by

Wajib Kalian Tau, Inilah 7 Permainan Jadul Anak 90-an

KOPI, Timika – Hai apa kabar sobat, apakah dalam keadaan baik? Semoga baik ya. Jangan lupa selalu menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 dengan 3 M. Dengan memcuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak. Tidak bisa dipungkiri berkembangnya industri gaming di Indonesia turut menggerus keberadaan permainan tradisional yang perlahan mulai ditinggalkan.

Generasi milenial saat ini tampaknya lebih memilih bermain game online dari pada memainkan permainan tradisional yang dianggap jadul. Bermain gatget memang seru sih, tapi ternyata permainan tradisional asli Indonesia tidak kalah menyenangkan lho? dibandingkan dengan jenis game online di luar sana.

Yuk kita simak bersama, beberapa permainan jadul era 90-an yang wajib kalian tau. Itung-itung sambil bernostalgia dan mengenang permainan tradisional yang terlupakan, tunggu apalagi silahkan simak di bawah ini. Inilah 7 permainan jadul anak Indonesia dan cara bermainnya.

Petak Umpet

Petak umpet adalah permainan tradisional yang bisa dimainkan dengan minimal 2 pemain, tapi lebih seru jika melibatkan lebih banyak orang. Di masa lalu hal yang paling menyenangkan dalam permainan petak umpet adalah ketika mencari teman yang bersembunyi. Dalam mencari pemain yang bersembunyi, penjaga harus menjaga bentengnya dari pemain lain agar tidak kalah.

Bola Bekel

Seperti namanya untuk bisa memainkan permainan tradisional ini, kamu butuh beberapa benda, seperti bola dan biji bekel. Sekilas permainan ini terlihat mudah namun aslinya tidak semudah yang dibayangkan, untuk bermain permainan ini dibutuhkan kejelian mata dan kecepatan tangan saat melambungkan bola bekel ke atas.

Saat bola dalam posisi melambung dan hanya boleh memantul sekali, maka pemain harus secepat mungkin mengambil satu demi satu biji bekel. Umumnya bola bekel dimainkan oleh anak perempuan, tapi tidak menutup kemungkinan anak laki-laki juga ikut memainkannya.

Gundu atau Kelereng

Bermain kelereng tidak bisa dilakukan sendiri. Kamu harus mencari minimal 1 orang lagi untuk menjadi lawan bermain, sebagaimana permainan tradisional lainnya, bermain kelereng akan lebih seru jika dimainkan dengan pemain dengan jumlah yang banyak.

Aturan bermain gundu atau kelereng cukup sederhana. Jika gondu atau kelereng kita mengenai beberapa gundul atau kelereng lain, maka gundu lawan tersebut akan menjadi milik kita.

Lompat Tali

Permainan tradisional selanjutnya yang tidak kalah seru dengan game online adalah lompat tali. Umumnya tali yang digunakan dalam permainan ini berasal dari karet gelang yang sudah dipintal sedemikian rupa, sehingga membentuk jalinan tali yang panjang untuk dilompati.

Cara bermain lompat tali cukup mudah, siapkan 2 orang sebagai pemegang tali dan yang lainnya bertugas melompati karet. Dalam lompat tali terdapat beragam rintangan ketinggian, misalnya setinggi perut, setinggi dada, hingga setinggi leher. Jika ada pemain yang berhasil melompati ketinggian paling akhir dialah yang menjadi pemenang.

Egrang

Belum diketahui secara pasti dari mana permainan egrang berasal. Ada yang menyebut kalau jenis permainan tradisional ini di populerkan oleh masyarakat Indonesia khususnya daerah Jakarta. Tidak seperti bermain lompat tali, bermain egrang bisa dimainkan secara individu, yang dibuat secara sederhana dengan memanfaatkan batang bambu dengan panjang lebih dari 1 meter.

Inti dari permainan egrang adalah menjaga keseimbangan tubuh, tanpa keseimbangan yang baik pemain akan lebih sering jatuh. Tinggi engrang bermacam-macam biasanya tergantung dari tinggi badan si pemain, saat bermain posisi tubuh pemain akan lebih tinggi, seperti halnya orang naik ke atas meja.

Benteng atau Gobak Sodor

Gobak sodor biasanya dimainkan di tanah lapang, dengan membuat garis kotak persegi panjang dari kapur. Seperti halnya game perang, gobak sodor juga membutuhkan strategi agar bisa memenangkan permainan. Salah satu strateginya adalah dengan membagi anggota grup menjadi 2, yaitu grup penyerang dan penjaga.

Bagi anggota grup yang mendapat tugas untuk menjaga maka, mereka harus menjaga benteng agar lawan yang ingin melewati benteng tersebut tidak bisa. Sementara bagi anggota grup yang mendapatkan tugas sebagai penyerang, mereka harus berusaha mencari celah agar bisa melewati garis lawan.

Bentik atau Gatrik

Inilah permainan tradisional yang paling murah yang pernah ada. Hanya berbekal dua buah potong kayu atau bambu kecil, kamu sudah bisa bermain gatrik. Umumnya kayu atau bambu yang digunakan menyerupai tongkat berukuran kira-kira 30 cm dan kayu lainnya berukuran lebih kecil.

Cara bermain gatrik cukup mudah. Pertama letakkan kayu atau bambu di antara dua batu, kemudian pukul bambu tersebut dengan kayu yang lebih panjang. Jika ada pemain yang gagal memukul atau meleset, maka dia akan mendapatkan hukuman. Biasanya hukumannya adalah menggendong lawan dengan patokan jarak dari batu sampai bambu kecil yang dipukul.

Nah itulah beberapa permainan tradisional di era 90-an, asik bukan? Adakah di antara kalian yang masih suka bermain permainan tradisional asli Indonesia itu. Permainan tradisional ternyata tidak kalah menyenangkan dengan permainan game online saat ini. Kira-kira permainan tradisional mana yang masih mahir kalian mainkan?

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA