by

Bupati Jembrana Tinjau Panen Semangka di Lahan Yehbuah Mendoyo

KOPI, Jembrana – Bupati Jembrana I Nengah Tamba meninjau panen semangka di Lahan Subak Yehbuah, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo. Jembrana, Bali, Kamis (19/1/2023). Dalam peninjauan ke lokasi panen tersebut untuk mengetahui proses panen semangka unggul Jembrana yang mencapai 40 ton perhektar.

Semangka sebagai salah satu komoditi unggul pertanian di Jembrana menghasilkan buah dengan kualitas unggul. Buah semangka dengan kandungan air yang cukup tinggi tersebut sangat menjanjikan, dengan lahan pertanian yang luas, sehingga menyerap banyak tenaga kerja di Jembrana.

Saat meninjau panen semangka tersebut Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengungkapkan bahwa komoditi semangka musim panen tahun ini diperkirakan dapat menyerap lebih dari 700 tenaga kerja di Jembrana, sehingga hal tersebut sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. “Kita perlu syukuri dalam suasana tekanan ekonomi dewasa ini, petani kita tetap bisa eksis, kita mempunya 800 hektar lahan pertanian semangka di Jembrana,” ungkap Bupati Tamba.

Saat turun langsung ke lapangan untuk mengetahui proses panen semangka Bupati Tamba mengatakan hasil panen dapat mencapai 40 ton dalam satu hektar lahan pertanian. “Ini adalah hasil panen para petani kita, dari lahan seluas satu hektar dapat menghasilkan 30 sampai 40 ton semangka sekali panen dengan jangka waktu hanya dua bulan dari menanam bibit hingga masa panen,” ucap Bupati Tamba.

Terkait hal tersebut Bupati Tamba menjamin akan membantu petani dari sisi permodalan dengan mengandeng pihak Perbankan untuk memberi pinjaman modal kepada para petani. “Saya sudah mengkondisikan bagaimana Perbankan harus turun ke petani, membantu memberikan permodalan karena dalam waktu dua bulan, astungkara (mudah-mudahan) hasil panen bagus, hasil panen terjual dan keuntungan juga sudah didapat, sehingga akan terjadi perputaran ekonomi,” ujar Bupati Tamba.

Bupati Tamba mengimbau agar para petani untuk membentuk kelompok petani semangka, sehingga pemerintah mudah mendata untuk penyaluran bantuan. “Bapak dan ibu membentuk kelompok ya, bentuk kelompok petani semangka, nanti kita bantu pupuk dan bibit semangka dari Dinas Pertanian,” himbaunya.

Sementara, Nengah Sueri seorang pengempul/pembeli semangka mengatakan bahwa Jembrana memiliki semangka dengan kualitas unggul yang digemari oleh para konsumen bukan hanya di Bali tetapi juga di Pulau Jawa. “Kita ambil semangka di seluruh Jembrana, semangka Jembrana sudah terkenal memiliki kualitas unggul, saya bisa membeli sampai 40 ton semangka perhari tergantung pada hasil panen dari petani dan pengiriman kita sampai ke Surabaya, Jawa Tengah, Jawa Timur dan pengiriman lokal ke Denpasar dan Singaraja,” ucap salah satu pengepul atau pembeli Nengah Sueri.

Ia menambahkan harga jual semangka stabil serta memiliki harga yang cukup tinggi, sehingga keuntungan bertani semangka sangat menjanjikan tetapi juga perlu modal yang tidak sedikit. “Perkilo semangka bisa kita jual Rp5000 di pasar, untuk petani keuntungannya lumayan, misalkan satu lahan dengan modal empat puluh juta rupiah keuntungannya bisa mencapai sepuluh juta rupiah sekali panen, sehingga untuk satu lahan keuntungan dari modal yang dikeluarkan bisa mencapai dua puluh persen hanya dalam dua bulan saja,” pungkasnya. (AM)

______________

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: [email protected] Terima kasih.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA