by

Djohar Arifin Buka Kegiatan Bimtek Pemasaran Ekonomi Kreatif di Langkat

KOPI, Langkat – Anggota Komisi X DPR RI Prof. Dr. Djohar Arifin Husin membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) pemasaran ekonomi kreatif bagi pelaku usaha di Langkat. Acara tersebut bertempat di Gedung PKK Langkat, Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Langkat, di Stabat, Selasa (27/10/2020). 

Bimtek tersebut diselenggarakan oleh Direktorat Pemasaran Ekonomi Kreatif, Deputi Bidang Pemasaran, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atas inisiatif dari anggota Komisi X DPR RI Djohar Arifin Husin. 

Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Langkat H Syah Afandin S.H, Koordinator Pemasaran Musik dan Seni Pertunjukkan Kemenparekraf/Baparekraf I’Made Dodi Narindra selaku pematari. Selanjutnya Iyus Beelovo sebagai pembicara/pemateri dari LPK Kompetinsi Indonesia. Hadir juga Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Langkat Hj. Nur Elly Heriani Rambe M.M beserta staf dan peserta Bimtek dengan jumlah berkisar 100 orang. 

Djohar Arifin dalam arahannya mengatakan, agar para peserta dapat memanfaatkan pelatihan ini sebaik-baiknya. “Semoga saja dengan Bimtek ini nantinya pelaku usaha bisa meningkatkan perekonomian dari usa yang ditekuni masyarakat, sepert usaha manisan Halua ini misalnya, maupun yang lainnya. Djohar juga berharap, agar pelaku usaha ini dapat memahami strategi pemasaran usaha Halua. Baik itu kemasan, merek/lebel, isi berat bersih prodak yang dijual harus jujur, kebersihan prodak, pelayan, serta bagaimana cara mempromosikan prodak. Pelaku usaha juga bisa mempergunakan promosi usaha melalui jasa online,” sebut Djohar Arifin. 

Sementara itu, Koordinator Pemasaran Musik dan Seni Pertunjukan Kemenparekraf/Baparekraf, I’Made Dodi Narindra mengatakan, usaha manisan Halua dari aneka buah-buahan ini memiliki potensi yang besar. Namun sebut I’Made Dodi Narindra, pelaku usaha Halua dari Langkat ini harus memperhatikan kemasan (tempat/wadah) yang mau dijual atau dipasarkan. Begitu juga dengan rasa dan warna Halua yang akan dijual harus dapat memikat pembeli nantinya. 

Selain usaha manisan Halua dari buah, potensi usaha lainya juga banyak. Kita harus mengikuti perkembangan teknologi jaman saat ini. Contohnya usaha dibidang sub sektor yang potensial saat ini cukup besar, seperti per filiman, aminasi, vidio. Adajuga usaha di sub sektor permainan, seperti gem dan lainnya, dengan femanfaatan teknologi yang saat ini sudah ada ditangan masyarakat, seperti peralatan hanphon andoid, laptop dan lainnya. 

Sementara itu, Iyus Beelovo yang juga sebagai pemateri Bimtek menjelaskan secara detail bagaimana prodak usaha masyarakat bisa maju dan bisa meningkatkan penghasilan usaha, sehingga bisa dipasarkan keluar daerah. 

“Pelaku usaha harus memilki merek prodak usaha, branding prodak, ciptakan persepsi usaha, perkuatkan brending usaha agar bisa maju,” uangkapnya Iyus Beelovo, seraya memperbandingkan usaha ke usaha lainnya. Menurutnya, prodak itu laku karena brending usahanya yang memikat pembeli. Prodak murah belum tentu laku, meskipun satu dalam satu jenis usaha yang sama. Prodak itu bisa dikalahkan oleh suatu prodak yang terkenal dengan mereknya, dan brending prodak yang sudah didesein baik dan maju serta menarik. 

Terkait kemasan/pembungkus suatu prodak itu harus terlihat menarik, indah dipandang konsumen, termasuk mutu prodak harus bersih. Sebab, sekali saja konsumen membeli prodak makanan dengan mutu kurang bersih, akan membuat konsumen itu lari, dan isu tentang prodak itu akan jelek dari pembicaraan satu orang keorang lain. 

Sebelumnya diketahui, sebelum acara Bimtek dimulai, Bupati Langkat melalui wakilnya Syah Afandin mengucapkan selamat datang bagi pihak Direktorat Pemasaran Ekonomi Kreatif, Deputi Bidang Pemasaran, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Kabupaten Langkat. 

Kemudian Wakil Bupati ini juga mengatakan ucapan terimaksihnya kepada anggota Komisi X DPR RI Prof. Dr. Djohar Arifin Husin, dimana telah membawa dan menggandeng pihak Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sehingga bisa membuat kegiatan Bimtek di Langkat, sebutnya Syah Afandin, seraya mengatakan para peserta Bimtek harus mampu mendapatkan ilmu dari pelaksanaan Bimtek ini. 

Kadis Pariwisata Hj. Nur Elly Heriani Rambe M.M mengatakan,  dipelatihan ini semoga bermanfaat bagi ibu-ibu. Pihaknya juga berharap pihak Kemeterian Pariwisata Ekonomi Kretif ini agar bisa membantu pelaku usaha dari program yang lainnya, terkhusus terkait modal bagi pelaku usaha. 

Untuk pelaku usaha yang sudah ada, kami dari Dinas Pariwisata bersiap membantu pemasaran prodak kaum ibu-ibu, namun tentu saja prodak yang diciptakan itu menarik, baik dari segi kemasan maupun citarasanya.(reza fahlevi) 

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA