Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



    POLLING WARGA
    Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
     

    Ketum PPWI Beri Ceramah di Depan Peserta Rakernis Humas Polri

    KOPI, Jakarta – Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, didaulat untuk memberikan ceramah di depan para peserta Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Humas Kepolisian Republik Indonesia (Polri), bertempat di Ballroom, Hotel Diradja, Jl. Kapten Piere Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, Selasa, 4 Februari 2014 kemarin. Pada rakernis yang dihadiri oleh para perwira pertama dan perwira menengah di lingkungan Polri tersebut, Wilson menyampaikan presentase berjudul “Persepsi Publik terhadap Polri”. Sepanjang penyampaian materi ceramah dengan durasi lebih 90 menit tersebut, para peserta mengikuti paparan dengan antusias dan serius. Terlihat duduk sebagai peserta di deretan paling depan, salah satunya adalah Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto.

    Dalam paparannya, Wilson yang saat itu mengenakan kemeja lengan panjang warna merah tua, menunjukkan bagaimana pendapat masyarakat tentang kinerja Polri dalam beberapa tahun terakhir. Secara umum, publik Indonesia memberikan penilaian minus terhadap kinerja Polri. Bahkan, seperti yang dapat disaksikan melalui tayangan-tayangan di media televisi maupun media cetak, Polri sudah rusak. “Polri ini khan sudah rusak!” demikian pendapat pakar hukum senior, JE. Sahetapi, di sebuah diskusi yang ditayangkan televisi swasta nasional beberapa waktu lalu, yang dikutip oleh Wilson dan ditayangkan di depan para peserta rakernis.

    Penilaian buruk tentang Polri juga diungkapkan oleh beberapa responden media massa yang dipublikasikan secara luas, yang menuding para aparat penegak hukum ini menggunakan pakaian seragam Polri-nya sebagai tameng untuk “memeras” anggota masyarakat. Selain itu, Polri kerap melakukan penyiksaan terhadap rakyat dan merekayasa kasus-kasus yang mengorbankan orang yang tidak bersalah. Lagi, polisi juga sering terlibat dalam perkara kriminal dan inkosistensi sebagai penegak aturan. Semua itu terekam dalam presentase Wilson yang dikemas dalam bentuk tayangan real media massa yang dikumpulkan dari video-video berisi “kebrutalan polisi” di media online youtube.

    Setelah memaparkan tentang wajah Polri di mata publik saat ini, pada tahapan berikutnya, Wilson yang menyelesaikan studi pasca sarjananya di 3 negara Eropa itu menjelaskan tentang harapan publik terhadap Polri. “Bagaimanapun, rakyat butuh polisi selama hidupnya, sejak dia lahir hingga nanti meninggal dunia,” ujar Wilson. Rakyat, lanjutnya, sebenarnya amat merindukan Polri, namun ketika mereka datang ke institusi tersebut mereka tersadar bahwa cara kerja polisi tidak seperti yang diharapkan. “Ibaratnya, anggota masyarakat datang ke kantor polisi hendak lapor kehilangan kambing, namun hasilnya malahan kehilangan sapi,” tambahnya. Bahkan, ada beberapa kasus, orang yang lapor sebagai korban kejahatan, malah dijadikan tersangka. “Ini khan konyol buat masyarakat, akhirnya mereka berpikir apa gunanya kita lapor polisi, nanti malahan kena hukum?” jelas Wilson dengan nada bertanya di depan para Kabid Humas Polda se-Indonesia dan Kabag Humas Polres-polres serta belasan pejabat teras Divisi Humas Polri yang hadir di acara rekernis yang berlangsung dari tanggal 3 s/d 5 Februari 2014 tersebut.

    Wilson yang adalah juga lulusan PPRA Ke-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini menjelaskan dengan gamblang bahwa yang diharapkan masyarakat adalah pelaksanaan fungsi polisi sebagai pengayom, pelayan, dan pelindung setiap anggota masyarakat. Untuk itu, satuan kerja (satker) Humas di Polri seharusnya menjadi jantungnya kegiatan Polri secara keseluruhan. Mengapa demikian? Karena seluruh kegiatan manajemen dan operasional sebuah institusi ditentukan oleh ketersediaan informasi yang lengkap, akurat dan up-to-date serta pengelolaan sistim informasi yang baik yang digunakan dalam institusi demi mencapai tujuan yang hendak dicapainya. “Dalam mengayomi, melayani, dan melindungi rakyat, Polri perlu informasi tentang segala hal mengenai rakyat yang diayomi, dilayani, dilindunginya, tanpa informasi yang benar, lengkap, dan terkini, bagaimana mungkin Polri mampu memberikan yang terbaik bagi rakyat?” paparnya.

    Menurut Wilson, bahkan satker-satker lainnya di Polri seyogyanya mendapatkan segala informasi yang mereka butuhkan seharusnya dari satker humas. “Jadi, bagian reskrim, lantas, narkoba, dan bagian lainnya di Polri seharusnya tanya ke bagian humas tentang informasi yang mereka butuhkan saat akan bergerak, menangkap pelaku kriminal misalnya,” katanya. Di luar negeri, bagian humas kepolisian mereka yang pertama tiba dan mengumpulkan semua informasi di tempat kejadian perkara (TKP). “Misalnya ada kejadian kecelakaan lalu-lintas, humas yang bertugas kumpulkan informasi di TKP, bukan unit lain,” imbuhnya.

    Oleh karena itu, saran Wilson yang juga bertugas sebagai staf di Sekretariat Jenderal DPD-RI ini, ia merekomendasikan agar dilakukan perubahan mendasar di tubuh Kepolisian Republik Indonesia dengan menempatkan unit hubungan masyarakat sebagai leading sector, sebagai dapurnya segala aktivitas operasional Polri. Seluruh anggota Polri yang berjumlah 400.000 orang lebih di seluruh Indonesia harus difungsikan sebagai pengumpul informasi bagi humas di sela-sela tugas mereka sesuai tupoksi di unit masing-masing. “Bayangkan, jika 400.000 anggota Polri difungsikan sebagai jurnalis warga, mengumpulkan setiap informasi dari lingkungan masing-masing wilayah kerja dan menyampaikannya ke bagian humas Polri, tentu saja dengan mudah Polri memetakan persoalan yang dihadapi masyarakat, dan menemukan solusi terbaik dalam penanganannya,” urainya.

    Selain itu, lanjut Wilson, informasi tentang setiap kejadian atau kasus yang terjadi, dapat langsung dikumpulkan dan dibuatkan artikel beritanya dan dipublikasikan sesegera mungkin sesuai fakta lapangan. “Jangan sampai sudah diberitakan oleh media massa mainstream, Polri baru munculkan berita atau press release-nya, yang berbeda dengan informasi yang sudah beredar, tentu publik tidak akan percaya dengan informasi dari polisi karena beritanya sudah basi,” ujarnya.

    Terkait dengan keraguan memberitakan sebuah kejadian karena harus menunggu arahan pimpinan Polri, Wilson menegaskan bahwa pola kerja seperti itu perlu diperbaiki. Menurutnya, setiap anggota Polri yang bertugas di lapangan, ketika menangani sebuah kejadian, si petugas semestinya sudah dapat membuat berita tentang kejadian tersebut dan menyampaikannya ke puplik sesegera mungkin tanpa harus menunggu arahan pimpinannya. Nah, kebijakan pimpinan Polri harus mengikuti atau menyesuaikan dengan informasi yang sudah beredar di masyarakat. Jadi kebijakan yang diambil oleh pimpinan tidak bias, tidak ditumpangi kepentingan tertentu, karena informasi tentang kejadian itu, yang adalah fakta lapangan, telah dimunculkan oleh anggotanya segera setelah kejadian. “Jangan seperti selama ini, banyak sekali informasi yang dipublikasikan Polri berbeda dengan fakta lapangan karena sudah melalui proses arahan atasan, disamping berita sudah basi, tumpangan kepentingan tidak bisa dielakkan,” katanya.

    Untuk memperbaiki citra Polri, Wilson menjelaskan bahwa keterlibatan setiap anggota Polri dalam sistem jurnalisme warga sangat penting. Berbagai berita miring tentang kelakuan tidak pantas dari oknum-oknum berseragam coklat itu tetap harus mencul ke permukaan, dan ini menjadi bahan berita yang laris-manis oleh wartawan-wartawan profesional. Namun ada ratusan ribu kerja baik dan karya yang bermanfaat dari ratusan ribu anggota polisi lainnya setiap hari di tengah-tengah masyarakat dalam menjalankan tugasnya sebagai penegak hukum, pengayom, pelayan, dan pelindung masyarkat.

    “Nah, success story dan cerita kerja bagus polisi ini juga harus dimunculkan ke publik melalui pemberitaan di media massa,” katanya. Jika wartawan, lanjut Wilson, dan media mainstream tidak mau memuat beritanya karena tidak seksi, tidak menjual, dan alasan tidak ada duitnya, anggota Polri sebagai jurnalis warga dapat menggunakan media-media alternatif, media online, media sosial, dan lain-lain.

    “Saat ini sudah mulai bermunculan artikel dan berita kerja bagus beberapa polisi, seperti sosok Kapolsek yang jadi pengepul sampah dan bisa hidup dari kerja sampingan yang positif tersebut di Depok beberapa waktu lalu,” kata narasumber yang pernah menjadi guru selama hampir 17 tahun itu.

    Tetapi, kemunculan beberapa artikel bagus tentang anggota Polri tersebut masih sangat sedikit dibandingkan dengan jumlah Polri yang 400-an ribu di seluruh Indonesia. “Kalau kemampuan menulis artikel masih belum baik, PPWI siap membantu melatih menulis artikel atau berita bagi anggota Polri seperti yang sudah kita lakukan di tiga polda tahun 2013 lalu, yakni di Polda Kalsel, Polda Jambi, dan Polda Kalteng. Kita punya pola menulis artikel yang singkat, padat, sederhana, dan tidak butuh waktu lama; artikelnya 150 kata dalam 5 menit selesai dibuat, sudah memenuhi kriteria 5W + 1H yang dipersyaratkan,” jelas Wilson.

    Sebelum acara diskusi dan tanya-jawab, Wilson juga menayangkan profil institusi kepolisian Jepang yang dianggap sebagai salah satu institusi kepolisian terbaik di dunia, yang bahkan sistemnya diadopsi di banyak negara lain sejak belasan tahun lalu. Hal menarik yang perlu menjadi inspirasi bagi kepolisian Indonesia, menurutnya adalah bahwa ada unit khusus kepolisian Jepang yang dinamakan Koban (Pos Polisi) dan Chuzai-sho (Polisi Lingkungan Perumahan) yang menjadi bagian terpenting di kepolisian Jepang, berada di bagian hubungan masyarakat, yang tugas-tugasnya sebagian besar berhubungan dengan jurnalistik: mengumpulkan informasi dan data, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi tersebut ke publik melalui berbagi media, seperti faksimili, buletin, surat kabar, bahkan TV kabel. Semua kegiatan jurnalistik tersebut dilakukan dalam rangka mempermudah anggota masyarakat melakukan aktivitasnya dan mengantisipasi berbagai tindak kriminal maupun kejadian yang tidak diharapkan.

    “Selain di Jepang, di banyak negara maju, peran polisi sebagai pengayom, pelayan, dan pelindung masyarakat dititik-beratkan pada penyediaan dan inseminasi informasi yang baik, dan kegiatan terkait hal ini dikerjakan oleh bagian humas,” kata Wilson. Dirinya sangat mendukung bila Humas Polri memiliki surat kabar harian, stasiun radio dan televisi sendiri yang dikelola oleh Polri.

    Berhubung waktu yang kurang, sesi tanya-jawab hanya dapat dimanfaatkan oleh dua orang penanya saja, yakni oleh Kombes Pol Rikwanto dari Polda Metro Jaya dan Kombes Pol Fajar Setiawan Kabid Humas Polda Kaltim. Pertanyaan yang diajukan secara umum terkait persoalan pencitraan di media massa, gaji yang tidak memadai sehingga banyak oknum polisi mencari sampingan dengan pola memanfaatkan celah hukum yang dilanggar oleh anggota masyarakat, dan apa langkah terbaik dalam meningkatkan peran humas dalam situasi keberadaan humas di institusi Polri yang masih dipandang sebelah mata oleh pimpinan Polri.

    Rakernis Humas Polri tahun 2014 ini dihadiri oleh 78 pejabat Humas Polri di seluruh Indonesia, terdiri dari 31 Kabid Humas Polda, 31 Kabab Humas Polres di mana setiap Polda mengirimkan 1 kabag humas, 15 pejabat humas di Divisi Humas Polri, ditambah 1 orang pejabat PID Bareskrim Polri. Acara yang dimulai dari jam 10.30 s/d 12.10 wib itu turut diliput berbagai media massa ibukota dan pewarta PPWI Jakarta. (AL)**


    Artikel Lainnya:

     

    Tiongkok Melebarkan Sayap ke Indonesia , Proyek Prestisius One Belt One Way
    Minggu, 09 Juni 2019

    KOPI, Jakarta - Mimpi sang Perdana Mentri RRC / Tiongkok Xi Jinping perdagangan Jalur Sutra menghubungkan negaranya dengan negara Asia, khususnya Asia Tenggara. Bakalan segera tercapai dengan Proyek One Belt One Way ( Satu sabuk , Satu jalan) dengan nilai proyek US$ 91 Miliar atau Rp. 1.288 Triliun Pangsa pasar negara Asia berpotensi sangat besar dengan populasi jumlah penduduk separoh isi manusia di bumi ini . Dahulu kala perdagangan melalui... Baca selengkapnya...

    Massa ARJ Demo Mabes Polri “Save Kapolri”
    Rabu, 05 Juni 2019

    KOPI, Jakarta – Penghujung bulan Ramadhan ratusan orang massa Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) geruduk kantor Mabes Polri jalan. Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (4/6/2019). Dalam aksi itu, mereka mendukung Polri menuntaskan kasus kerusuhan dan menangkap otak dalang pelaku aksi rusuh 21-22 Mei 2019. Kini ribuan jumlah media online di Indonesia, Pewarta Indonesia.com merupakan Media online Standar Internasional (World Class) ketik  di... Baca selengkapnya...

    Top Secret : Siapa Dalang Pembunuhan Empat Orang Tokoh Nasional
    Sabtu, 01 Juni 2019

    KOPI, Jakarta – Terungkapnya rencana pelaku pembunuhan empat orang Tokoh Nasional, berawal dari polisi mengamankan seorang pelaku di Hotel Megaria, Cikini, Jakarta Pusat. Pihak kepolisian menemukan senjata api dan menyelediki lebih lanjut 6 enam orang   Teks Foto. Luhut dengan Bupati Bengkalis saat kunjungan kerja ke Propinsi Riau. (foto.didi)   tersangka sebagai eksekutor, penyedia senjata, donator operasional. Keenam tersangka yang... Baca selengkapnya...

    Kapan Saya dilantik Jadi Menteri Pak Presiden
    Jumat, 24 Mei 2019

    KOPI, Jakarta -  Pemilu serentak sudah usai , hasil Rapat Pleno KPU (Komisi Pemilihan Umum) pusat sebagai pemenang yakni Pasangan Capres Joko Widodo- Kyai H. Mar'uf Amin. Dengan perolehan suara 55,5 % dari Pasangan Prabowo Subianto dengan Sandiaga uno. Tim sukses (Tim Ses) pun bertanya dalam hati, siapa tahu gua ditunjuk oleh Presiden menjadi Mantari (red, tukang suntik orang sakit) eh salah  jadi Mentri. Saya sudah bekerja siang malam untuk... Baca selengkapnya...

    Prediksi Nama Anggota DPRD Pekanbaru Hasil Pemilu Serentak , Periode 2019-2024
    Jumat, 24 Mei 2019

    KOPI, Pekanbaru – Ditempat kerjanya, Pengamat Politik Riau sebut saja namanya Aji Somek mengatakan “ Ingin menjadi anggota Dewan membutuhkan Tenaga, materi, Timses yang Solid, sang calon Dewan tidak sombong/angkuh, sering mengunjungi warga dapilnya bukan hanya saat Pemilu saja minimal sekali setahun. Menepati janji aspirasi saat kampanye (red. pengaspalan jalan, Lampu penerangan , air bersih,  Seminisasi gang, dll) Bapak/Ibu si Anu tuh... Baca selengkapnya...

    LSM TOPAN- AD Laporkan Dugaan Penyalagunaan Wewenang dan Anggaran Pengadaan Sapi Distanak Riau
    Jumat, 17 Mei 2019

    Teks Foto. Kajati Riau Uung Abdul Syakur (kemeja putih) saat HUT Adyaksa ke 58 . (foto .Didi Rinaldo) KOPI, Pekanbaru – Ketua LSM TOPAN-AD ( Team Observasi Penggunaan Anggaran Negara dan Anggaran Daerah) Propinsi Riau , Maruar Sianturi SE di kantor Kejaksaan Tinggi Riau tanggal (2/5-2019) memakai baju seragam jas berwarna hijau mengatakan “ Kami melaporkan dugaan penyalahgunaan wewenang atau jabatan dalam pengadaan hewan ternak dalam hal... Baca selengkapnya...

    Rumah Zulkifli AS Walikota Dumai, Digeledah oleh KPK
    Senin, 06 Mei 2019

    KOPI, Dumai – Ditempat kerjanya, sebut saja namanya Aji Somek mengatakan “ Propinsi Riau terkenal dengan negeri Petro Dollar. Dikarunia oleh SDA (Sumber Daya Alam) yang melimpah ruah. Tetapi masyarakata banyak yang miskin. Termasuk penulis yang kurang duit. SDAnya menikmati segelintir orang, penduduknya hanya sebagai penonton di negeri sendiri. Hasil alamnya Bawah tanah minyak bumi, diatas tanah minyak Kelapa Sawit (CPO) , diatas kepala... Baca selengkapnya...

    INTERNASIONALRibuan Warga Israel Demo Koruptor Netan.....
    02/06/2019 | Didi Rinaldo
    article thumbnail

    KOPI, Di negara Indonesia ratusan orang para Koruptor/maling uang negara masuk penjara dari kepala Daerah (red. Gubernur, Walikota, Bupati, Pejabat, K [ ... ]



    NASIONALPasca Rekapitulasi Pemilu oleh KPU.....
    22/05/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, "Wah KPU kerjanya malam-malam seperti kampret," begitulah ramai orang yang protes dengan kinerja KPU. Sebelumnya ramai diberitakan ba [ ... ]



    DAERAHDesa Saitnihuta Dapat Bantuan Pembanguna.....
    24/05/2019 | Marly Sihombing

    KOPI, TOBA SAMOSIR - PT. Toba Pulo Lestari menyalurkan bantuan dari Community Development (CD)sebesar Rp 215 juta ke Desa Saitnihuta, Kecamatan Dolok [ ... ]



    PENDIDIKANPerkuat Keilmuan, Kader PII Kediri Gelar.....
    10/06/2019 | Sktw

    Kediri – Sebagai generasi penerus bangsa, kader Pelajar Islam Indonesia (PII) di Kabupaten Kediri terus berupaya mengembangkan wawasan dan khazanah  [ ... ]



    EKONOMICalon Tunggal Musprov VI Kadin Aceh.....
    18/06/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Teka-teki jalannya Musprov VI Kadin Aceh sudah terjawab. Bila sebelumnya terdengar ramai dengan 5 calon ketua umum Kadin Aceh, akhirnya  [ ... ]



    HANKAMGoblok .... Orang Mencalonkan Presiden A.....
    11/06/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta – Ditempat kerjanya, sebut saja namanya Sugeng Triwardono menarasikan "Kepada oknum Jendral –jendral Purnawirawan (purn) Gaek/pensiu [ ... ]



    OLAHRAGAMahasiswa Yang Petinju Ini, Menangkan Pe.....
    06/04/2019 | Danny Pantas Siagian

    KOPI, JAKARTA - Sulistyono, petinju yang juga mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Mpu Tantular (UMT) Jakarta ini, menangkan pertarungan partai kelas [ ... ]



    PARIWISATAKebun Binatang Kasang Kulim Memiliki 121.....
    10/06/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru- Kebun Binatang Kasang Kulim beralamat Jl. Lingkar Ring Road, dekat SMA Plus, Kabupaten, Kampar, propinsi Riau. Merupakan icon satu-  [ ... ]



    HUKUM & KRIMINALAda Apa Dengan Polda Riau ? Belum Menet.....
    14/06/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru- Wakil Bupati Bengkalis H.Muhammad tersandung kasus dugaan korupsi pemasangan Pipa Transmisi PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) kabup [ ... ]



    POLITIKKamis 21 Mei 1998, Peristiwa Reformasi I.....
    22/05/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Bangsa Indonesia pada setiap tanggal 21 Mei selalu memperingati peristiwa Reformasi Indonesia. Waktu sangat cepat berlalu dan hari ini, [ ... ]



    OPINIAda Apa Dengan KPK, Belum Menetapkan, Me.....
    13/06/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI,  Jakarta - Ditempat kerjanya, sebut saja namanya Abraham Somek (red. dulu ketua KPK Abraham Samad) menarasikan " Penegakan hukum di Negara Kesa [ ... ]



    PROFILAKP Zulkarnain Jabat Kapolsek Siak Hulu,.....
    02/06/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Siak Hulu- Sertijab (Serah Terima jabatan) Kapolsek Siak Hulu dari Kompol Arvin ke AKP Zulkarnain , dilaksanakan di Mapolsek Siak Hulu, Sabtu (1 [ ... ]



    SOSIAL & BUDAYAHalal Bi Halal 1440 H, Bersama DPRK Band.....
    13/06/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Kita baru saja menyelesaikan ibadah puasa Ramadhan 1440 H dan merayakan lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1440 H. Setelah libur panjang, a [ ... ]



    ROHANIMasyarakat Rohul Hadiri Buka Puasa Bersa.....
    19/05/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru- Ratusan orang masyarakat kabupaten Rokan Hulu (Rohul)berdomisili di Pekanbaru menghadiri buka Puasa bersama yang ditaja oleh Pemkab R [ ... ]



    RESENSIGratis..!!! Buku Karya Mualaf Zaman Now,.....
    03/04/2019 | Redaksi KOPI

    KOPI, Jakarta – Tidak bisa dipungkiri buku ini merupakan sebuah karya fenomenal yang sangat menghebohkan di awal tahun 2019 dan belum pernah Anda ju [ ... ]



    CERPEN & CERBUNGSuami Genjot Becak, Istri Malah Kena Gen.....
    08/10/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI - Memang tak ada undang-undang yang melarang tukang becak beristri cantik, karena semua itu tergantung rejeki dan kelihaian lobi masing-masing. M [ ... ]



    PUISIMenatap Rasa.....
    07/06/2017 | Mas Ade

    Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



      CURAHAN HATIIndra Pomi : Instruksikan Pegawainya M.....
      17/06/2019 | Didi Rinaldo
      article thumbnail

      KOPI, Pekanbaru – Seorang warga Pekanbaru, sebut saja namanya Aji Somek mengeluhkan banyak jalan rusak dan berlobang semenjak musim hujan. Jalan ru [ ... ]



      SERBA-SERBIOknum Jaksa Wanita AR Selingkuh dengan T.....
      07/06/2019 | Didi Rinaldo
      article thumbnail

      KOPI, Denpasar , Bali- Dulu oknum Wanita “Makan Hati” ulah suaminya selingkuh, Era zaman Milenial ini oknum Pria yang “Makan Jantung” istrinya [ ... ]



      Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.