by

Warga Samosir Pertanyakan Pembangunan Trotoar dan Lampu Jalan di Ambarita

KOPI, Samosir – Kabupaten Samosir salah satu dari 8 kabupaten di kawasan Danau Toba yang diketahui sebagai daerah tujuan wisatawan di Indonesia, masuk dalam program Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), dan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) yang telah digaungkan Pemerintah. Dalam menunjang percepatan program tersebut, Pemerintah pusat melakukan berbagai pembangunan fisik (infrastruktur) dan non fisik dan diharapkan dapat segera selesai dan digunakan oleh masyarakat.

Namun program dan perencanaan pembangunan yang didengungkan tersebut terutama pada proses pembangunan infrastruktur jalan, kelihatannya tidak seperti diharapkan. Salah seorang warga ibukota kecamatan Simanindo-Ambarita, Melani Butarbutar, yang dikenal sebagai pemerhati pembangunan dan juga selaku pengelola Geo Site Ambarita, Tomok, Tuktuk, bersama Ridwan Sinaga, warga Desa Ambarita, sangat menyesalkan pembangunan trotoar khusus pejalan kaki dan lampu jalan di jalan lingkar Samosir. Hingga berita ini diturunkan belum ada tanda-tanda selesai tuntas, malah dianggap hanya sebagai pajangan.

Melani Butarbutar mengatakan sangat apresiasi kepada Presiden Jokowi atas berkenannya mengunjungi Samosir dan memberi perhatian yang sungguh-sungguh dalam pembangunan kawasan Danau Toba di Kabupaten Samosir melalui kementerian terkait. Untuk kelancaran mobilitas warga dan angkutan, dibangun jalan nasional keliling Samosir.

“Khusus Geosite Amabrita Tuktuk Tomok (Amtuto) ada pembangunan trotoar dilengkapi dengan pemasangan lampu jalan. Pembangunan jalan lingkar Tuktuk dan trotoar, lampu jalan menelan biaya miliaran rupiah,” ujar Butarbutar kepada redaksi KOPI.

Lebih lanjut, dikatakannya, jika melihat hasil pembangunan yang dilaksanakan oleh pihak terkait, banyak yang kecewa dan mempertanyakannya hasil kerja pelaksananya (pemborongnya) dan hal tersebut dapat dilihat di lokasi pekerjaan. “Trotoar dan pedesterian masih banyak yang belum selesai. Lampu jalan ditengah trotoar tidak nyala,lokasi tetap gelap,” sambung Melani.

Sebetulnya pihak terkait harus paham bahwa proyek ini bagian dari KSPN dan DPSP, harus bermutu, berfungsi, bermanfaat dan tuntas. “Kita kurang tau apakah proyek ini sudah serah terima atau belum? Apakah proyek tahun 2020 ini sudah selesai atau akan menjadi proyek mangkrak? sekarang sudah memasuki bulan September 2021. Tolonglah dituntaskan dan diresmikan pekerjaan tersebut, guna mendukung kepariwisataan, nantinya dapat menambah penghasilan masyarakat dalam ekonomi kreatif,” ucap Melani berharap.

Sementara itu, Ridwan Sinaga, salah satu tokoh muda yang tinggal di Ambarita juga menyampaikan kekecewaannya atas pembangunan trotoar dan lampu jalan. “Kita sangat menyesalkan kinerja pembangunan proyek nasional ini. Pembangunan trotoar di Ambarita dan Tuktuk yang juga akan dipasang lampu jalan, namun hingga kini kita tidak pernah menikmati penerangan lampu jalan,” kata Ridwan.

Ridwan mempertanyakan kinerja para pihak yang diberikan tugas untuk melaksanakan pembangunan tersebut. “Apakah ini seperti mutu pekerjaan yang anggarannya dari APBN dengan jumlah miliaran rupiah?” tanya Ridwan Sinaga.

Dia berharap agar pekerjaan tersebut cepat diselesaikan untuk mendukung percepatan kemajuan di destinasi wisata Samosir, khususnya di kecamatan Simanindo, sebagai wilayah pintu masuk utama dan menjadi wajah kepariwisataan di Samosir, dan masyarakat dapat menikmatinya.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA