by

Bumdes Mozaik di Langkat Berhasil Memberdayakan Masyarakat dan Hasilkan Omset 100 Juta Rupiah

KOPI, Langkat – Keberadaan Bumdes Mozaik di Desa Pematang Serai, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat,  Provinsi Sumatera Utara, telah mampu memberdayakan masyarakat setempat. 

Selain telah memberdayakan masyarakat,  ternyata Bumdes Mozaik yang baru berusia 4 tahun ini, bisa menghasilkan omset Rp100 juta dalam se tahun. Bahkan Bumdes Mozaik ini juga, bisa dikatakan sebagai Bumdes Percontohan di Provinsi Sumatera Utara. Sebab, Direktur Bumdes Mozaik ini sering di ikut sertakan dalam kegiatan tingkat Provinsi,  bahkan pernah mendapatkan undagan ke Pemerintah Pusat,  baik dalam segi pemberdayaan masyarakat hingga kelengkapan Administrasian Bumdes yang baik. 

Informasi dirangkum PEWARTA INDONESIA, Jum’at (28/8/2020) menyebutkan, Bumdes Mozaik ini telah memiliki beberapa unit usaha, diantaranya unit perdagangan, unit wisata, seperti Getek Geol, dimana dengan kenderaan air ini pengunjung bisa meyelusuri sungai Batang Serai.

Kenudian unit jasa, seperti penyewaan tenda pesta. Unit pertanian dengan pengembangan tanaman merica dan jahe. 

Selain itu ada unit brilink, dengan menyediakan jasa tranfer dan penarikan uang, serta unit simpan pinjam. 

Direktur Utama Bumdes Mozaik Pematang Serai, Darmayadi Ishak, yang dikonfirmasi mengatakan, Bumdes Mozaik didesanya sudah memberdayakan lebih kurang 50 kepala keluarga, dimana masyarakat yang kita bina sudah memilki usaha, baik berdagang es tebu, sebagai pengepul botot (pengumpul barang rongsokan), dan unit usaha lainnya.

“Saat ini untuk usaha simpan pinjam, kita sudah memiliki modal Rp. 60 jutaan,  dengan jumlah nasabah sebanyak 140 orang,” ungkapnya Darmayadi Ishak, seraya mengatakan, di Bumdes yang Ia pimpin saat ini, sudah mendapatkan pendapat bersih Rp. 22.800.000 setahun, atau omset setahun mencapai Rp. 100 juta

Kalau mengengenai aset Bumdes Mozaik sendiri, tidak kurang ada senilai Rp. 350 juta lebih, termasuk berupa 2 yunit sampan getek terbuat dari bambu,  atau di sebut “Getek Geol”.

Saat ini juga, sebut Direktur Bundes Muzaik, pihaknya juga sudah menambah 1 sampan getek lagi,  dan saat ini masih dalam penyelesaian pembuatan sampan getek. 

“Untuk Getek Geol ini, dimana para warga (pengunjung) bisa menaikinya sambil makan-makan diatas getek. Getek yang dinaiki pengunjung akan menyelusuri sungai Batang Serai dengan pemandangan yang masih asri dan udara yang segar dan bersih. 

“Alhamdulillah, kemajuan Bumdes Mozaik ini terus meningkat, kita juga sudah menyumbangkan bagian keuntungan usaha kita ke Pemerintahan Desa Pematang Serai, sebagai bentuk pendapatan asli desa (PAD).

Dari keuntungan Bumdes, kita sudah membagikannya keuntungan untuk Pemerintah desa sebesar 15 persen, rumah tangga miskin 5 persen, Kepala Desa 3 persen, BPD 2 persen, untuk ATK ada 15 persen kita kelurkan, dan untuk bagian pengelola sebanyak 45 persen,” bebernya Direktur Bumdes Mozaik Darmayadi Ishak.

Darmayadi Ishak, yang akrab di panggil Ishak, juga mengakui awal mulanya pendanaan di Bumdes Mozaik, mendapat suntikan dana desa, diantaranya tahap pertama mendapat dana suntikan sebesar Rp.32 juta, tahap ke dua Rp. 25 juta,  tahap ke tiga Rp. 50 juta, tahap ke 4 Rp.50 juta, dan tahap ke lima, tahun ini, sebesar Rp100 juta. (Reza Fahlevi)

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA