by

Buka Pameran Bonsai, Bupati Tamba: Jika Ditekuni akan Bernilai Tinggi

KOPI, Jembrana – Bupati Jembrana I Nengah Tamba membuka secara resmi Pameran Bonsai Desa Nusasari, bertempat di Lapangan Nusasakti, Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali, Rabu (20/10/2021).

Pameran Bonsai diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT Desa Nusasari, yang ditandai dengan penancapan bendera bonsai favorit.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba usai membuka acara mengatakan, sangat mendukung adanya kegiatan pameran bonsai. Menurutnya kegiatan itu sangat bernilai tinggi, mengingat daya tarik terhadap bonsai saat ini sangat tinggi.

Selain itu jika ditekuni dengan baik, akan menambah potensi ekonomi yang menjanjikan.

“Kami selaku Pemkab Jembrana tentu sangat mendukung Pameran Bonsai ini. Pameran tersebut bisa menjadi hiburan bagi masyarakat yang datang. Bagi pecinta bonsai, ini juga merupakan aktivitas penuh estetika (Seni, keindahan) dan cita rasa seni jika ditekuni bonsai itu akan bernilai ekonomi terlebih di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang,” ujar Bupati Tamba.

Sementara Perbekel (Kades-Red) Nusasari, I Wayan Ardana menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati untuk membuka Pameran Bonsai. Ia juga mengharapkan dukungan dari pemerintah Kabupaten dalam penyelenggaraan Pameran Bonsai itu kedepannya.

“Pameran Bonsai perdana ini sengaja kita gelar dalam memeriahkan HUT Desa Nusasari serta untuk membentuk ikatan antar pecinta bonsai. Setelah pameran ini, kedepan akan terus rutin kita laksanakan setiap tahunnya dengan skala yang lebih besar. Jika sekarang kita laksanakan pameran dengan peserta se-Kabupaten Jembrana, tahun depan kita akan buat kontes bonsai dengan peserta yang kita undang juga dari luar Kabupaten Jembrana. Tentu dengan support dari Pemerintah Kabupaten, “ucapnya.

Terkait kegiatan Pameran Bonsai, I Ketut Wirya selaku panitia menjelaskan, Pameran Bonsai diawali dengan penerimaan bonsai pada 18-19 Oktober 2021, yang selanjutnya dibuka hari ini.

Sementara pameran umum berlangsung selama dua hari (21-22 Oktober 2021), pengumuman doorprize 23 Oktober 2021 dan ditutup dengan pada 24 Oktober 2021 dengan pengambilan pohon kembali oleh peserta.

“Pameran terbuka untuk umum. Diikuti sebanyak 120 peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Jembrana,” ucapnya.

Sementara saat ditanya mengenai nilai bonsai yang dipamerkan, Wirya mengatakan pohon bonsai yang sedang dipamerkan ditafsir memiliki nilai terendah Rp 3 juta hingga tertinggi Rp 50 juta.

“Tadi sempat ada pengunjung yang menawar satu pohon bonsai jenis kimeng dengan harga 50 juta tapi tidak dilepas oleh pemilik. Memang sudah berprestasi best ten (terbaik 10) saat pamnas (Pameran Nasional) Tabanan dan PAM Nas Gianyar 3 tahun lalu,” tandasnya. (Humas/AM)

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA