by

Teruntuk Para Panglima yang Gagal

KOPI, Jakarta – Sudahlah, Anda-anda sudah pernah diberi amanah jadi pemimpin negeri ini di lembaga yang Anda tekuni dalam pengabdian tempo hari. Entah sebagai petinggi TNI, sebagai petinggi Polri, sebagai menteri, sebagai dirjen, deputi, dan lain-lain pada masing-masing level dan tingkatan. Apa yang sudah Anda lakukan untuk bangsa dan negara ini selama menjabat, kecuali hanya menenteng bintang-bintang kesana-kemari sambil lirik dayang-dayang kiri-kanan?

Sudahlah, jangan habiskan energi dengan teriakan parau nan sumbang merusak angkasa nusantara dengan pekikan idealisme-nasionalisme kosong penuh provokasi destruktif, tiada manfaat bagi bangsa ini. Semua orang juga tahu belang bakwan beraroma busuk di balik rempeyek retorika binal penuh nafsu liarmu.

Sudahlah, hentikan semua bacotmu kapten, mayor, kolonel, jenderal, dan yang mulia-mulia… Harimu telah lewat, kini giliran anak bangsa lainnya memimpin perjuangan dan pertarungan mengentaskan segenap pemilik negeri ini ke kehidupan yang harmoni, damai dan sejahtera.

Sudahlah, jangan buat kegaduhan yang tidak perlu. Jangan membunuh saudara sebangsamu sendiri demi nafsu serakah jabatanmu. Jangan pakai frasa-frasa ‘demi rakyat’, ‘demi bangsa’, ‘demi negara’, ‘demi anak cucu’, ‘demi NKRI’, ‘demi pribumi’, ‘demi agama’, dan segala macam demi lainnya untuk melariskan rangkaian idiom propagandamu.

Sudahlah, kembalilah ke kediamanmu, timang cucumu, bantu warga lingkunganmu, bimbing komunitasmu, semangati handai-tolanmu. Marilah bergotong-royong saling bantu satu dengan lainnya membangun negeri ini menuju cita-cita luhurnya, mencapai masyarakat yang adil dan makmur.
Sudahlah Panglima, jangan ciptakan kegagalan yang kedua… (*)

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA