by

In Memoriam Sujiatmi Notomiharjo: Wanita Sederhana yang Kuyup Doa

KOPI, Bekasi – Ketika berbagai macam fitnah dan hujatan menerjang Jokowi jelang Pilpres — seperti antek asing, anti-islam, tukang bohong, penjual negara, turunan PKI, planga-plongo, dan lain-lain –Sujiatmi tampak sedih. Wanita sahaja itu ikut merasakan, betapa sedih dan hancurnya hati Jokowi, putra sulungnya, mendengar makian dan cacian yang kejam tersebut.

Sujiatmi masih ingat jabang bayi “Mulyono” yang dilahirkannya dengan tangis dan darah di Rumah Sakit Brayat Minulya, Surakarta, di kamar termurah, 21 Juni 1961. Sujiatmi berusaha keras mendidik Mulyono kecil dengan baik. Dengan penuh kesantunan dan keteladanan.

Tiap habis salat fardhu, Sujiatmi selalu berdoa khusu agar anak-anaknya kelak menjadi manusia yang baik dan bermanfaat untuk sesamanya. Sujiatmi setiap ada kesempatan selalu bermunajat kepada Allah, agar anak pertamanya diberi kekuatan dan ketabahan menghadapi fitnah dan caci-maki yang di luar batas itu.

“Joko, biarkan mereka memfitnahmu. Tak usah membalas keburukan mereka. Tetaplah tersenyum. Sayangi rakyat Indonesia. Allah yang akan melindungimu dari kejahatan mereka,” pesan Bunda Sujiatmi. Jokowi pun mengikuti nasehat sang bunda.

Lalu, apa yang bisa dilakukan Sujiatmi untuk menangkis fitnah dan hujatan tersebut? Ia hanya berdoa dan berdoa. Tiap habis salat fardhu, Sujiatmi berdoa khusu, agar putra pertamanya tegar dan sanggup menghadapi berbagai cobaan tersebut.

“Keburukan itu Nak Joko,” ucap Bunda Sujiatmi, “Hanya akan berhenti bila dibalas dengan kebaikan.” Ibu hanya bisa berdoa, semoga Nak Joko tegar dan tetap menyintai rakyat Indonesia. Dan kita tahu, Jokowi tak pernah membalas fitnah dan hujatan tersebut dengan hal serupa. Itu karena Jokowi selalu ingat kata-kata Sujiatmi, Bunda tercinta.

Bunda Sujitami, bagi Jokowi adalah cahaya. Ia menerangi pikiran dan hatinya. Setiap ada persoalan besar yang sedang dihadapinya, Jokowi niscaya datang bersimpuh di kaki Bunda. Minta nasehat dan doanya.

https://www.tokopedia.com/madubaduy

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA