by

Fakultas Psikologi Universitas Jayabaya Sukses Adakan Acara Pelepasan Sarjana Baru

KOPI, Jakarta – Hari Sabtu 10 Oktober 2020, Fakultas Psikologi Universitas Jayabaya mengadakan acara pelepasan sarjana baru dan berlangsung dengan khidmat dan lancar. Meski tahun ini tidak dilepas dengan acara wisuda universitas, civitas academica fakultas Psikologi Universitas Jayabaya berharap acara pelepasan yang diadakan fakultas ini mampu menorehkan kenangan sebelum para wisudawan meninggalkan bangku perkuliahan di Fakultas Psikologi Universitas Jayabaya.

Acara ini berlangsung khidmad dan formal tanpa meninggalkan kesan kreatif dan manis atas peran besar organisasi BEM Fakultas Psikologi Universitas Jayabaya di bawah bimbingan Dra. Esiyannera, MSi.

Setelah pidato pelepasan yang disampaikan Dekan, Dr. Widura Imam Mustopo, Dra. Lydia Indira, M.Psi. selaku Wakil Dekan 2 Fakultas Psikologi Jayabaya menyampaikan profil masing-masing lulusan.

Beliau juga menyampaikan kesan-kesan unik dari masing-masing sarjana baru. Salah satu cerita unik berasal dari lulusan tertua yang kemudian menceritakan kisahnya dan kami rangkum dalam tulisan ini.

Beliau adalah Dra Evariana S.Psi. (ibu dari 3 anak) seorang Sarjana Psikologi lulusan Universitas Jayabaya yang berprofesi sebagai Counsellor di “Global Sevila International School”. Evariana memperoleh gelar Sarjana Sosiologi dari Universitas Andalas Padang 30 tahun yang lalu.

Saat menjalankan perannya mendampingi sang suami (yang seorang diplomat) bertugas di beberapa negara, beliau menyadari bahwa ilmu psikologi ternyata sangat penting. Dia juga sempat terlibat membantu para tenaga kerja wanita di KBRI Malaysia dan KBRI Singapura.

Aktivitas yang dijalani tersebut menambah pengalaman dan memperbanyak pengetahuannya tentang keadaan para perkerja disana. Dia menyadari bahwa ilmu psikologi dapat membantunya mengaktualisasikan diri saat berinteraksi dengan orang lain terutama untuk memahami berdasar latar belakang mereka.

Dirinya kemudian memutuskan untuk mengambil kursus diploma psikologi di Singapura. Sepulang dari Singapura, Evariana mengajar di “Global Sevilla International School” sebagai Konselor atau yang kita kenal sebagai guru BK. Hanya berbekal sertifikat Diploma Konselor, dirinya merasa kurang puas dan ingin mengetahui lebih dalam tentang ilmu psikologi. Hal ini mendorongnya untuk memberanikan diri mendaftar di jurusan Psikologi di beberapa universitas. Sayangnya dengan usia yang sudah tidak muda lagi (50 tahun), dia sempat menghadapi banyak penolakan.

Suatu hari ia mendapat saran dari suaminya, “Mengapa tidak mendaftarkan diri saja di Universitas Jayabaya? Kita hampir setiap hari lewat di depan kampus Universitas Jayabaya”.

Mengikuti saran suami dan dorongan dari anak-anaknya yang memandang ilmu Psikologi akan sangat bermanfaat bagi ibunya; ibu Eva (demikian sapaan untuknya) mencoba mendaftar di Fakultas Psikologi Universitas Jayabaya. Kesan pertama yang dia dapatkan pada saat menginjakkan kaki di kampus Jayabaya adalah kesan “ramah”.

Evariana merasa dibimbing dengan sangat baik mulai dari awal sampai menjadi sarjana. Berkumpul dengan teman kuliah yang sebaya anak-anaknya menjadi pengalaman yang sungguh berkesan. Meski kuliah kembali di usia yang sudah tidak muda, istri dari Fachry Sulaiman yang saat ini menjabat sebagai Konsul Republik Indonesia untuk Thailand Selatan ini tetap melangkah untuk menuntaskan perkuliahan tersebut.
Bulan September 2020 menjadi saat yang membahagiakan bagi ibu Eva.

Ibu dari Hanif, alumni ITB yang sedang mengambil S2 di Jerman, Nafisah yang sedang belajar Arsitektur di ITB dan Nadhira yang tahun ini tercatat sebagai mahasiswa UGM ini telah berhasil menyelesaikan pendidikan S1 Psikologinya di Universitas Jayabaya dengan IP di atas 3,5. Untuk adik-adik angkatannya dirinya berpesan: “Jangan pernah meremehkan mata kuliah apapun, karena setiap mata kuliah akan berhubungan dengan kehidupan kita di lapangan, terutama untuk lingkungan sosial kita”.

“Psikologi adalah ilmu yang dekat dengan kita, namun jika kita mempelajarinya, kita akan menyadari bahwa kita belum tau apa-apa.” (Rilis/ Riri Nasution)

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA