by

Hujan Guyur Pemukiman, Warga PMI Resah

KOPI, Malaysia – Sejak beberapa hari lalu hujan kembali mengguyur beberapa daerah di Malaysia, ini akibat Musim tengkujuh yan saban tahun telah melanda Malaysia. Namun fenomena kali ini tidak membawa imbas buruk yang berlebihan pada penduduk. Karena cuaca masih dalam tahap normal dan tidak mengakibatkan banjir Bandang, walaupun di beberapa daerah lain ada yang terdampak banjir.

Menurut badan meteorologi dan geofisika Malaysia Suhu rata rata 24c + 27c. Hujan di jangka akan berlaku hingga dua pekan ke depan. dalam menanggulangi imbas buruk yang akan terjadi, pemerintah beserta jajaranya mengambil strategi waspada.

Biasanya cuaca yang paling buruk terjadi di Daerah zona pantai timur Semenanjung yaitu, Johor, Pahang, trengganu dan kelantan. ini karena daerah tersebut berhadapan langsung dengan bibir laut china selatan(china southern sea) yang membawa angin dengan kecepatan tinggi.

Bagi warga Pekerja Migran Indonesia (PMI) fenomena kali ini tidak terlalu berdampak pada aktifitas harian di sektor renovasi dan reparasi, namun di sektor lain mungkin akan sedikit terganjal akibat cuaca yang tidak menentu. dan hal ini sudah lazim terjadi pada warga PMI yang berdomisili di daerah terdampak.

Komarudin, 44 Tahun, yang sekaligus Anggota Relawan masyarakat Kangean Malaysia (RMKM), Rabu, 25/11/2020, pada Media Pewarta Indonesia menyampaikan, “Saat ini kondisi memang tak stabil akibat cuaca buruk, tapi Masih bisa beraktivitas seperti biasa.”

Dan pria asal Jukong Jukong, Kangayan, Sumenep, Jawa Timur, ini juga menghimbau agar seluruh warga PMI Khasnya Masyarakat Kangean di manapun berada selalu waspada, termasuk juga mentaati protokol kesehatan yang masih di laksanakan oleh pemerintah Malaysia.

Lain pula kisah yang menimpa bapak Nurhasan, 43 tahun, asal Dusun erreng desa Angkatan, Arjasa, Sumenep, Jawa timur. Walaupun aktifitas tidak terkendala akibat hujan, namun ia kini kesulitan dalam memperoleh stok bahan makanan akibat di daerah tersebut tergenang banjir dan berharap banjir akan segera surut.

Hingga saat ini pemerintah Malaysia masih menerapkan perintah Kawalan pergerakan bersyarat (PKPB) atau Lock-down transisi dan menjadi prioritas utama dalam menanggulangi penularan virus covid 19 tersebut. dengan tetap Mengetatkan protokol kesehatan sebagai upaya menekan agar kondisi segera kondusif. (M/ag).

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA