by

Buka Pelatihan Bisnis, Asisten II Sumber Wijaya: Untuk Meningkatkan Perekonomian dan Kesejahteraan Masyarakat

KOPI, Jembrana – Asisten II bidang Ekonomi Pembangunan Kabupaten Jembrana I Gusti Ngurah Sumber Wijaya mewakili Bupati Jembrana membuka pelatihan tata kelola bisnis dan pemasarasan destinasi pariwisata bertempat di Aula Hotel Jimbarwana, Jembrana, Bali, Rabu (3/8/2022). Pelatihan tata kelola bisnis dan pemasaran destinasi (Digitalisasi) bertujuan untuk memberikan penyuluhan kepada para pelaku bisnis pariwisata di Kabupaten Jembrana.

Adapun dasar hukum dilaksanakannya kegiatan tersebut yaitu Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Pasca terpuruk akibat pandemi Covid-19, kini sektor pariwisata di Provinsi Bali secara umum kembali menggeliat seiring makin terkendalinya pandemi Covid-19.

Hal tersebut tentu harus disikapi secara positif. Memulai dengan membangun dan menata kembali daya tarik wisata masing masing agar menjadi lebih baik lagi, serta dapat meningkatkan kualitas daya wisata dan destinasi wisata melalui penerapan standar dan kiat-kiat terbaru dalam pengelolaan daya tarik wisata yang berkelanjutan.

Asisten II Kabupaten Jembrana I Gusti Ngurah Sumber Wijaya dalam kapasitasnya mewakili Bupati Jembrana mengatakan bahwa “Daya saing suatu destinasi pariwisata sangat ditentukan oleh aspek tata kelola, bisnis dan pemasaran. Hal ini menjadi penting, karena dapat menentukan keberlangsungan suatu destinasi wisata dan berpengaruh langsung terhadap minat dan tingkat kunjungan wisatawan,” ucap Asisten II I Gusti Ngurah Sumber Wijaya.

Lanjutnya, Asisten II I Gusti Ngurah Sumber Wijaya berharap kepada seluruh peserta yang berasal dari unsur pokdarwis, desa wisata dan desa kreatif se-Kabupaten Jembrana dapat mengikuti pelatihan ini dengan baik. “Saat ini, pembangunan sektor pariwisata di Jembrana menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah, yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.”

“Momentum pelatihan harus dimanfaatkan dengan baik oleh para pelaku wisata untuk meningkatkan daya saing suatu destinasi pariwisata yang pada akhirnya berpengaruh positif bagi peningkatan kunjungan wisatawan yang bermuara pada peningkatan perekonomian di Jembrana,” ujar I Gusti Ngurah Sumber Wijaya.

Sementara itu, Kadis Parbud Jembrana A.A. Komang Sapta Negara menuturkan bahwa pelatihan ini diikuti sebanyak 50 orang peserta yang berasal dari pokdarwis, unsur desa wisata dan desa kreatif. Untuk pelatihan tata kelola, bisnis dan pemasarasan destinasi pariwisata, berlangsung selama tiga hari. Dua hari dilakukan dengan penyampaian materi oleh narasumber yang berkompeten di dunia pariwisata dan satu hari terakhir peserta akan melaksanakan orientasi lapangan ke DTW yang telah menerapkan standar tata kelola dan pemasaran.

“Semoga materi-materi yang disampaikan para narasumber dalam pelatihan ini, betul-betul mampu diserap dan dimaknai, sehingga cepat diimplementasikan para peserta. Sekali lagi, menajement yang baik pada destinasi wisata akan membawa dampak positif terhadap kemajuan pembangunan yang berkelanjutan pada sektor pariwisat,” ungkap Kadis Parbud A.A. Komang Sapta Negara. (AM)

______________

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: redaksi@pewarta-indonesia.com. Terima kasih.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA