by

Pengertian dan Perbedaan Soft Reset, Hard Reset dan Flashing HP

KOPI, Jakarta – Bagi pengguna smartphone android tentu tidak asing dengan istilah-istilah seperti soft reset, hard reset dan flashing bukan? Ketiga istilah tersebut penting untuk diketahui apa artinya karena fungsinya yaitu untuk mengatasi permasalahan yang terjadi pada smartphone.

Jadi dengan begitu, ketika HP Android kamu mengalami error, kamu bisa coba memperbaikinya sendiri tanpa harus kalau ada error langsung ke service center yang tentu biayanya cukup mahal.

Secanggih apapun HP, pasti ada saja error yang muncul terutama HP yang sudah lama digunakan mulai dari hang, lemot atau yang terparah bisa blank dan tidak bisa digunakan. Hal seperti itu mungkin terjadi karena faktor memori yang sudah penuh, banyak cache atau sampah pada aplikasi sampai kerusakan system karena tidak pernah di update atau bisa juga akibat virus.

Namun memperbaiki HP sendiri tidaklah asal, ada 3 cara yang bisa dilakukan yakni soft reset, hard reset dan flashing. Tentu saja kamu harus tahu apa pengertian masing masing, kapan harus menggunakannya. Jadi jangan sampai smartphone mengalami error A yang harusnya pakai cara soft reset saja, kamu malah pakai hard reset, begitu sebaliknya.

Soft Reset

Soft reset dikenal juga dengan factory reset atau reset pabrik yang intinya ini merupakan istilah dimana pengguna smartphone mengembalikan pengaturan smartphone menjadi seperti awal lagi (settingan pabrik).

Cara ini bisa dilakukan jika smartphone mengalami masalah ringan saja, nanti efeknya settingan seperti nada dering, pengaturan jam, haru dan lainnya menjadi seperti awal lagi.

File yang sekarang ketika dilakukan soft reset juga akan hilang, dan usahakan saat melakukan soft reset silakan copot kartu SIM aktif atau ganti dengan yang sudah tidak digunakan untuk berjaga-jaga agar nomor HP yang tersimpan di dalamnya ikut terhapus, kecuali kamu savenya di akun google lha itu tidak masalah.

Ada beberapa kegunaan melakukan soft reset seperti mengatasi masalah pada HP seperti menghilangkan berkas yang ada virusnya, menghapus aplikasi yang tidak penting sehingga aplikasi yang terinstall akan kembali seperti semula.

Hard Reset

Kalau hard reset ini levelnya diatas soft reset, hard reset adalah cara menghapus semua data yang ada di smartphone beserta cache pada aplikasi tersebut. Jadi kalau soft reset mengembalikan pengaturan, nah kalau ini menghapus semua data yang ada di dalam ponsel sehingga ponsel kamu benar-benar seperti baru saat pertama kali membeli dari counter HP.

Bedanya ada pada file yang terhapus juga, kalau soft reset itu hanya menghapus file yang dihekendaki saja sedangkan hard reset menghapus semua data aplikasi termasuk virus yang mungkin ada.

Flashing

Ini istilah yang paling sering muncul karena paling sering dilakukan. Ya, flashing HP adalah tindakan untuk mengganti firmware yang ada pada smartphone, ya istilahnya install ulang windows lah kalau di laptop atau PC.

Melakukan flash HP tidak boleh sembarangan, perlu diperhatikan sekali cara flash HP yang baik dan benar karena setiap merk berbeda-beda firmware dan caranya meskipun sebenernya mirip-mirip. Intinya pada di pemilihan firmware sih, harus pakai firmware yang sesuai HP sehingga tidak terjadi error.

Cara flashing ini dilakukan jika HP kamu mengalami masalah berat atau ingin upgrade/downgrade firmware. Firmware itu ibaratnya OS pada smartphone ya. Misalnya nih kamu ingin flash asus zenfone max pro m2, maka kamu harus download firmware yang sesuai dan untuk langkahnya harus pas juga mengikuti cara flash asus zenfone max pro m2.

Oke, itulah perbedaan soft reset, hard reset dan flashing pada HP atau smartphone android, semoga informasinya bisa bermanfaat ya. Khusus untuk flashing, jika tidak yakin bisa melakukannya (Misalnya tidak punya firmware yang cocok) jangan dipaksakan karena itu justru bisa merusak HP.

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA