by

We Love You Jokowi and Prabowo

Loading…

Oleh KH Dr. Amidhan Shaberah (Ketua MUI 1995-2015, Komnas HAM 2002-2007, dan Lembaga Pengkajian MPR 2014-2019

KOPI, Jakarta – Indonesia makin cerah. Rakyat kian gembira. Betapa tidak! Momen pertemuan “mesra” yang ditunggu-tunggu rakyat antara Presiden Ir. Joko Widodo dan mantan Pangkostrad Letjen H. Prabowo Subianto akhirnya terjadi juga. Sabtu (13/7), kedua rival dalam Pilpres 2019-2024, bertemu di stasiun MRT (Mass Rapid Transit) Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Dalam tayangan Youtube yang viral di medsos, peristiwa tersebut terlihat sangat mengharukan. Bayangkan, kedua orang besar ini bertemu di stasiun MRT – bukan di Ritz Carlton atau Hotel Mulia yang megah. Ini menandakan, bahwa Prabowo dan Jokowi sebetulnya adalah pribadi-pribadi yang merakyat, yang ingin dekat rakyat.

Tempo.Co (14/7) menggambarkan dengan sangat bagus pertemuan itu. Prabowo Subianto keluar dari ruang tunggu Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan ketika Presiden Joko Widodo atau Jokowi tiba di lokasi itu. Prabowo dengan langkah cepat mendekati Jokowi.

Tinggal beberapa langkah lagi kemudian Ketua Umum Gerindra ini memberi hormat kepada Jokowi. Presiden terpilih ini membalas hormat tersebut. Keduanya lalu berpelukan dan tertawa. Sungguh luar biasa! Momen pertemuan yang indah dan humanis ini langsung menjadi bahan perrbincangan. Dan viral di medosos. Yang paling mengesankan dari peristiwa itu, momentum tersebut disaksikan langsung masyarakat yang memang setiap akhir pekan selalu berwisata dengan moda transportasi anyar itu.

Para penumpang yang ada di lokasi bersorak-sorai. “We love you, we love you!”. Koor masyarakat itu benar-benar melegakan hati rakyat yang masih mengganjal (meski keputusan Mahkamah Konstitusi sudah diketok). Apalagi ketika Jokowi dan Prabowo berpelukan sambil cipika cipiki. Sontak masyarakat yang menyaksikannya, khususnya yang di stasiun MRT (mungkin juga yang dilayar kaca di rumah masing-masing sambil menikmati hari libur), bertepuk tangan. Hati ini, langsung byar. Bahagia. Inilah kebesaran dua pemimpin Indonesia!

Pertemuan Jokowi dengan Prabowo di Lebak Bulus menjadi yang pertama sejak keduanya terakhir bersua pada Debat Pilpres putaran terakhir pada Sabtu, 13 April 2019. Kala itu, keduanya masih bersaing dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019. Sejak debat kelima selesai sampai Komisi Pemilihan Umum menetapkan Jokowi – Ma’ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih pada Ahad, 30 Juni 2019, mereka belum pernah bertemu.

Dan kita tahu, dalam rentang waktu itu – masyarakat nyaris terbelah. Suhu politik sangat panas. Puncaknya adalah peristiwa 21-22 Mei di Jakarta Pusat, di sekitar Gedung Komisi Pemilihan Umum, Jalan Thamrin, dan Tanah Abang. Demo “ketidakpuasan massa” atas pengumunan pemenang Pilpres oleh KPU yang semula damai, tiba-tiba meledak. Terjadilah huru hara. Sampai menimbulkan korban tewas sembilan orang dan 700 orang lebih luka-luka. Tragedi tersebut mengiris-iris hati rakyat Indonesia. Siapa di belakang itu? Yang pasti, Prabowo sebelum tanggal 21 Mei sudah berpesan kepada para pendukung dan pengikutnya untuk tidak bikin huru-hara.

Kalau pun mau demo, lakukan dengan cara damai dan elegan. Ini artinya, Prabowo tidak menghendaki adanya kerusuhan tersebut. Dengan demikian, diduga ada pihak tertentu yang menumpangi aksi masa damai tersebut. Kini polisi tengah meneyelidiki “provokator” dan pencetus demo anarkis tersebut.

Di medsos seperti FB, Instagram, Line, Twitter, Tumblr, Kaskus, Path, Youtube, BBM, dan lain-lain suasana keterpecahan masyarakat akibat Pilpres itu sudah sangat mencemaskan. Berbagai upaya dilakukan tokoh-tokoh publik untuk mendinginkan suasana politik yang panas itu, tapi belum berhasil. Ini karena dua tokoh sentralnya, Jokowi dan Prabowo, belum saling bertemu dan mengucapkan terima kasih kepada rakyat yang berpartisipasi aktif dalam pesta demokrasi. Suasana demokrasi yang elegan tidak tampak karena Prabowo belum mengucapkan selamat atas kemenangan Jokowi. Padahal, hal itu sangat ditunggu rakyat untuk mendinginkan suhu politik.

Alkhamdulillah, semua itu kini berakhir. Pertemuan mesra di stasiun MRT tersebut seperti oase di tengah gurun yang gersang. Publik pun merasa adem. Nyaman. Barangkali, inilah peristiswa besar yang sangat berarti yang membuat rakyat Indonesia kembali yakin, bahwa NKRI akan tetap kokoh dan terus maju.

Jokowi dalam jumpa pers yang digelar bersama Prabowo, setelah keduanya naik MRT dari Lebak Bulus ke Senayan, mengatakan niat untuk bertemu sebenarnya sudah dirancang jauh-jauh hari. “Tapi Pak Prabowo sibuk, Saya juga begitu perga-pergi kadang ke daerah, kadang ke luar negeri, sehingga pertemuan itu lama terlaksana. Dan Alhamdulillah, hari ini kita bertemu untuk mencoba MRT karena saya tahu Pak Prabowo belum mencoba MRT,” kata Jokowi.

Presiden juga mengatakan bahwa ia dan Prabowo merupakan sahabat dan saudara. Sehingga, ia meminta kepada para pendukung untuk berhenti bermusuhan.

“Tak ada lagi 01 dan tak ada lagi 02. Tak ada lagi cebong dan tak ada lagi kampret. Yang ada adalah garuda, Garuda Pancasila,” kata Jokowi. Sebuah pidato diplomatis yang indah dari Presiden yang mendamba persatuan.

Prabowo pun membalas pidato Jokowi dengan mengatakan bahwa pertemuan keduanya merupakan wujud dari persatuan. Selain itu, Ketua Umum Gerindra ini mengatakan bahwa ia memang belum mengucapkan selamat kepada Jokowi. Alasannya, kata Prabowo, “Saya ini bagaimanapun ada ewuh pekewuh, ada toto kromo, maunya langsung tatap muka, jadi saya ucapkan selamat Pak.” Tepuk tangan publik bergemuruh. Mereka senang dengan pernyataan Prabowo.

Lalu, Prabowo pun memastikan bakal membantu pemerintahan Jokowi. Dengan catatan, kata Prabowo, “Sekali-kali mengkritik tak apa ya Pak, demokrasi kan butuh check and balance.”

Clear! Pidato Prabowo ini menunjukkan bahwa ia tak hanya ingin mengucapkan selamat kepada Jokowi, tapi juga ingin membantu jalannya pemerintahan Jokowi. Bantuannya, bisa berupa sumbang saran dan atau check and balance. Dengan demikian, insya Allah, di bawah kepemimpinan Jokowi, periode 2019-2024, Indonesia akan lebih baik. Lebih maju. Lebih demokratis.

Selamat Pak Jokowi. Selamat Pak Prabowo. Kita sebagai rakyat Indonesia sangat bahagia menyaksikan pertemuan “mesra” bapak berdua di stasiun MRT Lebak Bulus tersebut. Rakyat yang menyaksikannya sangat terharu. Senang dan bahagia. Sebagai rakyat kami berdoa, semoga Indonesia akan menjadi negera adil dan makmur. Maju dan sejahtera. Menjadi negara yang baldatun toyyibah warobbun ghofur. Aamiin…

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Loading…

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

JANGAN LEWATKAN...