by

Oknum PD dan PLD Lanny Jaya Lakukan Pemukulan terhadap Tenaga Ahli ID

KOPI, Lanny Jaya – Pendamping Distrik (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) P3MD Kabupaten Lanny Jaya melakukan kekerasan terhadap Tenaga Ahli, di Sekretariat P3MD Kabupaten Lanny Jaya, Senin (12 /07/21), Pukul 12:48 siang. Insiden ini bermula karena oknum PD dan PLD merasa semenjak tahun 2015 – 2021 diambil alih tupoksi kerjanya oleh Tenaga Ahli maupun Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kabupaten Lanny Jaya.

Selain itu, usulan kegiatan masing-masing kampung Kabupaten Lanny Jaya tidak ada realisasi dibandingkan dengan usulan prioritas kegiatan dari Bupati Lanny Jaya tentang kegiatan Lanny Jaya Mandiri, Cerdas dan Sehat (MCS). Sehingga sebanyak enam oknum anggota PD dan PLD melakukan pemukulan terhadap Tenaga Ahli bernama Evangeli Melly Patatang dan Yos Feri Moli, di Sekretariat P3MD Kabupaten Lanny Jaya.

Adapun keenam oknum pelaku pemukulan yang merupakan PD dan PLD P3MD Kabupaten Lanny Jaya berinisial RW, OW, AY, LY, NW, ME.

Kejadian tersebut disampaikan Epinus selaku anggota PD Dan PLD melalui pesan singkat Whatsapp kepada awak media. Ia menjelaskan bahwa kasus tersebut bermula ketika pembicaraan intern Pendamping Distrik menyepakati adakan kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor).

PD dan PLD bersama Tenaga Ahli menyepakati Rakor akan diadakan pada hari Rabu (7/7/21), namun tertunda tanggal (10/7/21). Tapi pada tanggal (10/7/21) juga gagal dan digeser ke tanggal (12/7/21). Lalu Senin pagi, PD dan PLD sudah standby di Sekretariat P3MD Kabupaten Lanny Jaya untuk menanyakan kepada Tenaga Ahli kepastian Rakor akan dilaksanakan atau tidak.

Karena tidak dapat mengendalikan emosi maka terjadi pemukulan terhadap Tenaga Ahli Kabupaten Lanny Jaya, Evangeli Melly Patatang, selaku Tenaga Ahli ID dan Yos Feri Moli. Insiden terjadi di sekretariat P3MD Kabupaten Lanny Jaya dan disaksikan Epinus sebagai saksi mata.

PD dan PLD merasa diperlakukan tidak adil oleh Tenaga Ahli Kabupaten Lanny Jaya dan DPMK Kab. Lanny Jaya terkait tupoksi kerja selama Ini. Dengan adanya tindakan kekerasan tersebut maka terungkap beberapa alasan diantaranya sebagai berikut:

  1. Kerja dokumen RJPMK, APBK dan RKPK PD dan PLD tidak pernah dilibatkan selama tahun 2015-2021.
  2. Aplikasi IDM Berbasis SDGS tidak jelas.
  3. Setiap bulan tidak pernah diadakan Rakor, tetapi dalam setahun hanya 2-3 kali, sehingga PD dan PLD Kabupaten Lanny Jaya merasa kehadirannya mubazir dan tupoksi untuk mengawal Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD), selama dari tahun 2015-2021 tidak ada gunanya.
  4. PD dan PLD merasa sangat kesal dengan anggaran Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) sebab perencanaan pembangunan kampung selama ini fifty-fifty.
  5. Kepala Kampung bersama PD dan PLD tidak sepakat dengan Program Lanny Jaya, Mandiri, Cerdas dan Sehat (MCS) karena dana setiap kampung Kabupaten Lanny Jaya sebagian besar meresap ke Program MCS tersebut dibandingkan dengan masing-masing usulan kegiatan seluruh kampung di Kabupaten Lanny Jaya.

Namun PD dan PLD yang bertugas mendampingi dana desa mengamati Program MCS tersebut tidak berhasil. Karena Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) dari Pokja MCS belum pernah dilaporkan realisasi kegiatan kepada kuasa pengguna anggaran yaitu kepada 354 Kepala Kampung Kabupaten Lanny Jaya.

“Kami sebagai PD dan PLD berpesan bahwa untuk ke depan perlu ditingkatkan koordinasi yang baik sesuai aturan mainnya,” ujar Epinus yang juga salah satu anggota PPWI.

Lanjutnya, kami mengharapkan Pemerintah Pusat dapat mengontrol dana desa yang sudah terserap pada 354 kampung di Kabupaten Lanny Jaya. Sedangkan Program MCS adalah program prioritas yang dikelola dinas tanpa sepengetahuan oleh Kepala Kampung. (Epinus/Red)

Editor: NJK

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA