by

Inovasi Kemasan Jamu Tradisional bagi Usaha PKK di Desa Ampeldento

KOPI, Malang – Kelompok 27 PMM UMM mengadakan kegiatan bersama Ibu-ibu PKK di Desa Ampeldento, Malang, Jawa Timur, membuat jamu tradisional dan memberikan inovasi baru terkait kemasan jamu tersebut. Kegiatan ini diawali dengan pembuatan jamu yang diikuti oleh 20 orang Ibu dari PKK dan 4 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, yang berlangsung pada 28-29 Juni 2021.

Produk jamu tradisional ini menjadi salah satu produk keunggulan dan ciri khas di desa Ampeldento. Varian jamu yang diproduksi ini antara lain: beras kencur, kunyit-beluntas, sirih, dan sinom. Jamu tradisional di Desa Ampeldento ini, menjadi salah satu icon desa tersebut.

Proses pembuatan jamunya menggunakan alat yang masih tradisional tanpa menggunakan mesin. Alat yang digunakan seperti: alat parutan, cobek dan ulekan sebagai penghalus, saringan, panci sebagai perebusan rempah-rempah. Selain itu, jamu tradisional ini tidak mengandung pengawet dan pemanis buatan. Sehingga, aman dikonsumsi oleh semua usia.

Inovasi Label dan Kemasan yang telah di buat (Dok/Anggraini Kinasih)

Inovasi kemasan ini, dibuat dengan media botol kale sebagai wadah untuk jamu yang siap minum. Terdapat 3 variasi ukuran pada jamu ini yaitu: 250 ml, 500 ml, dan 1 Liter. Inovasi kemasan jamu diberi pelabelan. Pelabelan bertujuan untuk memberi informasi terkait produk yang dipasarkan dan tempat produksi.

Selain pelabelan yang tertera pada badan botol, label juga ditempelkan pada tutup botol sebagai segel dari botol. Kemasan terluar berupa kemasan yang terbuat dari karton. Fungsi kemasan karton ini adalah melindungi produk jamu dari benturan yang dapat menyebabkan kerusakan botol dan produk dalamnya.

Kemasan karton ini, didesain dengan pegangan pada bagian atas (tenteng) yang dapat memudahkan konsumen untuk membawa jamu tersebut. Jamu tradisional ini dibandrol dengan harga Rp 25.000,- untuk kemasan tenteng berisi 2 botol jamu dengan ukuran 500 ml. Rp 15.000,- untuk kemasan tenteng berisi 1 botol jamu dengan ukuran 500 ml. Harga jamu tanpa kemasan tenteng adalah Rp 10.000,- untuk ukuran 500 ml. Produk dijual di café dan melalui media online.

“Terima Kasih atas kerja sama adek-adek PMM UMM 27 ini, yang telah membantu kami dalam meningkatkan pemasaran jamu tradisional ini dengan memberikan kemasan baru dan labelling yang dapat menunjang penjualan produk ini,” tutur Kader PKK.

Reporter Anggraini Kinasih

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA