by

Segera Dapatkan Lisensi, BNSP Laksanakan Witness Ketiga kepada LSP SDM TIK


 
KOPI, Jakarta – Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) telah selesai melaksanakan penyaksian uji kompetensi (witness) untuk yang ketiga kalinya terhadap Lembaga Sertifikasi Profesi Sumber Daya Manusia Teknologi Informasi dan Kreatif (LSP SDM TIK) yang berkantor pusat di Jl. KH Zainul Arifin, Komplek Ketapang Indah, Blok B2, Nomor: 33-34, Jakarta Barat.
 
Hal tersebut dilakukan dalam proses agenda langkah terakhir untuk mendapatkan sertifikat lisensi dari pihak BNSP. Pelaksanaan dilakukan pada Tempat Uji kompetensi (TUK), Cyber Media Center (CMC) yang beralamat di Ruko Gading Park View ZC-01 No. 31-32, Kelapa Gading Jakarta Timur, Rabu (22/12/21) yang lalu.
 
Dalam kesempatan tersebut, pihak LSP SDM TIK melakukan empat skema yang diujikan dan memperoleh kesempatan luar biasa, yang dihadiri Kunjung Masehat selaku Ketua BNSP yang hadir pada saat itu menjadi Ketua yang memimpin secara langsung pelaksanaan uji kompetensi.

Selain itu, turut dihadiri Yudhi Herutama selaku anggota dan Yohana Hillary Theresia selaku obsever yang memperhatikan pelaksanaan penyaksian uji kompetensi di LSP SDM TIK dengan tujuan untuk memantau kepatuhan LSP SDM TIK dalam menerapkan Pedoman BNSP 201 dan Pedoman BNSP 202 terkait pelaksanaan uji kompetensi, hal tersebut tertuang dalam surat tugas BNSP Nomor: ST. 3494/BNSP/XII/2021 yang ditandatangani oleh Ketua BNSP, Kunjung Masehat.
 
Dalam kegiatan tersebut, Kunjung Masehat mengatakan, “Hal yang terpenting dalam mengelola LSP adalah bagaimana membedakan tugas manajemen dan tugas asesor, tidak benar jika LSP menyerahkan seluruhnya kepada asesor, karena asesor adalah perangkat dari LSP, hal tersebut menyalahi aturan jika seluruhnya diserahkan kepada asesor.”
 
Kunjung melanjutkan, peran manajemen dan asesor harus dipisahkan, di dalam manajeman ada Dewan Pengarah, Pelaksana, Komite Skema, Manajer Sertifikasi, SDM Mutu, dan hubungan yang funsionalnya adalah asesor. “Dimana asesor adalah seseorang yang memahami prosedur dalam pelaksanaan asesmen dan telah lulus mengikuti pelatihan calon asesor, serta telah mendapat sertifikat kompeten dari BNSP serta dalam pelaksanaan tugasnya mendapat surat tugas langsung dari Ketua LSP,” ungkap Kunjung.
 
Beliau menambahkan, sesungguhnya peran pentingnya sebuah LSP dalam melakukan sertifikasi profesi sebagai kepanjangan tangan dari BNSP, maka perlu menjaga kualitas dan peningkatan untuk menjaga kompetensi asesor LSP, dikarenakan asesor kompetensi mempunyai peran sangat penting untuk merencanakan, melaksanakan, merekomendasikan, memberi validasi kontribusi asesmen serta melaporkan hasil uji kepada LSP untuk diteruskan kepada pihak BNSP.
 
“Proses penyaksian uji kompetensi ini untuk memastikan layak atau tidaknya LSP SDM TIK memperoleh sertifikat lisensi untuk operasional dari BNSP,” tegas Kunjung.
 
Pada pelaksanaan uji kompetensi ketiga LSP SDM TIK mendapatkan respon yang sangat positif dari Aulia Rachman seorang asesor kompetensi LSP SDM TIK di skema Programer Mobile Pratama, ia penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan fisik. “LSP SDM TIK memberi peluang untuk para generasi muda tetap semangat untuk membangun kualitas diri untuk mengembangkan bidang TIK bagi semua kalangan, bahkan saya sebagai penyandang disabilitas tetap mendapatkan kesempatan menjadi asesor di LSP SDM TIK,” ujar Aulia dengan bangga.
 
Sebelumnya, pihak BNSP telah melakukan penyaksian uji kompetensi (witness) pertama, Sabtu (18/9/21), dimana Mohammad Zubair selaku Ketua didampingi Sugiyantoro selaku anggota dan Hariyadi Agah selaku obsever dengan lima skema diujikan, kemudian telah melakukan witness kedua, Sabtu (13/11/21), dimana Henny S.Widyaningsih selaku Ketua didampingi Asih Andayani selaku  Anggota dan Kodrat Subagyo selaku Observer dengan empat skema diujikan. 
 
Oleh karena itu, total seluruhnya telah ada tiga belas skema LSP SDM TIK diujikan yaitu Pemrogram Basis Data, Animator Muda, Network Administrator Muda, Pemrogram Mobile Pratama, Animator Madya, Designer Grafis Madya, Pengembangan Cloud Computing, Desainer Grafis Muda, Desainer Multimedia Muda, Designer Multimedia Madya, Video Editor dan Pemrogram Junior serta Junior Web Programmer.
 
Dari hasil penyaksian uji kompetensi dan pemeriksaan dokumen oleh tim BNSP pada penyaksian uji kompetensi yang ketiga ini hanya ada tiga dokumen yang menjadi temuan, dan hanya bersifat minor serta tentunya masih harus diperbaiki, hal tersebut disampaikan oleh Yudhi Herutama setelah memeriksa dokumen LSP SDM TIK bersama Kunjung Masehat dan Yohana Hillary Theresia. 
 
“Iya, tadi kami telah melakukan pemeriksaan dokumen LSP SDM TIK dan kami juga telah melakukan penyaksian uji untuk memantau kepatuhan LSP SDM TIK, hasil temuan kami hanya ada tiga dokumen yang menjadi temuan yang bersifat minor serta harus diperbaiki paling lambat 30 (tiga puluh) hari atau hingga tanggal 22 Januari 2022 mendatang,” papar Yudhi. 
 
Menanggapi temuan tersebut, Soegiharto Santoso alias Hoky selaku Ketua Dewan Pengarah LSP SDM TIK sangat senang dan menyatakan akan selalu mematuhi pedoman BNSP yang sudah ditetapkan.
 
“Saya senang dengan hasil penyaksian uji kompetensi ketiga ini, karena hanya ada tiga dokumen yang menjadi temuan serta hanya bersifat minor, sehingga kami yakin dalam waktu dekat akan dapat segera kami perbaiki, saya juga berkomitmen tentang LSP SDM TIK akan selalu mendukung serta mematuhi pedoman BNSP yang sudah ditetapkan oleh pihak BNSP, karena penting untuk menjaga mutu dan kualitas sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh LSP SDM TIK,” tegas Hoky yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Aptiknas.
 
Hal senada juga disampaikan oleh Ardian Elkana selaku Dewan Pengarah LSP SDM TIK dan menjabat sebagai Dewan Pengawas ASCI (Asosiasi Cyber Content Indonesia) serta menjabat sebagai Direktur Utama Castle Production, “Saya juga senang dengan hasil penyaksian uji kompetensi ini dan saya juga sependapat dengan apa yang telah disampaikan oleh Pak Hoky.”
 
Sementara itu, Totok Sediyantoro selaku Ketua LSP SDM TIK menyampaikan, karena hari ini ada Asesor di skema Pengembangan Cloud Computing berhalangan hadir, maka saya harus menggantikan menjadi asesornya serta menugaskan Asesor Farida Nurlaila di skema Junior Web Programmer dan Asesor Aulia Rachman di skema Programmer Mobile Pratama serta Asesor Septiana Ningtyas di skema Pemrograman Junior, dimana proses uji kompetensi asesmen seluruhnya tetap dapat berjalan dengan baik dan lancar, karena asesor dan Tim Manajemen LSP SDM TIK telah siap menjalankan seluruh prosesnya.
 
“Saya berharap LSP SDM TIK dapat segera memperoleh sertifikat lisensi dan setelah memperoleh sertifikat lisensi dari BNSP untuk melakukan operasional, maka kami secara paralel akan melakukan penambahan ruang lingkup untuk skema di bidang TIK, sebab masih banyak skema yang sangat dibutuhkan di bidang TIK, utamanya di bidang cyber security,” pungkas Totok yang telah mengikuti pelatihan pengelolaan LSP angkatan II dari BNSP beberapa waktu yang lalu. (DJ/NJK)

______________

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: redaksi@pewarta-indonesia.com. Terima kasih.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA