by

Apa Itu AIDA Dalam Membuat Copywriting

KOPI, Nganjuk – AIDA adalah sebuah metode dalam copywriting yang berupa singkatan dari Attention, Interest, Desire, dan Action. Copywriting berupa sebuah tulisan yang ditujukan untuk menarik minat pembaca melakukan tindakan yang penulis inginkan. Oleh karena itu, copywriting sangat penting dalam dunia pemasaran.

Tujuan copywriting yang cukup komersil tentu membutuhkan kreativitas yang tinggi. Dalam memanfaatkan kreativitas, muncul metode-metode penulisan copywriting yang cukup beragam. Salah satunya adalah AIDA yang akan kita bahas berikut ini.

  1. Attention

Huruf pertama dalam metode AIDA adalah Attention. Attention merujuk pada bagaimana copywriting kita bisa menarik pembaca. Salah satu contoh termudah menurut Forbes adalah “Hey you!” yang berupa kalimat sapa. Dengan kalimat sapaan, pembaca akan merasa terpanggil dan melihatnya.

Menarik perhatian adalah salah satu tujuan utama dari copywriting. Untuk pengaplikasiannya, kamu bisa menggunakannya melalui judul atau headline, gambar, ataupun kalimat pembuka seperti sapaan tadi.

Untuk mendapatkan kalimat terbaik, pelajari terlebih dahulu target sasarannya. Dengan menganalisis target sasaran, kamu akan mendapatkan informasi mengenai perilaku atau keinginan mereka. Misalnya menawarkan hal yang memberikan mereka benefit seperti:

“Mau tahu cara dapat uang hanya dengan menggunakan hp?”

Kalimat tersebut digunakan oleh para produsen barang untuk menarik minat para reseller. Persuasif sekaligus menawarkan benefit. Dengan kalimat tanya seperti itu, tentu mudah menarik minat pembaca.

  1. Interest

Selain menarik perhatian, tugas selanjutnya adalah membuat pembaca sasaran tertarik. Maksudnya, buatlah mereka menaruh hati atau interest terhadap iklan yang kamu buat. Jika sudah mencapai tahap ini, pembaca akan mulai memperhatikan iklan secara saksama.

Pada umumnya, ada beberapa elemen yang mampu membuat pembaca tertarik. Elemen tersebut antara lain fakta, data statistik, kondisi ideal, alasan penting dan studi kasus. Mengoptimalkan kalimat yang mengandung elemen tersebut mampu membuat pembaca minat terhadap apa yang kamu iklankan melalui copywriting.

  1. Desire

Ketiga, membuat pembaca menginginkan produk atau layanan yang diiklankan. Elemen yang ada pada desire hampir mirip dengan interest. Hanya saja, dalam desire kita harus lebih giat lagi memainkan emosi dan logika dalam kreativitas penulisan.

Misalnya menyebutkan keuntungan, kelebihan, spesifikasi, dan apapun dari produk kamu. Dalam desire, pembaca hanya fokus pada bagaimana produk tersebut memberikan manfaat bagi mereka. Sebab itu, bermain dengan kalimat emosional mampu membuat mereka menginginkan produk kamu.

Satu hal yang perlu kita ingat pada tahap desire adalah pembaca memedulikan dirinya sendiri. Dengan begitu, secara kreatif kita akan membuat copy yang fokus pada keinginan pembaca daripada keinginan kita sendiri.

  1. Action

CTA atau Call To Action adalah istilah yang sudah tidak asing bagi para penulis. Tahapan terakhir yang merupakan tujuan utama copywriting adalah pembaca menjadi calon pembeli atau melakukan aksi yang kita inginkan. Entah itu membeli produk, menghubungi narahubung, ataupun mendaftar. 

Dalam CTA, biasanya bisa berupa tombol nomor telepon, alamat email, maupun akses tautan marketplace. Nilai persuasif dalam CTA sangat berperan penting dalam meningkatkan calon pembeli melalui copywriting. Tak heran, apabila iklan seringkali mengandung ajakan atau bujukan secara implisit agar menarik minat pembaca menjadi pembeli.

Setelah kamu membuat riset yang cukup baik, gabungkanlah keempat tadi menjadi satu bentuk copy yang utuh. Metode AIDA ini sudah menjadi salah satu rumus wajib yang diterapkan dalam copywriting. Kamu juga bisa menggunakan jasa copywriting agar hasilnya lebih optimal dalam meningkatkan penjualan produk kamu.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA