by

Sambut Idul Adha di Tengah Pandemi, Warga PMI Taat Protokol Kesehatan

KOPI, Malaysia – Suasana sambutan hari raya idul adha atau hari raya Kurban yang jatuh pada hari juma’at, (31/7/2020), di sambut kurang meriah, ini karena pemerintah Malaysia masih menerapkan langkah Kawalan pergerakan (Lock-down bersyarat), sebagai upaya menekan penularan virus pandemi yang kini memasuki fase 6, dan akan berakhir pada (31/8/2020) .

Kendati Sambutan hari raya Idul adha kali ini sangat berbeda dari tahun sebelumnya, apabila tradisi kunjung mengunjung ke Rumah family , rakan, dan handai taulan hanya untuk yang dekat saja, sedangkan yang jauh hanya mampu berhubung melalui sosial media seperti aplikasi whatsapp dan lain lain.

Lazimnya sholat ied Adha di laksanakan di mesjid dan lapangan terbuka, namun kali ini cukup di lakukan dalam mesjid dengan Penerapan sosial distancing /jarak sosial dan pemakaian masker yang menjadi prioritas ketika berada di tempat umum. begitu halnya juga dengan proses penyembelihan hewan kurban tetap mengikuti protokol kesehatan yang telah di tetapkan oleh Satgas (Satuan tugas) covid 19.

Malaysia adalah salah satu negara yang berkomitmen menangani pemulihan dampak virus covid 19 , dengan melakukan pengawasan ketat Pada setiap warga yang beraktifitas dan bagi yang enggan bisa di kenakan sangsi pidana. menurut data statistik kementriaan kesehatan Malaysia, kini penularan virus covid 19 mengalami penurunan angka yang drastis, namun pemerintah tetap mengambil sikap waspada terhadap penularan gelombang ke dua virus covid 19.

Tidak jauh berbeda halnya dengan kondisi warga PMI (pekerja migran Indonesia), yang menggunakan sosial media sebagai sarana bersilaturrahmi buat keluarga dan teman di kampung maupun keluarga yang tinggal di Malaysia, ini akibat Lock-down yang belum berakhir dan masih di laksanakan.

Sebelumnya pemerintah Malaysia melarang warga asing pemegang berbagai macam visa untuk pulang kampung (Mudik), sebagai upaya menghindari penularan virus lintas negara yang berkepanjangan. kini warga PMI /TKI bisa bernafas lega karena bisa beraktifitas normal dengan mentaati protokol Kesehatan (SOP) yang telah di tetapkan pemerintah.

Pada lebaran kali ini kebanyakan warga PMI merasa duka karena tidak bisa berhari raya bersama keluarga, dan Rekan serta berharap Virus pandemi ini segera berakhir.

Salah satu warga PMI asal Dusun Temor Lorong Desa Angkatan, Arjasa, Sumenep, jawa timur. Sudirman (35 tahun) ketika di konfirmasi mengaku ,” Dirinya hanya bisa bersenda gurau dengan teman sekerja di area rumah bedeng tempatnya bekerja. Sudirman, yang tak bisa Mudik hanya bisa menggunakan via whatsapp ketika bermaaf maafan dengan keluarga di kampung maupun keluarga di berbagai tempat.

Kebiasanya, para warga PMI akan menggunakan waktu luangnya sambil berhari raya dengan mengunjungi area terbuka bertemu rakan ,famili dan bermaaf maafan, serta tempat wisata (touring) yang menarik di berbagai tempat untuk melepas lelah, namun kali ini semua berbeda. ” ungkap warga PMI yang enggan di kenali namanya. (Mag)

This image has an empty alt attribute; its file name is madu_banner_PERSISMA.jpg

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA