by

Tantangan Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19

Oleh Nadhira Rashifanti M (01180000029), Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

KOPI, Jakarta – Indonesia mempunyai tantangan besar tersendiri dalam menangani covid-19 ini. Dari semua aspek yang menjadi tantangan  Pada saat ini sektor pendidikan di Indonesia. Murid sekolah dan mahasiswa kini masih diminta untuk belajar dari rumah melalui online. Tentunya ada beberapa tantang tersendiri dalam pembelajaran jarak jauh yaitu melalui daring. Bukan hanya dalam mengakses pada internet, pemahaman orang tua untuk bisa mendamping anak belajar di berbagai daerah juga minim.

Kebijakan memberhentikan kegiatan di sekolah diambil sebagai upaya memperlambat laju persebaran virus dan tentu saja  untuk memastikan kesehatan dan keselamatan pelajar, tenaga pengajar, dan masyarakat secara luas. Agar kegiatan belajar mengajar dapat tetap berlangsung,  akan diselenggarakannya kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). 

Semua kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dilakukan secara daring. Artinya, baik tenaga pengajar maupun pelajar harus memiliki akses internet. Untuk bisa mengakses internet, diperlukan gawai yang memadai seperti komputer, laptop, atau telepon pintar , serta kuota internet. Hal ini agar mengatisipasi penyebaran virus corona di lingkungan sekolah.

Dalam memenuhi kebutuhan ini diperlukan biaya yang tidak sedikit. Biaya ini merupakan beban terberat, terutama bagi pelajar yang kurang mampu. Selain masalah ekonomi, beberapa juga mengalami kesulitan beradaptasi dengan sistem daring ini. Kegiatan belajar mengajar ini lah yang sebelumnya biasanya secara konvesional dengan tatap muka secara langsung kini harus dilakukan secara virtual dari rumah. Suasana rumah yang tidak mendukung dan masih banyaknya distraksi juga menyebabkan siswa merasa kesulitan berkonsentrasi ketika belajar daring.

Lenyapnya waktu untuk bersosialisasi beserta dengan penugasan yang terkadang tidak di dampingi dukungan guru, menyebabkan semangat belajar siswa menurun, meingkatkan rasa jenuh dan menimbulkan stress saat belajar. Sehingga kira-kira 40% pelajar merasakan penurunan motivasi dalam belajar daring.

Keluhan dan kesulitan yang kurang di komunikasikan dengan tepat akan berdampak negtif dan seringkali dapat menyebabkan kesalahpahaman. Oleh karna itu anatara siswa, guru , dan orang tua harus memiliki komunikasi yang baik agar setiap permasalahan dapat dicari jalan keluarnya dan belajar mengajar berjalan semaksimal mungkin.

Saat ini teknologi sudah canggih dalam masa pandemi ini, pendidikan dapat tetap berjalan dengan memanfaatkan internet. Walaupun jauh dari kata sempurna  dan dapat menimbulkan banyak permsalahan, pemerlaan daring yang telah berjalan ini merupakan keputusan yang baik di karenakan kesehatan dan keselamatan merupakan salah satu prioritas yang tidak dapat di kompromikan.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA