by

Ustad Fahmi: Lagu Bisa Sebagai Media Berdakwah

KOPI, Lubuklinggau – Penceramah kondang dan juga merupakan pimpinan pondok pesantren Ar Risalah Kota Lubuklinggau H Moch Atiq Fahmi LC. M.Ag, ternyata bisa juga bernyanyi dan berkarya seni.

Hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa rilis lagu yang berisikan dakwah, yang mana telah beredar di beberapa konten YouTube, dan di media sosial lainnya, seperti halnya di akun YouTube Mafar Dakwah Channel yang selalu hadir dengan Nada Dan Dakwah.

Berbicara lagu atau musik, maka hal ini tidak terlepas dari penyebaran Islam di Nusantara. Islam masuk ke Nusantara melalui Tasawuf. Geneologi keilmuan ini tak bisa terbantahkan bahwa dengan model Tasawuf, Islam dapat diterima di Nusantara.

Bukti-bukti kitab klasik karya ulama Nusantara seringkali berwujud syair, atau dalam bahasa sekarang bisa disebut lirik, yang jika dipadupadankan dengan instumen musik maka akan melahirkan apa yang disebut dengan lagu. Sejarah musik Islam tak bisa terlepas dengan filsuf-komponis yang sangat masyur, Al Farabi.

Beliau merupakan filsuf besar pengarang Kitabu al-Musiqa al-Kabir, sebuah kitab yang membahas tentang teori musik. Bahkan, musik modern yang kini sering kita perdengarkan juga tak bisa terlepas dari teorinya Al Farabi ini. Al Farabi merupakan komponis yang mahir dalam membuat nada-nada indah, baik haru, sedih, maupun bahagia.

Seperti yang dikatakan Ustad Fahmi (Sapaan akrab dari salah satu ulama di Kota Lubuklinggau yang juga merupakan bagian dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yaitu ketua III di pengurusan Kota Lubuklinggau) ini, mengatakan “Manusia sulit lepas dari seni karena seni itu dengan aneka ragamnya melahirkan daya tarik. Terkhusus seni musik dan tarik suara. Semua kita terkadang terhibur rasa sepi dan sedih dengan seni musik dan tarik suara. Dalam Islam seni tarik suara berlaku pada pembacaan Al Qur’an sendiri. Bahkan Nabi bersabda dalam riwayat Imam Ahmad: Bukan Umatku Jika Melantunkan Al Qur’an tidak dengan Suara Indah,” ungkapnya.

Tidak jarang orang mengukapkan kesedihan dan kegembiaraan dengan lagu. Bahkan di Medan perang nyanyi atau lagu menjadi pembangkit semangat.

Nah bagaimana dalam dakwah. Tentu ulama berbeda pendapat ada yang mengharamkan mutlak ini di antaranya pendapat Imam Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qoyyim. Adalah yang menghalalkan syair lagu tanpa alat musik, ada yang menghalalkan syair lagu dan sebagian alat musik (Seperti alat pukul saja) ada yang menghalalkan syair lagu dan alat musik.

“Tapi syair lagu dan alat musik ini tentu ada adab-adabnya utamanya tidak mengandung kata syirik kotor dan jorok kemudian menyanyikannya tidak dengan syahwat dan buka aurat,” papar Ustad Fahmi.

Berikut ini lagu-lagu yang berisikan dakwah Islami yang telah diciptakan dan dirilis oleh H Moch Atiq Fahmi, LC, M.Ag, Jatuh Hati Cipt. Moch. Atiq Fahmi & Helbi, Maluku Dengan Surgamu Cipt. Moch. Atiq Fahmi & Deki Bekam, Rosul Cintaku Cipt. Moch. Atiq Fahmi & Deki Bekam, Musafir Kehidupan Cipt. Moch. Atiq Fahmi & Helbi, dan lagu yang terbaru BersamaMu (Allah) Aku Bahagia Cipt. Moch. Atiq Fahmi Dan Helbi. (Vhio)

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA