by

Ibu Rumah Tangga Lapor Aksi Terorisme Terhadap Keluarganya

Loading…

KOPI, Lubuklinggau – Karena adanya teror yang dialami keluarganya, seorang Ibu Rumah Tangga melapor ke Polisi. Peristiwa teror itu terjadi Sabtu pagi, tanggal 03 Agustus 2019, di kediaman pribadi keluarga ini di perumahan Taba Pesona, Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan.

Diduga, aksi teror berawal dari permasalahan pribadi suaminya dengan terduga pelaku teror terkait masalah pekerjaan. Menurut pelaku, sang suami dari Ibu Rumah Tangga yang melapor itu tidak ada keterbukaan soal pekerjaan. Persoalan itu akhirnya berujung tindakan tidak menyenangkan (teror – red) ini.

LD (31) melaporkan tindakan pelaku yang membuat teror dan ketidaknyamanan kepada keluarganya ke Polres Kota Lubuklinggau dengan Nomor : LPB/213/VIII/2019/RES LLG. Guna kepentingan penyidikan dan penindakan lebih lanjut, ibu rumah tangga ini menjelaskan kronologis kejadiannya kepada pihak berwajib, Selasa (20/08/2019).

“Pagi itu tanggal 03 Agustus 2019, sekitar pukul 08.00 WIB, pelaku yang berinisial Ah (35) mendatangi rumah saya. Pelaku menjerit-jerit dengan suara keras, lalu saya mengintip lewat jendela. Pelaku berdua dengan temannya yang berada duduk di atas motor, langsung turun menghampiri rumah saya lalu langsung mengeluarkan sebilah pisau sambil berteriak memanggil nama suami saya dan mengancam dengan suara keras, “keluar kalau melawan, aku tau kau ado di dalam rumah, keluarlah kubunuh kau, sambil menendang dan melakukan pengerusakan pintu pagar rumah milik kami,” ujar LD.

Madu Baduy

Kami, lanjut LD, hanya berdiaman di dalam rumah dan mengintip dari jendela bersama kedua anak saya, tidak berani keluar rumah dan ketakutan, karena suami saya sedang tidak ada di rumah (kerja – red) pada saat kejadian itu.

“Berselang beberapa waktu, setelah kejadian itu kami kira ada itikat baik dan belum melaporkan hal tersebut. Tetapi pada malam kemarin, Senin tanggal 19 Agustus 2019 pelaku kembali meneror keluarga kami melalui telpon selulernya menghubungi suami saya. Dia kembali mengancam dengan alasan bertanya ada pekerjaan yang belum selesai, dan kembali menantang untuk berduel,” imbuh LD.

Atas kejadian tersebut, LD mengeku, ia dan keluarganya sangat takut dan membuat anak-anak trauma. “Kini kami tidak berani pulang karena takut pelaku kembali ke rumah kami dan melakukan perbuatan yang di luar akal sehat, kami sekeluarga sekarang sementara mengungsi di rumah orang tua kami untuk menghindari hal yang tidak diinginkan terjadi lagi,” terang Ibu RT tersebut ke penyidik.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Loading…

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

BACA JUGA...