by

Covidiot dan Nuklidiot

Apa itu nuklidiot. Bisa ditebak, terkait dengan kata nuklida dan idiot. Nuklida adalah zat kimia yang memancarkan radiasi. Nuklida adalah nucleus radioaktif. Dalam bahasa kimia, nuklida adalah zat radioaktif. Contohnya Radon, Cobalt-60, Cesius-137, Uranium, Thorium, dan lain-lain.

Sedangkan idiot adalah orang kurang wawasan. Tidak smart dan keras kepala antinuklir. Ada juga yang berwawasan dan berpendidikan tinggi tetapi tidak mau repot. Bagi kaum nuklidiot, apa-apa yang berbau radiasi dan nuklir pasti berbahaya. Radiasinya merusak kesehatan dan membuat manusia jadi mutan seperti di film-film Hollywood. Semua yang terkait pembangunan PLTN pasti berisiko, merepotkan dan mengganggu zona nyamannya. Kesimpulannya, Nuklidiot kumpulan orang-orang parno. Gerombolan paranoid.

Bayangan mereka, nuklir dan radiasi adalah bom atom Hiroshima dan Nagasaki tahun 1945 yang menelan korban ratusan ribu orang di Jepang saat Perang Dunia Kedua. Terus, kalau ada bencana yang terkait nuklir dan radiasi mereka langsung demo.

Bencananya di Fukushima Jepang, demonya di Jakarta. Bencananya di Chernobyl Ukraina demonya di Batan. Apaan tuh.

Bencana reaktor Fukushima terjadi karena gempa besar dan tsunami. Dan pakar nuklir Jepang sudah bisa mengatasi dampak kerusakan reaktor nuklir Fukushima.

Bagaimana dengan Chernobyl? Kesalahan manusia dan teknologi yang kadaluarsa. Umur reaktor Chernobyl juga sudah tua. Pakar nuklir Ukraina pun mengambil hikmah dari bencana itu. Sekarang reaktor-reaktor baru di Ukraina didesain dengan konstruksi kokoh, aman, self help kalau ada bocoran radiasi. Aman bagi masyarakat dan lingkungan.

Orang Jepang dan Ukraina berpikir rasional. Tidak terjangkit nuklidiot. Mereka paham tanpa listrik dari reaktor nuklir, negaranya bisa gelap. Kegiatan ekonomi terhambat.

Ingat, 40 persen kebutuhan listrik Jepang disuplai dari reaktor Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Orang Jepang sangat cerdas.

Bom Hiroshima dan Nagasaki diambil hikmahnya. Di masa damai energi nuklir yang dahsyat bisa dipakai untuk energi listrik. Ternyata berhasil. Ini karena mereka cerdas dan waras. Tidak terjangkit virus nuklidiot.

Nah, banyak orang di negara berkembang, termasuk di Indonesia yang masyarakatnya mengidap nuklidiot. Provokasi Greenpeace dan LSM tertentu yang antinuklir menjadikan mereka mengidap penyakit jiwa nuklidiot.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA