by

Diduga Bangunan Toilet di SMPN 11 Lubuklinggau Asal Jadi

KOPI, Lubuklinggau – Proyek Pembangunan yang diduga toilet di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Negeri 11 Kota Lubuklinggau dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun anggaran 2020 yang dikuncurkan pemerintah pusat ke pemerintah Kota Lubuklinggau melalui Dinas Pendidikan yang belum tau besaran dana anggarannya karena tidak terpasangnya papan proyek di lokasi (proyek siluman) dengan volume pekerjaan dua unit toilet diduga dikerjakan asal jadi.

Dari hasil pantauan awak media dilokasi proyek pada tahap pelaksaan nampak terlihat pembesian yang dipakai mulai dari slok bawa, tiang dan slok atas menggunakan besi yang berpariasi mulai dari besi 6, 8, dan 10 behel dengan menggunakan kusen yang terbuat dari plat besi yang tak jelas nama kelasnya.

Yang mirisnya pada bangunan tersebut terlihat jelas pasangan bata yang miring dan plasteran tembok yang telah retak, serta ring balok dengan ukuran kecil.

Hal tersebut dibenarkan salah satu tukang yang bekerja saat ditemui dilokasi proyek.

Berdasarkan analisa dari Indra Sena selaku Ketua Investigasi LSM GERAM Kota Lubuklinggau, saat investigasi dilokasi. Bangunan tersebut diduga telah melenceng dari RAB, karena terkesan asal jadi.

“Kami lihat bangunan tersebut tidak menggunakan slok bawa, sedangkan tiang dengan slok atas di campur 10 dengan besi 8, kalau behel juga menggunakan besi 6 dan ring menggunakan besi 6 juga dan jarak ring dipasang dengan diameter yang lebar, sementara itu atap menggunakan rangka baja yang bukan standart,” ungkap Indra.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kepala SMP Negeri 11 Kota Lubuklinggau tidak berada ditempat, dan ketika dihubungi melalui ponsel sululer sampai berita dinaikan belum ada jawaban. Sejumlah guru dan staff tata usaha juga membenarkan bahwa kepala sekolah tidak ada ditempat.

Sedangkan menurut Rusli selaku PPTK kegiatan tersebut, ketika dihubungi melalui telepon seluler, mengatakan “Coba kalian temui dulu Kepala Sekolahnya, apa yang menjadi keberatan kamu coba datangi dulu Kepala Sekolahnya, seandainya tidak bertemu kita sama-sama temui dia, dan akan kita panggil nanti,” ujar Rusli. (*)

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA