by

Sudah Hari ke Enam, 3 Orang Anak di Langkat yang Hilang Belum Ditemukan

KOPI, Langkat – Sudah 6 hari menghilang, 3 orang anak dari warga Dusun Pulka, Desa Namanjahe, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, Sumut, belum juga ditemukan. Ketiga orang anak berusia 7 tahun itu, antara lain bernama Yogi Tri Herlambang, Nizam Auvar Reja, dan Alfisa Zahra. 

Informasi dirangkum PEWARTA INDONESIA dari Polsek Salapian menyebutkan, hilangnya 3 orang anak itu terjadi pada Minggu 18 Oktober 2020, sekira pukul 16.00 Wib, di Dusun VI Pulka, Desa Naman Jahe. Dari orang tua korban kemudian melaporkan peristiwa itu kepada Masdi (kepala dusun). Dan selanjutnya Kadus tersebut melaporkan kepada Babinkamtibmas AIPTU Wahyu Priadi S.H.

Adapun saksi-saksi yang melihat ketiga orang anak-anak yang sedang bermain disekitar areal  pengerjaan pembuatan parit batas perkebunan milik PT. Langkat Nusantara Kepong (PT. LNK)  antara lain Dedi Hartoyo, Nanda Pradita, Nur Talam alias Alam, Randi, dan Epi.

Sesuai keterangan saksi menyebutkan bahwa, ketiga anak tersebut melihat alat berat Escavator yang lagi bekerja mencuci/mengorek parit batas perkebunan, tepatnya sekira pukul 10.30 WIB. Alat berat berhenti bekerja dan pindah lokasi (roling) berjarak ± 1 Km dan saksi melihat anak tersebut bermain plosotan di bekas timbunan tanah.

Pada pukul 11.00 WIB saksi bernama Epi melihat ketiga orang anak tersebut bermain didekat pos palang kembar areal perkebunan PT. LNK Kebun Tanjung Keliling sekira pukul 14.00 WIB. Ketiga anak tersebut masih belum kunjung pulang kerumah masing-masing sehingga orangtua melakukan pencarian.

Selanjutnya dilakukan pencarian secara sukarela, dan dibantu warga dari beberapa kampung yang jumlahnya mencapai 300 orang, dan dibantu juga tenaga supranatural/paranormal sebanyak 4 orang, serta dibantu oleh pihak dari Polsek Salapian sebanyak 20 personil. Namun hingga hari Senin 19 Oktober 2020 pukul 05.30 WIB Shubuh tidak diketemukan. 

Pencarian dihari ke 2 juga dilakukan dari tim relawan Desa Namanjahe sebanyak 500 orang, serta dibantu oleh Ormas Pandawa Lima sebanyak 50 orang dan OKP FKPPI sebanyak 50 orang. Lokasi pencarian dan penyisiran di lokasi perkebunan  yang dianggap rawan  dan sampai sekarang belum di ketemukan. Sistem pencarian masih manual dan secara sukarela, namun belum juga ditemukan ke 3 anak tersebut. 

Begitu juga pencarian di hari ke 3,4,5 dan ini hari yang ke 6, bahkan belum juga menemukan 3 orang anak tersebut. Pencarian anak ditingkatkan dengan penambahan personil Polres Langkat sebanyak 1 Pleton Personil Sat Sabhara. Bigitujuga dari Koramil 05 Salapian sebanyak 3 personil, dibantu tim Tagana sebanyak 8 orang, tim Rescue Basarnas Provsu sebanyak 9 orang, personil BPBD 4 orang. Pencarian dan penyisaran  dilokasi Kolam Pulka  juga dilakukan oleh tim Basarnas, namun belum menumukan anak yang tersebut. 

Dalam pencarian hari ke 4, sekitar pukul 18.00 WIB, Kapolres Langkat AKBP Edi Suranta Sinulingga S.I.K datang mengecek lokasi tempat hilangnya ke 3 anak tersebut, dan selanjutnya memberikan arahan kepada tim gabungan dari Kecamatan, Desa dan Polsek Salapian, agar dalam melakukan  pencarian terhadap 3 anak yang hilang dibawah komando Polsek Salapian.

Kapolsek Salapian IPTU Sutrisno ketika dikonfirmasi PEWARTA INDONESIA, jum’at (23/10/2020) melalui via seluler, rerkait apakah ke 3 orang anak tersebut sudah ditemukan, pihaknya mengatakan belum. “Belum ditemukan ke anak tersebut. Mohon doa nya Bang biar segera dimukan, dan saat ini masih dalam proses pencarian,” sebut IPTU Sutrisno.

Sebelumnya diketahui, pencarian dihari ke 5 dan 6, dari ke 3 orang yang hilang itu, dibantu dari beberapa personil Polda Sumut dengan mendatangkan beberapa ekor anjing pelacak.(reza fahlevi) 

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA