by

Peringati HUT 98, Matakin Gelar Dialog Islam-Khonghucu

KOPI, Jakarta – Dalam rangka memperingati HUT ke-98 tahun ini, Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) menggelar “Dialog Islam-Khonghucu”. Acara itu diselenggarakan pada Sabtu (10/4/2021) dengan mengusung tema “Tuhan dan Ketuhanan dalam perspektif Islam dan Konghucu” via virtual zoom meeting.

“Saat ini, dengan kemudahan dan keterbukaan teknologi, generasi muda sangat rentan dipengaruhi oleh hal-hal yang kurang baik yang sering mengatasnamakan agama dan keyakinan tertentu,” kata Ketua Umum Matakin, XS Budi S Tanuwibowo dalam sambutannya.

Budi mengatakan hal tersebut menjadi tantangan besar bagi para tokoh agama untuk menjaga dan menguatkan nilai-nilai keimanan kepada generasi milenial melalui cara-cara yang mudah diterima oleh mereka. Di sisi lain, Matakin yakin bahwa perkembangan teknologi sejatinya adalah sarana untuk memberikan kemudahan bagi manusia dalam menunjang kehidupan, bukan untuk mereduksi nilai-nilai agama yang bersifat keilahian.

“Asal tahu saja, inilah tantangan yang harus kita hadapi bersama saat ini. Apakah nila-nilai ketuhanan saat ini telah bergeser? Apakah membicarakan keilahian Tuhan saat ini masih relevan? Semua pertanyaan tersebut akan kita coba gali jawabannya dalam dialog bersama para tokoh agamawan yang ahli pada bidangnya masing-masing,” tutur Budi.

Sementara itu, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-98 kepada Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN). Ma’ruf mengatakan, Matakin satu-satunya lembaga agama Khonghucu tertinggi di Indonesia sejak 1924 yang bertujuan mengembangkan umat Khonghucu dapat mengamalkan ajaran dengan baik, sehingga berpartisipasi pada kehidupan berbangsa dan negara.

“Sehingga (umat Khonghucu) mampu memperbaharui diri dan berpartisipasi aktif dan berkontribusi positif bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” kata Wapres RI dalam pidato sambutannya.

Ma’ruf mengapresiasi dialog antar-agama yang digelar Matakin dalam rangka HUT ke-98. Hal tersebut bentuk nyata upaya merawat serta memperkuat kerukunan, saling pengertian, serta sinergi yang dibangun antar umat beragama.

“Agama memiliki peran sentral dalam kehidupan, sebagai sumber nilai yang memberikan pedoman bagi anak manusia agar merawat keimanan dan mencapai kualitas hidup yang mulia,” ujar Wapres.

Organisasi Matakin, demikian imbuh Wapres, diharapkan dapat memberikan manfaat dan kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan negara. (Arianto)

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA