by

Warga dan Eks PKL Keluhkan Penutupan Jalan Stadion Pakansari Pintu Barat oleh Pemkab Bogor

KOPI, Bogor – Warga dan eks pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di jalan Stadion Pakansari pintu Barat, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengeluhkan penutupan jalan tersebut oleh Pemkab Bogor, sejak pandemi Covid-19 merebak di Indonesia.

Kepada awak media ini, seorang emak warga wilayah tersebut mengeluhkan, kenapa Pemkab Bogor menutup jalan tersebut. Kalau pun alasannya untuk mengurangi kerumunan, itu jelas tidak masuk akal.

“Tak masuk akal lah, sisi barat yang ditutup itu masih banyak orang beraktivitas seperti pemuda yang kongkow dengan kendaraan motornya, main skateboard, dan bahkan menjadi ajang muda mudi duduk disepanjang trotoar maupun kendaraan bermotor dengan penerangannya tidak ada,” ucapnya kepada SuaraKritis.net saat ditemui sedang berjalan kaki di depan Gedung Koni Kabupaten Bogor pada Kamis, 30 Juni 2022.

Ia menambahkan, hal itu terjadi efek dari ditutup jalan Stadion Pakansari pintu Barat, malah jadi tempat muda mudi duaan. “Bahkan pernah saya lihat ada yang mojok tanpa penerangan jalan umum (pju) dan saya tanya, ngakunya siswi SMP,” katanya.

Ia pun mengeluhkan petugas Satpol PP Kabupaten yang menutup akses jalan masuk ke RW 09 dengan kendaraan dinas. Hal tersebut menyusahkan warga yang melintas kendaraan roda empat tentunya tidak bisa. Namu bisa dilewati jika mengendarai roda dua.

“Tapi yah jelas tetap saja saya kagok kalau melintas jalan masuk ke kampung saya sendiri. Seharusnya Satpol PP itu jangan menutupi akses masuk kampung dan mengakibatkan warga apalagi emak-emak jadi susah masuk ke kampung sendiri. Terus masa saya harus memutar balik di Lotte Mart. Jelas merugikan juga, emang beli bensin pemerintah kasih gratis, kan enggak,” celoteh NA.

Sementara itu, salah satu eks pedagang di wilayah tersebut mengeluhkan dan mempertanyakan kenapa hanya sisi sebelah yang dibuka.

“Sisi sebelah akses jalan nya dibuka, tapi akses jalan pintu Barat Stadion Pakansari yang ditutup, petugas Satpol PP nya saya lihat malah main handphone bukan menertibkan aktifitas di jalan yang ditutup. Terus saya, eks pedagang di wilayah tersebut menilai ada ketidakadilan, kenapa pihak yang neminjamkan motor trail mini dan Scooter listrik malah dibebaskan melintas. Tapi saya dagang kopi enggak boleh, kan aneh,” ujarnya dengan nada tinggi.

Ketua Aliansi Ormas Bersatu Bahry Warhanga menyatakan keluhan warga dan pedagang jalan Stadion Pakansari pintu Barat, harus menjadi perhatian Pemkab Bogor, dan tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.

“Miris saya mendengarkan keluhan warga dan pedagang tersebut dari wartawan. Tentunya tidak bisa dibiarkan, Pemkab harus membuka mata dan telinga dengan keluhan tersebut,” ucap Ary Ambon sapaan akrabnya yang juga sebagai Ketua Forum Pemuda Maluku Muslim (FPMM) Bogor Raya.

Menurutnya, keluhan terkait kinerja petugas Satpol-PP di wilayah tersebut, Ary menegaskan, diduga Kepala Satpol-PP Kabupaten Bogor lalai dalam pengawasan kinerja anak buahnya dilapangan dalam penertiban, salah satunya PKL.

“Diperkuat dengan dugaan sogok menyogok antara anggota nya dengan pengusaha yang menyewakan motor trail mini dan scooter listrik dibiarkan penyewa nya lalu lalang melewati jalan yang ditutup. Serta masih saja jadi tempat kongkow dan dua sejoli muda mudi berduaan tanpa PJU,” tutupnya. (BY)

______________

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: redaksi@pewarta-indonesia.com. Terima kasih.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA