by

Hati-hati, Banyak Anak Sakit Jiwa Karena HP

Fenomena anak-anak yang “jiwanya terganggu” karena HP tersebut kini jumlahnya makin banyak dan memprihatinkan. Direktur RSJ Provinsi Jawa Barat, dr Elly Marliyani mengungkapkan, banyak anak-anak di Jawa Barat yang masuk kategori “Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK). Penyebabnya, ungkap dr. Elly, karena kecanduan samratphone atau HP.

Dokter spesialis kesehatan jiwa anak dan remaja, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Jawa Barat, dr. Lina Budiyanti mengatakan ada 11 gejala bagi anak yang mengalami kecanduan gadget dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) V. Beberapa di antaranya bisa dikenali dari perilaku sehari-hari. Misalnya, senang menyendiri, suka berbohong, cemas berlebihan, suka mengamuk, tak mau belajar, tak mau makan, nakal, dan lain-lain. Anak-anak ODMK sudah berlebihan ketergantungannya pada HP sehingga tak peduli pada kondisi tubuh dan lingkungan sosialnya.

Sementara itu, sebuah studi tentang bahaya radiasi yang keluar dari layar HP di Inggris menyebutkan, bahwa, jika anak terlalu sering menatap layar smart phone, ia akan terkena narkolema: organ otaknya rusak seperti halnya pecandu narkotika dan pornografi. Untuk menyembuhkan narkolema membutuhkan waktu panjang. Butuh perawatan psikologis dan medis.

Karena itu, jangan biarkan anak-anak main gadget terlalu lama. Maksimal dua jam saja sehari. Bila lebih dari itu, apalagi di atas enam jam sehari, otak anak-anak akan rusak. Jiwanya terganggu. Jika sudah demikian, masa depan anak-anak akan terganggu. Mengerikan bukan?

Betul, HP kini sudah menjadi “kebutuhan pokok” yang nyaris tak terpisahkan dengan kehidupan sehari-hari. Konten HP dengan berbagai macam aplikasi, membuat kehidupan seperti makin mudah mengakses semua hal. But please, kita jangan sampai membiarkan anak-anak “teracuni” HP. Terutama racun yang melekat pada games dan permainan-permainan yang membahayakan jiwa anak-anak. Ingat, kebanyakan anak-anak memakai HP adalah untuk mengakses games, film kartun, dan permainan-permainan lain yang variasinya sangat banyak. Di antara games, film, video, dan permainan tadi, tak sedikit yang menjerumuskan anak ke perilaku yang menyimpang.

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA