by

Gertak Sambal PKS, Ancam Ajukan Hak Interplasi Cuma Mimpi

-Daerah, Politik-558 views

KOPI, Pekanbaru – Ancaman bakal menggunakan hak interplasi yang pernah didengungkan Fraksi PKS DPRD Kota Pekanbaru terkait pelaksanaan PSBB beberapa waktu lalu hilang bak ditelan angin. Sementara, pihak pemerintah tetap berjalan dengan keputusannya.

”Beberapa waktu lalu kita pernah membaca di media, PKS akan menggunakan hak interplasi jika Walikota Pekanbaru tidak mengindahkan surat pemanggilan ketiga terkait pelaksanaan PSBB tahap pertama yang dinilai tidak sesuai harapan,” ujar Ketua Umum Forum LSM Riau Bersatu, Robert Hendriko.

Mantan aktivis 98 ini juga sangat menyayangkan sampai saat ini tidak jelas kelanjutan penggunaan hak interplasi itu. Justru anehnya, malah di internal dewan yang saling berseberangan.

”Ini sudah diujung pelaksanaan PSBB tahap 3, hak interplasi sepertinya cuma mimpi. Jangan-jangan itu cuma gertak sambal. Buktinya, hak interplasi tak jadi, mereka (internal dewan) malah saling ribut sendiri,” tegas Robert Hendriko.

Beberapa waktu lalu diberitakan, Fraksi PKS DPRD kota Pekanbaru mengultimatum Walikota Pekanbaru, Firdaus, untuk memberikan penjelasan terkait keluhan warga Pekanbaru selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap pertama. Bahkan Walikota terancam hak istimewa interpelasi untuk bisa hadir dipanggil dewan.

Ketua Fraksi PKS DPRD Pekanbaru, Firmansyah mengatakan, ini merupakan hari kedua pihaknya memanggil Pemko Pekanbaru untuk memberikan penjelasan kepada DPRD Kota Pekanbaru.

DPRD sendiri sudah menerima banyak sekali keluhan terkait pemberlakuan PSBB dari Forum RT dan RW yang diundang , Kamis, 30 April 2020 lalu. Di hari tersebut DPRD juga mengundang Gugus Tugas Covid-19 Pemko Pekanbaru.

Untuk itu, DPRD akan melayangkan surat pemanggilan ketiga kepada Pemko Pekanbaru untuk datang ke DPRD besok, jika belum ada juga itikad baik dari Pemko maka fraksi PKS akan mengambil sikap tegas.

“Kita mau meminta keterangan dan tindak lanjut PSBB kepada Pemko Pekanbaru, kita minta mereka untuk menjelaskan semua yang sudah menjadi sumber kegelisahan bersama, kalau besok pemko tidak hadir, jangan salahkan hak interpelasi kita lanjutkan,” ujar Firmansyah,

Lebih lanjut disampaikannya, Pemko Pekanbaru juga akan melanjutkan PSBB tahap kedua. Sementara, PSBB tahap pertama saja sudah menciptakan berbagai kegelisahan di tengah masyarakat.

“Itu yang kita sayangkan. Saat persoalan PSBB pertama belum selesai, Pemko sudah melakukan perpanjangan, kita panggil mereka tidak hadir. Mau apa sebenarnya Pemko ini?” tutupnya.

Sebelumnya, hak interpelasi juga sudah disuarakan oleh Fraksi Demokrat.
Sebagai informasi Pemko Pekanbaru saat ini dipimpin oleh Firdaus yang merupakan kader Demokrat dan Ayat Cahyadi dari partai PKS.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA