by

Tangkal Penyebaran Covid-19, Dosen Unimed Latih Masyarakat Simalungun Produksi Sabun dari Limbah Minyak Jelantah

KOPI, Simalungun – Penyebaran Covid-19 semangkin mengkhawatirkan tidak hanya di kota-kota besar pandemi ini telah menyebar di kabuapten kota di Simalungun. Hingga pada medio 2020 Simalungun masuk 3 besar daerah penyumbang pasien positif Covid-19 di Sumatera Utara setelah Medan dan Deli Serdang. Hal ini menjadi perhatian bagi kampus untuk memberikan pemahaman yang mumpuni bagi masyarakat agar dapat terhindar dari penyebaran virus covid-19 sehingga mengancam keselamatan masyarakat secara luas.

Menyikapi hal tersebut Unimed sebagai lembaga institusi pendidikan merasa terpanggil untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat untuk menangkal penyebaran virus dengan mengikuti protokol Kesehatan sesuai standart yang di tetapkan pemerintah dengan pembuatan Sabun dari limbah minyak jelantah.

Ketua program pengabdian Masyarakat  Rudi Salman, ST., MT yang di temui pada minggu (25/10) di dampingi anggota Dewi Endriani dan Herlina mengungkapkan bahwa, kegiatan ini merupakan bentuk keresahan kampus di masa pandemi yang penyebarannya masif di masyarakat. Untuk menanggulangi hal tersebut dengan cara yang mudah adalah dengan mencuci tangan dengan sabun terkendalanya di masyarakat bahwa pembelian cost untuk pembelian sabun pasti meningkat dan membebani masyarakat.

“ Berajak dari pemikiran tersebut maka tim Dosen Unimed yang terdiri dari berbagai multi Disiplin Ilmu baik dari bidang kesehatan, kimia dan tehnik mendampingi masyarakat untuk mampu mengolah limbah minyak jelatah menjadi produk Olahan sabun yang dapat langsung digunakan oleh masyarakat dalam hal pencegahan penyebaran Covid-19”, ungkap magister teknik alumnus UGM tesebut.

Lanjut Rudi, tidak hanya pelatihan pembuatan sabun saja yang dilaksanaka akantetapi kebutuhan ibu-ibu PKK dalam pengembangan fasilitasi olahan  sabun ini juga diberikan fasilitas antara lain : mesin pengaduk sabun, Drum wadah sabun stainles steel,  alat alat ember dan drum plastik serta sertifikat manajemen usaha dari kementerian UKM dan Koperasi dan merk dagang sebagai branding Usaha.

Menaggapi hal tersebut Pangulu Nagori Dolok Maraja mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan di  Nagori Dolok Maraja. Karena kegiatan ini cukup relevan dengan kondisi sosial masyarakat saat ini di tengah pandemi dan hal ini akan sangat membantu pada penghematan ekonomi keluarga dengan pemanfaatan limbah minyak jelanta. “ ini merupakan hal baru bagi masyarakat bagaiman limbah disulap menjadi sabun yang mampu mendukung perekonomian masyarakat serta memiliki nilai edukasi untuk menjaga nilai-nilai kebersihan dengan gerakan cuci tangan dengan sabun dari limbah”, papar Pangulu nagori yang sudah 2 kali berturut-turut di percaya masyarakat.

Kegiatan yang dilaksanakan mengambil tempat di Nagori Dolok Maraja melibatkan warga nagori yang sebagian besar adalah ibu-ibu yang bergerak dalam tim penggerak PKK. Karena limbah jelantah merupakan suatu yang tidak asing bagi dan sangat mengganggu baik bagi masyarakat langsung, maupun bagi lingkungan dan dapat merusak ekosistim sekitar.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Director Executif Pusat Study Pendampingan Rakyat (Puspera) Indonesia Irfandi, M.Si, Ketua Prodi  konomi Digital Dedy Husrizalsyah, SE., M.Si Ketua Laboratorium Fisika Mukti Hamjah, M.Si dan Sekertaris Executif Puspera Indonesia Deo Demonta Panggabean, M.PD serta masyarakat dan tokoh pemuda dan UMKM di Nagori Dolok Maraja.

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA