elipsis Muhammad Subhan mengumumkan brand baru kelas asuhannya itu melalui Zoom Meetings yang diikuti peserta KMD elipsis, Selasa (4/7/2023), malam. “Sepanjang tiga tahun terakhir, KMD elipsis telah menghadirkan lebih seratus narasumber tamu dengan 165 kelas,” ujar Muhammad Subhan yang juga penulis novel Rumah di Tengah Sawah terbitan Balai Pustaka.

Dia menyebutkan, para narasumber tamu yang diundang berasal dari berbagai latar belakang, seperti profesor sastra, doktor linguistik, jurnalis, editor penerbit, redaktur media massa, penulis, seniman, budayawan, praktisi literasi, dan lainnya. “Materinya beragam, mulai dari kiat menulis puisi, cerpen, novel, cerita anak, drama, hingga baca puisi,” jelasnya.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada para narasumber tamu yang telah berkenan hadir berbagi ilmu dan pengalaman di KMD elipsis. Dirunut kembali ke belakang, ungkap Muhammad Subhan, di awal kelas ini dibuka peminatnya lebih seribu orang yang berdomisili di berbagai kota di Indonesia, Malaysia, bahkan Jerman.

Lanjutnya, sampai hari ini peserta KMD elipsis bertahan di angka 200-an peserta. Sebelum marak penggunaan teknologi Zoom, di tahun pertama materi dan diskusi hanya memanfaatkan grup WhatsApp.

Kemudian, di tahun kedua, belajar mulai tatap muka memanfaatkan Zoom sehingga interaksi lebih mudah antara instruktur pendamping, narasumber tamu, dan peserta. Alumni-alumni KMD elipsis sebagian besar di antaranya telah menulis di berbagai media massa, menerbitkan buku, hingga menjadi instruktur literasi di kota masing-masing.

“Saya ikut berbahagia atas capaian-capaian peserta dan alumni KMD elipsis tiga tahun terakhir,” ujar Muhammad Subhan yang juga penulis undangan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2017.

Setelah bertransformasi menjadi Sekolah Menulis elipsis, ungkap Muhammad Subhan, peserta yang mengikuti sekolah ini akan lebih selektif dan diperketat. Selain itu, peserta disuguhkan kurikulum baru dengan konsep berbeda dari kelas-kelas sebelumnya.

Targetnya setiap enam bulan atau setahun dua kali dari sekolah ini minimal menghasilkan dua judul buku, di samping kelas akan lebih interaktif. “Buku karya peserta dikurasi ketat dan setelah terbit akan diluncurkan sekaligus didiskusikan kembali,” jelasnya.

Salah seorang peserta dari Kota Malang, Riami, menyampaikan syukurnya dapat mengikuti materi-materi di KMD elipsis. “Senang belajar di sini. Terima kasih semangatnya yang terus memancar untuk kami,” kata Riami yang juga seorang penulis dan guru.

Senada dengan Riami, peserta lainnya, Fadilla dari Limapuluh Kota juga mengaku mendapat banyak manfaat setelah mengikuti KMD elipsis. “Terima kasih sudah memberikan wadah belajar untuk kami. Semoga setelah ini kami semakin produktif berkarya,” katanya.

Salah satu produk KMD elipsis adalah Majalah Digital elipsis yang telah memasuki edisi 026 di tahun ketiga. Majalah ini terbit bulanan dengan 100 halaman (pada edisi tertentu lebih 100 halaman—red.). Selain memuat karya peserta KMD elipsis, majalah ini juga mendapatkan banyak naskah dari penulis-penulis di luar KMD elipsis.

“Sejak pertama kehadiran majalah digital elipsis, sambutan publik luar biasa. Kami mengurasi banyak naskah yang berpeluang dimuat di majalah ini,” timpal Ayu K. Ardi, Pemimpin Redaksi Majalah Digital elipsis.

Saat ini ada sekitar 15 tim redaksi yang mengelola Majalah Digital elipsis. Di antara rubriknya adalah Sorotan (Liputan Khusus), Cerita Pendek (Gelanggang dan Tempayan), Sajak dan Apresiasi (Puisi), Opini, Reportase Seni/Budaya, Kolom, Cerita Anak, dan lainnya. (NJK)

______________

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: [email protected]. Terima kasih.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA