by

Begini Kata 2 Nelayan Langkat yang Selamat dari Tabrakan Kapal Pukat Teri Belawan

KOPI, Langkat – Dua nelayan yang selamat dari tragedi kecelakaan laut (Laka laut) yang menewaskan seoarang nelayan dan menghilangkan seorang nelayan, menjadi pristiwa menyedihkan bagi masyarakat nelayan di Desa Bubun, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumut. 

Kedua nelayan yang selamat tersebut yakni, Asfan alias Asfan Om (45) sebagai tekong sampan, warga Dusun VII Pangkalan Biduk Desa Bubun dan Abdulah (30) warga Dusun VII Pangkalan Biduk Desa Bubun. 

Menurut Asfan alias Asfan Om, menceritakan kepada pewarta-indonesia, Jum’at (6/11/2020) mengatakan, kalau dirinya bersama 3 teman nelayan lainnya berangkat dari Desa Bubun sekitar pukul 16.30 WIB, untuk melaut. Sesampainya dilokasi perain Brandan, yang persis dilokasi Boring (pengeboran Migas) sekitar pukul 18.00 WIB, mempersiapkan jaring untuk dilabuh atau untuk dibentangkan atau dipasang. 

Sekitar pukul 19.15 WIB, jaring gembung dengan mata 500 dilabuhkan kedasar laut, yang memiliki kedalaman laut sekitar 30 meter. Selanjutnya menunggu waktu penanrikan jaring ikan gebung untuk ditarik. Mereka (para nelayan) melakukan pemancingan cumi-cumi dari atas sampan, sambil menunggu waktu jaring gembung ditarik untuk diangkat.

Namun pada malam itu, Rabu (4/11/2020) sekitar pukul 20.00 WIB, sebelum menarik jaring, mereka melihat kapal pukat teri menuju kearah sampan nelayan. Selanjutnya merekapun memberi kode dengan lampu baterai dan senter, yang ber isyaratkan keberdaan mereka. Namun lagi-lagi tekong (supir kapal) tidak melihat, selanjutnya terjadi tubrukan/tabrakan, yang menyebabkan sampan nelayan gebungpun digilas oleh kapal pukat teri/kapal KM.Deli Jaya, dengan No.Selar : GT.105 No.1564/PPa, dari Gabion Belawan yang sebelumnya diberitakan. 

“Waktu itu saya tidak taulagi yang terjadi, namun saya hanya bisa menyebut nama tuhan “Allahu akbar” beberapa kali, sebut Asfan Om, yang mengakui dirinya dan temanlainnya kemudian berada terbenam di air dibawah pukat teri,” sebut Asfan Om, seraya mengatakan, kalau temanya yang meninggal dikarenakan terkena kipas kapal pukat teri. 

Dikatakannya lagi, bahwa seorang temanya sampai saat ini belum diketahui keberdaanya, dan masih dalam pencarian para nelayan dan tim Basarnas, Satpol Airud dan Kamla. Asfan juga menceritakan keselamatanya mereka ditolong oleh awak pukat teri. 

Setelah terjadi tubrukan, kapal pukat teri berbalik arah dan menolong kami, dengan cara melemparkan beberapa tali kapal kearah kami. Dan selanjutnya kami ditarik dan dinaikkan keatas pukat teri. 

“Teman saya almahum Aspan ditemukan mengapung dengan kondisi luka dan lengan terkulai putus akibat hantaman kipas kapal pukat teri,” ungkapnya Asfan Om, seraya mengatakan kalau temanya yang sudah meninggal didapat mengapung pada saat itu. Almarhum memakai jaket parasut sehinga timbul/terapung, sementara temanya yang bernama M.Johan belum ditemukan. 

“Kami berharap M.Johan teman kami itu dapat ditemukan oleh masyarakat maupun tim pencarian,” harapnya Asfan Om. Hal serupa juga diutarakan Kepala Desa Bubun, Amirwan Perangin-angin. 

Sebelumnya diketahui, dari peristiwa itu, para awak kapal pukat teri membawa para korban menuju Pelabuhan Belawan untuk dievakuasi. Sementara sebagian sampan milik nelayan Desa Bubun yang pecah ikut dibawa, dan paginya, selanjutnya sampan nelayan diamankan di Dermaga Dit.Pol Airud Belawan, dan kapal KM.Deli Jaya No.Selar : GT.105 No.1564/PPa bersandar di Gudang Bincuan, Gabion Belawan.(reza fahlevi) 

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA