Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



    POLLING WARGA
    Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
     

    Fahd Djibran: Sang Lokomotif Industri Kreatif Berbasis Penerbitan

    Pewarta-Indonesia, Menulis merupakan petanda orang yang mencoba beradab. Pasalnya, peradaban terlahir dari ketulusan hati dalam menuangkan gagasanya melelui tarian pena. Tanpa itu semua niscaya kebudayaan akan tetap bertahan hingga di kenang orang.

    Lemahnya, kebiasaan angkat pena dikalangan pelajar dan aktivis pergerakan membuktikan keberadaan kaum intelek sudah tak lagi akrab pada budaya tulisan, melainkan lisan. Itulah yang dirasaka oleh Fahd Djibran, Pemimpin Redaksi di Juxtapose Korporasidea, sebuah perusahaan penerbitan terkemuka di Yogyakarta.

    Dalam perbincangan dengan Sunan Gunung Djati belum lama ini Fahd Djibran mengungkapkan aktivitas menulis baginya “Seandainya kakek saya, semasa hidupnya menulis sesuatu, mungkin sekarang saya mengenal siapa dia. Tetapi itu tak pernah terjadi. Tak selembarpun tulisan yang diwariskan kakek pada saya.” ungkap pria kelahiran Cianjur, 22 Agustus 1986.

    Namun sayang, “Saya tak pernah tahu isi kepala kakek, selain bahwa dia adalah seorang lelaki tua leluhur saya. Maka jangan salahkan saya, jika saya lebih mengenal Karl Marx, Gabriel Garcia Marquez atau Pramoedya Ananta Toer, yang bukan siapa-siapa saya, daripada kakek saya sendiri.” keluh alumnus Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyyah Yogyakarta ini.

    Dendam itulah menjadi energi besar yang mendorong saya untuk terus menulis. “Saya tak mau dilupakan sejarah. Saya mau jadi orang yang berkesadaran sejarah. Maka saya memutuskan untuk menulis. Agar kelak, jika cucu saya tak sempat tahu apa yang kakeknya pikirkan dan bicarakan semasa hidupnya, ia bisa mengenal kakeknya lewat tulisan-tulisannya. Setidaknya, menulislah untuk menuntaskan dendam itu.” harapan pegiat Otak Kanan Creative Studio.

    Saat ditanya adakah kiat-kita dalam mentradisikan menulis, “Bagi saya, tak perlu kiat dalam menulis. Menulislah dengan cara apa saja yang paling menyenangkan.” tegas mantan Executive Director Prophetic Freedom Project.

    Kecintaanya pada dunia menulis diawali sejak berada di bangku sekolah Madrasah Aliyah Darul Arqam Muhamadiyyah Garut, hingga sekarang dan membuahkan sejumlah penghargaan, diantaranya; penulis esai terbaik versi UNICEF Young Writer Award; DAR!Mizan Unlimited Creativity Award sebagai penulis terbaik (2006);  Nominator Ahmad Wahib Award (2008); Nominator Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa untuk bidang kreatif (2009).

    Tak hanya itu, Ia juga melahirkan lebih dari 15 Maha Karya (buku) antara lain; Kucing (Magnum Opus Project, 2004); Being Superstar (DAR!Mizan, 2005); Revolusi Sekolah (DAR!Mizan, 2006); Insomnia | Amnesia: Catatan Mahasiswa Insomnia Bagi Bangsa yang Amnesia (UMY Press, 2007); Writing is Amazing! (Juxtapose, 2008); A Cat In My Eyes: Karena Bertanya Tak Membuatmu Berdosa (GagasMedia, 2008); Qum! (Penerbit MMP, 2009); Curhat Setan: Karena Berdosa Membuatmu Selalu Bertanya (GagasMedia, 2009).

    Kini, bersama temen-temennya mendirikan Juxtapose Korporasidea dengan tiga lini Penerbit Juxtapose, Penerbit Eduka, dan Penerbit MMP.

    Juxtapose Korporasidea adalah perusahaan yang dibangun dengan cita-cita menyejajarkan (juxtaposing) prinsip-prinsip bisnis konvensional (corporation) dengan kemewahan gagasan dan ilmu pengetahuan (idea).

    Artinya sejak awal perusahaan ini memosisikan dirinya sebagai ‘rumah kreativitas’ bagi para pecinta dunia ide dan ilmu pengetahuan untuk menghadirkan produk-produk ‘pikiran’ mereka di ruang publik dan layak dipasarkan (from mind to market).

    Perusahaan ini didirikan pada tahun 2006 oleh beberapa mahasiswa dan seorang senior mereka. Pada awalnya mereka bertujuan membangun aras baru karya-karya intelektual di Indonesia agar bisa membuka dan mengembangkan wawasan masyarakat pembaca

    Indonesia secara luar. Dimulai hanya menerbitkan buku-buku terjemahan penulis terkemuka dari luar negeri, secara bertahap karakter Juxtapose Korporasidea menemukan bentuknya melalui karya-karya intelektual yang mewakili berbagai sudut pandang, secara serius dan modern.

    Pada awalnya Juxtapose Korporasidea hanya memiliki satu imprint, yakni Juxtapose. Namun dalam perkembangannya, seiring dengan prinsip modern bussines dan creative paradigm yang dipegang teguh para generator gagasan dalam perusahaan ini, untuk menjawab kebutuhan perkembangan bisnis yang berkembang pesat, Juxtapose Korporasidea membentuk Kelompok Penerbit Juxtapose Korporasidea sebagai perusahaan induk (holding company) dan meluncurkan tiga imprint pada akhir tahun 2008, yakni Penerbit Juxtapose, Penerbit Eduka, dan Penerbit MMP. Tahun 2009 ada lini baru yaitu Saroba.

    Sejak saat itu, Juxtapose Korporasidea terbagi dalam unit-unit yang otonom dan dinamis sehingga dapat beradaptasi terhadap cepatnya perubahan lingkungan bisnis perbukuan Indonesia.

    Lebih jauh menuturkan, Sekarang sudah lebih dari 100 judul sejak tahun 2006. Dari hanya menerbitkan satu buku sebulan di tahun pertamanya, Kelompok Penerbit Juxtapose Korporasidea kini telah mampu memproduksi lebih dari 10 judul buku per bulan atau mencapai 200 judul buku per tahunnya.

    Sebagai perusahaan baru di bidang industri kreatif, khususnya percetakan dan penerbitan, Juxtapose Korporasidea telah menunjukkan kualitasnya dengan menerbitkan buku-buku terbaik dari penulis-penulis terbaik di Indonesia. Bahkan, pada bulan April 2009, Juxtapose Korporasidea meluncurkan program Hibah Penerbitan Naskah Kreatif senilai 200 juta rupiah yang disambut positif oleh berbagai kalangan penulis di tanah air. Program ini rencananya akan diselenggarakan secara rutin setiap tahunnya.

    Melihat pasar buku Indonesia yang terus berkembang—kini pasar buku Indonesia diperkirakan bernilai 7–10 T per tahunnya—dan peningkatan daya baca masyarakat Indonesia, Juxtapose Korporasidea berkomitmen untuk menjadi perusahaan penerbitan dan percetakan terkemuka di Indonesia yang menyajikan buku-buku bermutu dan berkualitas kelas satu.

    Dalam upayanya menuju ke arah itu, Juxtapose Korporasidea melalui berbagai jaringan kreatif berbasis komunitas yang terus dijaga dan diperluas, terus-menerus melakukan yang terbaik untuk dunia pengetahuan dan kreativitas Indonesia.

    Bisa diceritakan soal ide awal tentang hunting penulis-penulis muda kretif dan Hibah Penerbitan Naskah Kreatif senilai 200 juta?

    Sebetulnya banyak penulis yang punya naskah yang siap diterbitkan, tapi kebanyakan dari mereka nggak sadar kelak naskah itu mau diapakan, dijual seperti apa, siapa pembacanya, bagaimana desainnya, dan seterusnya.

    Banyak penulis yang mengira bahwa pekerjaannya selesai ketika naskahnya selesai ditulis dan selesai dicetak. Mereka lupa naskahnya harus sampai dengan baik ke tangan pembacanya. Di sini butuh banyak kerja dan strategi kreatif, mulai dari market mapping,  desain, strategi promosi dan lainnya yang juga harus disadarai para penulis (nggak bisa begitu saja mengandalkan penerbit dan distributor).

    Nah, Juxtapose Korporasidea melalui hibah itu ingin menemukan penulis-penulis yang memiliki daya kreatif lebih besar, yang bisa menemukan pasar dan pembacanya melalui apa yang ia lakukan dengan naskahnya. Sebab buku adalah sebuah karya seni, ia terkait dengan banyak faktor.

    Dan seharusnya penulis juga mendi seniman yang kreatif menegosiasikan banyak faktor itu agar karyanya diterima masyarakat pembaca.  Itu dari sisi penulis, kita ingin melakukan kerja penyadaran bahwa menjadi penulis bukan sekadar bikin tulisan—lalu sudah! Kita ingin mengajak para penulis memasuki era creative writing. Jadi penulis juga dituntut membuat desain karyanya sapai bagaimana karyanya bisa sampai pada para pembacanya.

    Dari sisi penerbit sebenernya ini strategi pencarian naskah. Apa bedanya dengan menunggu naskah datang secara biasa? Minimalnya sebuah penerbit punya alokasi dana untuk mencetak sebuah buku pada kisaran 10-20 juta, bisa lebih tergantung oplag dan proses produksinya.

    Kita main di oplag 2000-3000 eksamplar dengan proses produksi yang biasanya memakan biaya 20-an juta rupiah. Sebulan kita menerbitkan minimal 4 naskah, artinya 80-an jutaan sebulan untuk biaya produksi. Melalui program hibah itu kita nyari 10 naskah yang akan diterbitkan dalam tiga periode salama Agustus-Februari.

    Sama saja bukan? Sama saja seperti mengeluarkan biaya regular untuk produksi. Dari 100-an peserta hibah, kita pilih 10 terbaik yang karya-karyanya akan kita terbitkan senilai masing-masing 20 juta rupiah.

    Sudah sejauh mana perkembanga nasib para Pemenang Hibah Penerbitan Naskah Kreatif Juxtapose Korporasidea 2009 itu?

    Sekarang sedang proses penerbitan tiga naskah pertama yang akan diterbitkan di periode pertama (Agustus-Oktober). Naskah-naskah lainnya masih dalam proses penyelesaian oleh masing-masing penulisnya.

    Sambil didampingi oleh editor dari Juxtapose, semua penulis sudah menjalin komunikasi dengan masing-masing editornya. Sesuai dengan periode yang ditetapkan, masing-masing pemenang juga akan memasuki tahap perjanjian kontrak penerbitan dengan pihak Juxtapose Korporasidea.

    Ketika ditanya proyek WRITHINK IS AMAZING!?, Ia menjelaskan WRITHINK IS AMAZING adalah program pelatihan menulis kreatif yang diselenggarakan oleh Juxtapose Korporasidea. Program ini mengajak para pesertanya untuk melakukan creative writhink.

    Program ini direncanakan dilakukan secara berkala setiap tiga bulan sekali, pesertanya dibatasi hanya 20 orang. Yang bebeda dari program pelatihan atau workshop menulis lainnya adalah, di akhir program karya seluruh peserta akan diterbitkan dalam bentuk antologi oleh Juxtapose Korporasidea.

    Sekarang baru “gerombolan pertama”, saat ini sedang proses penerbitan buku antologi alumni gerombolan pertama. Temanya tentang Ibu. Dalam rangka menyambut hari Ibu 22 Desember nanti.

    Dalam program ini peserta juga diajarkan konsep creative publishing, menerbitkan buku sebanyak ratusan eksamplar dengan modal hanya 20 ribu rupiah saja! Mau tahu caranya? Ayo ikutan WRITHINK IS AMAZING Gerombolan Kedua.

    Sampai hari ini adakah semacam alumni buat “Gerombolan” pertama itu?, Ia menjawabnya “Ya, mereka menerbitkan karyanya secara bersama. Ada group di facebook, milis, dan sedang berencana biki blog bareng.” [Ibn Ghifarie]

    Sumber image: google.co.uk

     

    Kapan Saya dilantik Jadi Menteri Pak Presiden
    Jumat, 24 Mei 2019

    KOPI, Jakarta -  Pemilu serentak sudah usai , hasil Rapat Pleno KPU (Komisi Pemilihan Umum) pusat sebagai pemenang yakni Pasangan Capres Joko Widodo- Kyai H. Mar'uf Amin. Dengan perolehan suara 55,5 % dari Pasangan Prabowo Subianto dengan Sandiaga uno. Tim sukses (Tim Ses) pun bertanya dalam hati, siapa tahu gua ditunjuk oleh Presiden menjadi Mantari (red, tukang suntik orang sakit) eh salah  jadi Mentri. Saya sudah bekerja siang malam untuk... Baca selengkapnya...

    Prediksi Nama Anggota DPRD Pekanbaru Hasil Pemilu Serentak , Periode 2019-2024
    Jumat, 24 Mei 2019

    KOPI, Pekanbaru – Ditempat kerjanya, Pengamat Politik Riau sebut saja namanya Aji Somek mengatakan “ Ingin menjadi anggota Dewan membutuhkan Tenaga, materi, Timses yang Solid, sang calon Dewan tidak sombong/angkuh, sering mengunjungi warga dapilnya bukan hanya saat Pemilu saja minimal sekali setahun. Menepati janji aspirasi saat kampanye (red. pengaspalan jalan, Lampu penerangan , air bersih,  Seminisasi gang, dll) Bapak/Ibu si Anu tuh... Baca selengkapnya...

    LSM TOPAN- AD Laporkan Dugaan Penyalagunaan Wewenang dan Anggaran Pengadaan Sapi Distanak Riau
    Jumat, 17 Mei 2019

    Teks Foto. Kajati Riau Uung Abdul Syakur (kemeja putih) saat HUT Adyaksa ke 58 . (foto .Didi Rinaldo) KOPI, Pekanbaru – Ketua LSM TOPAN-AD ( Team Observasi Penggunaan Anggaran Negara dan Anggaran Daerah) Propinsi Riau , Maruar Sianturi SE di kantor Kejaksaan Tinggi Riau tanggal (2/5-2019) memakai baju seragam jas berwarna hijau mengatakan “ Kami melaporkan dugaan penyalahgunaan wewenang atau jabatan dalam pengadaan hewan ternak dalam hal... Baca selengkapnya...

    Rumah Zulkifli AS Walikota Dumai, Digeledah oleh KPK
    Senin, 06 Mei 2019

    KOPI, Dumai – Ditempat kerjanya, sebut saja namanya Aji Somek mengatakan “ Propinsi Riau terkenal dengan negeri Petro Dollar. Dikarunia oleh SDA (Sumber Daya Alam) yang melimpah ruah. Tetapi masyarakata banyak yang miskin. Termasuk penulis yang kurang duit. SDAnya menikmati segelintir orang, penduduknya hanya sebagai penonton di negeri sendiri. Hasil alamnya Bawah tanah minyak bumi, diatas tanah minyak Kelapa Sawit (CPO) , diatas kepala... Baca selengkapnya...

    Dirut ”Habis Token Gelap Gulitalah” Ditahan KPK Terlibat Korupsi
    Rabu, 24 April 2019

    KOPI, Jakarta- Di tempat kerjanya “Kangmas Sutisyoso mengatakan” Buku RA. Kartini terkenal dengan Habis Gelap Terbitlah Terang. Dirut PLN (Perusahaan Listrik Negara) "Habis Token Gelap Gulitalah” di tahan KPK, terlibat korupsi pembangunan pembangkit Listrik Riau I. Kadangkala Petugas PLN di lapangan sebulan menunggak listrik lansung meteran ia bongkar, tega amat sih. Terpaksa kami memakai meteren listrik prabayar yakni TOKEN listrik.... Baca selengkapnya...

    Heboh Tentang Cucu Jokowi
    Rabu, 30 Januari 2019

    KOPI, Jakarta – Cuitan Hidayat Nur Wahid dalam postingan @kun Twitter miliknya, ia menuding cucu Joko Widodo Jan Ethes menjadi alat kampanye. Dalam cuitannya tersebut, ia menuliskan bahwa Jokowi sengaja menjadikan Ethes sebagai alat kampanye. "Ini Jan Ethes yg pernah sebut @jokowi, kakeknya, sbg “Artis” ya? Tapi bgmn kalau ini jadi legitimasi pelibatan anak2 dlm kampanye? Bgmn @bawaslu_RI masih bisa berlaku adil kah?" tulisnya. Ditempat... Baca selengkapnya...

    PK Diajukan Tiga Kali Di Kasus Yang Sama, MA Tabrak Aturan?
    Rabu, 23 Januari 2019

      Foto: (ki-ka) Danny Siagian, Manahan Sihombing, Mangalaban Silaban, Sugiono KOPI, JAKARTA - Menurut pasal 66 ayat 1 UU No. 14 Tahun 1985 menyebutkan, permohonan Peninjauan Kembali (PK), diajukan hanya satu kali. Namun kenapa dalam kasus tanah Grant Sultan Deli, Medan milik ahli waris Datuk Muhamad Cheer (Dt. M. Cheer) di Mahkamah Agung (MA) bisa hingga 3 (tiga) kali? “Kenapa PK bisa sampai 3 (tiga) kali untuk kasus yang sama di... Baca selengkapnya...

    INTERNASIONALGary Gravelle Ancam Bunuh Presiden Donal.....
    15/05/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Amerika Serikat – Diluar negeri mengancam membunuh Kepala Negara mendapat respon dari pihak keamanan Anda lansung di tangkap. Hukuman Penjara  [ ... ]



    NASIONALPasca Rekapitulasi Pemilu oleh KPU.....
    22/05/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, "Wah KPU kerjanya malam-malam seperti kampret," begitulah ramai orang yang protes dengan kinerja KPU. Sebelumnya ramai diberitakan ba [ ... ]



    DAERAHDesa Saitnihuta Dapat Bantuan Pembanguna.....
    24/05/2019 | Marly Sihombing

    KOPI, TOBA SAMOSIR - PT. Toba Pulo Lestari menyalurkan bantuan dari Community Development (CD)sebesar Rp 215 juta ke Desa Saitnihuta, Kecamatan Dolok [ ... ]



    PENDIDIKANMeriah, Karnaval Jelang Ramadan SD Muham.....
    05/05/2019 | Supadiyanto, M.I.Kom.

    KabarIndonesia - Seluruh guru, karyawan, murid, dan kepala sekolah SD Muhammadiyah Sragan mengadakan Karnaval menyambut Ramadan pada Jumat, 3 Mei 2019 [ ... ]



    EKONOMIALMISBAT Laporkan Kementan, Kemendag ke.....
    16/05/2019 | Didi Rinaldo
    article thumbnail

    KOPI, Jakarta - Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat), organisasi relawan pendukung Presiden Jokowi yang berdiri sejak 2014, membe [ ... ]



    HANKAMMoeldoko : Tiada Maaf Buat HS, Ancam Pen.....
    16/05/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta – Ditempat kerjanya, sebut saja namanya Kangmas Roy Kusnen mengatakan “ Kepada masyarakat mengupload (unggah) video, foto di Media  [ ... ]



    OLAHRAGAMahasiswa Yang Petinju Ini, Menangkan Pe.....
    06/04/2019 | Danny Pantas Siagian

    KOPI, JAKARTA - Sulistyono, petinju yang juga mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Mpu Tantular (UMT) Jakarta ini, menangkan pertarungan partai kelas [ ... ]



    PARIWISATARamadhan Berkah di Festival Ramadhan 201.....
    17/05/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Selamat datang bulan suci Ramadhan 1440 H. Tahun ini bulan puasa atau bulan Ramadhan 1440 H, jatuh pada hari Senin, 6 Mei 2019. Sege [ ... ]



    HUKUM & KRIMINAL1 Kg Shabu Berhasil Diamankan oleh BNNK .....
    17/05/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Bulan suci Ramadhan 1440 H seharusnya diisi dengan kegiatan yang bermanfaat bukan dengan pekerjaan yang membawa celaka bagi orang lain.  [ ... ]



    POLITIKKamis 21 Mei 1998, Peristiwa Reformasi I.....
    22/05/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Bangsa Indonesia pada setiap tanggal 21 Mei selalu memperingati peristiwa Reformasi Indonesia. Waktu sangat cepat berlalu dan hari ini, [ ... ]



    OPINIViral di Medsos , Minurlin Istri Mantan .....
    13/05/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Bekasi – Ditempat kerjanya, sebut saja namanya Sugeng Triwardono mengatakan” Sontoloyo, kampret Ada “oknum" Perempuan Suaminya Tentara  [ ... ]



    PROFILViral di Medsos, Dua Jendral Acungkan S.....
    11/05/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta – Ditempat kerjanya, Kangmas Sutisyoso mengatakan “ Sontoloyo, dua orang Jendral (Pol) Salam Dua Jari kedua jenderal polisi itu ada [ ... ]



    SOSIAL & BUDAYAPlt Bupati Kampar Catur Sugeng Hadiri Pe.....
    21/01/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Sei Kijang Tapung Hilir - Rasa senang dan bahagia berada di tengah orang tua kami, Ninik mamak dan para pemangku adat yang ada di Kenagarian Tap [ ... ]



    ROHANIMasyarakat Rohul Hadiri Buka Puasa Bersa.....
    19/05/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru- Ratusan orang masyarakat kabupaten Rokan Hulu (Rohul)berdomisili di Pekanbaru menghadiri buka Puasa bersama yang ditaja oleh Pemkab R [ ... ]



    RESENSIGratis..!!! Buku Karya Mualaf Zaman Now,.....
    03/04/2019 | Redaksi KOPI

    KOPI, Jakarta – Tidak bisa dipungkiri buku ini merupakan sebuah karya fenomenal yang sangat menghebohkan di awal tahun 2019 dan belum pernah Anda ju [ ... ]



    CERPEN & CERBUNGSuami Genjot Becak, Istri Malah Kena Gen.....
    08/10/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI - Memang tak ada undang-undang yang melarang tukang becak beristri cantik, karena semua itu tergantung rejeki dan kelihaian lobi masing-masing. M [ ... ]



    PUISIMenatap Rasa.....
    07/06/2017 | Mas Ade

    Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



    CURAHAN HATIModus Penipuan Gerombolan Bandit Oknum .....
    27/04/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru – Zaman semakin canggih bermacam jenis modus penipuan saat ini. Kini penulis (red. didi rinaldo) bertanya kepada Pembaca. Zaman kin [ ... ]



    SERBA-SERBISepeda Motor Terjun Bebas dari Jembatan .....
    22/05/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Hati-hati bila Anda melintasi kawasan jembatan Pango. Apalagi yang melintas dari arah simpang BPKP melewati jembatan Pango. Seharusny [ ... ]



    Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.