Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



    POLLING WARGA
    Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
     

    Promosi Jabatan Cepat Para Pati TNI, Polri Harus Memiliki Akses ke Istana

    KOPI, Jakarta – Ditempat Kerjanya, Kangmas Sutisyoso menyatakan “ Ingin jabatan strategis setingkat (Panglima, Kapolri, Kasad, Kasal, Ksau ,dll) para Pati (Perwira Tinggi TNI, Polri) harus memiliki akses ke Istana. Bagaimanapun jua yang menentukan Ya atau Tidaknya Anda menduduki jabatan tersebut tergantung restu penguasa yakni Presiden” Cakap Pengamat Militer,Polri Indonesia yang Jennius.

    Karier Cepat Para Menantu Jendral Lingkungan Istana

    Cerita seputar promosi bagi Perwira Tinggi (Pati) yang memiliki akses ke Istana rupanya masih berlanjut. Belum reda kehebohan soal melesatnya karier Jenderal Andika Perkasa (Akmil 1987) berkat intervensi mertua (Hendropriyono, Akmil 1967), kini kasus hampir serupa kembali muncul: Brigjen Maruli Simanjuntak (Akmil 1992, Kasdam Diponegoro) ditetapkan sebagai Komandan Paspampres berdasarkan surat keputusan Panglima TNI tanggal 29 November 2018.

    Dalam posisi yang baru, Maruli akan berpangkat mayjen. Karier Maruli termasuk cepat, karena tak seorang pun dari dua generasi di atasnya (Akmil 1990 dan 1991) yang sudah berpangkat mayjen.

    Promosi tersebut tentu akan menarik perhatian publik mengingat Maruli adalah menantu Luhut Panjaitan (Menko Maritim, Akmil 1970). Hendropriyono dan Luhut Panjaitan adalah dua jenderal (purnawirawan) yang memiliki hubungan dekat secara personal dengan Presiden Joko Widodo.


    Kedekatan dua figur tersebut dengan Jokowi juga bukan sesuatu yang ideologis. Tidak perlu jauh-jauh menyebut keduanya perwira tinggi yang dibesarkan Orde Baru. Orang cukup melihat konteks kekinian saja. Pertama, Hendro dan Luhut bukan berasal dari PDIP, partai tempat Jokowi bernaung. Kedua, saya belum pernah mendengar Luhut dan Hendro secara terang-terangan mengagumi figur Bung Karno, Bapak Bangsa yang kembali menemukan pijakannya di panggung sejarah pada era Jokowi.

    Berpacu dengan waktu

    Politik acapkali dianggap rumit, meski tujuannya sangat sederhana: kekuasaan. Demikian, Hendropriyono dan Luhut nampak tengah berpacu dengan waktu untuk terus mengakumulasi kekuasaan.

    Tentu ada rujukan mengapa mereka bersikap seperti itu. Salah satunya adalah pengalaman yang pernah terjadi pada Presiden SBY, khususnya di bulan-bulan terakhir kekuasaannya (2014). Saat itu SBY tidak cepat-cepat melantik empat perwira tinggi yang pernah menjadi ajudannya pada periode pertama pemerintahannya (2004-2009). Fakta bahwa SBY tidak segera melantik mantan ajudannya adalah hal yang misterius. Pasalnya, pelantikan itu bisa dilakukan bila SBY menghendaki.

    Setelah rezim berganti, karier mantan ajudan akan secara perlahan memudar karena usia dan ketiadaan dukungan politik. Kini tinggal dua mantan ajudan SBY periode pertama yang masih aktif berdinas, yakni Laksdya Didit Herdiawan (Kasum TNI) dan Komjen Putut Eko Bayuseno (Irwasum Mabes Polri). Namun peluang mereka untuk menjadi kepala staf angkatan atau Kapolri praktis sudah tertutup.

    Pengalaman “terlambat” seperti inilah yang menjadi catatan (khususnya) bagi Hendro dan Luhut. Itu sebabnya mereka mengambil langkah sigap untuk sesegera mungkin mempromosikan menantu masing-masing—mumpung masih ada kesempatan.

    Bila dihubungkan dengan Pilpres 2019, jalan yang ditempuh oleh Hendro dan Luhut bisa dibaca sebagai contingency plan. Artinya Hendro dan Luhut paham betul bahwa tidak ada yang pasti dalam politik. Jokowi kemungkinan akan menang lagi. Namun tetap harus ada “Plan B” bila ternyata hasilnya tidak sesuai harapan. Logika seperti inilah yang ada di benak Hendro dan Luhut.

    Jokowi sendiri tak kalah cerdik dalam mutasi baru-baru ini. Ketika perhatian publik terlalu fokus pada promosi kerabat Hendro dan Luhut, Jokowi sempat “menitipkan” dua mantan ajudannya, masing-masing Kol Inf Widi Prasetijono (Akmil 1993, Danrem Solo) dan Kol Inf Mohammad Hasan (Akmil 1993, Danrem Bogor), untuk masuk pos bintang satu (brigjen).


    Dalam hal ini, Jokowi sekadar melanjutkan tradisi para presiden sebelumnya: mempromosikan mantan ajudan sebagai cara efektif menanam pengaruh di lingkungan TNI. Nampaknya ia juga belajar dari kasus SBY tempo hari yang “terlambat” dalam mempromosikan para mantan ajudannya.

    Mempercepat promosi senior

    Ada juga hikmah di balik promosi bagi Maruli yang terhitung “muda” untuk jabatan bintang dua, yaitu ikut mendorong promosi bagi seniornya, khususnya Akmil 1990 dan Akmil 1991. Untuk menjembatani promosi Maruli yang demikian cepat, berdasarkan surat keputusan yang sama, dua seniornya juga ikut dipromosikan untuk pos bintang dua, yaitu Brigjen TNI I Nyoman Cantiasa (lulusan terbaik Akmil 1991, kini Kasdam XVII/Cendrawasih) dan Brigjen TNI Teguh Pujo Rumekso (lulusan terbaik Akmil 1991, kini Kasdam VI/Mulawarman).

    Alur promosi seperti ini sebenarnya agak aneh karena petanya terbalik. Biasanya senior yang naik terlebih dahulu, baru diikuti generasi yang lebih muda. Namun, atmosfer politik dalam promosi kali ini memang sangat kental. Saya pribadi sudah lama mengamati perjalanan karier Akmil 1990 dan 1991 karena promosinya terkesan lambat.

    Sinyal itu sudah terlihat pada 2011 dan 2013, ketika (dengan pangkat saat itu) Kol Inf I Nyoman Cantiasa selaku pemegang Adi Makayasa di kelasnya, tak mendapat posisi Komandan Upacara Hari Kemerdekaan di Istana Merdeka. Pada 2011, dalam posisi sehari-hari sebagai Komandan Satuan Gultor 81 Kopassus, Nyoman berstatus sebagai Danup “cadangan” yang pada akhirnya tidak tampil memimpin upacara.

    Dua tahun berikutnya, dalam posisi sebagai Komandan Pusdikpassus (Batujajar), Nyoman memang tampil sebagai Danup Hari Kemerdekaan untuk upacara penurunan bendera di sore hari—yang kelasnya di bawah upacara pagi hari.

    Pertanyaannya, mengapa perwira dari AD diperlakukan seperti ini, tak seperti tahun-tahun sebelumnya? Mengapa pula pada saat itu, SBY yang dikenal memberi perhatian khusus pada peraih Adi Makayasa (seperti SBY sendiri), tidak melakukan veto guna menyelamatkan martabat AD?

    Perjalanan karier Teguh Pujo Rumekso juga berliku. Tidak seperti lulusan terbaik Akmil pada umumnya yang biasanya langsung ditempatkan di Kopassus atau Kostrad selepas akademi. Teguh ditugaskan pada satuan teritorial di luar Jawa. Batalyon yang pernah dipimpin Teguh bukanlah satuan mainstream seperti Bataliyon 328/Kujang II atau Batalyon 401 Banteng Raider, melainkan sebuah satuan yang nyaris kurang dikenal di Kalimantan.

    Anak Try Sutrisno

    Mungkinkah pada minggu-minggu yang akan datang, anak Try Sutrisno (Kol Inf Kunto Arief Wibowo, Akmil 1992) mendapat giliran masuk pos brigjen? Bisa jadi hari-hari ini sedang terjadi negosiasi untuk segera mempromosikan Kolonel Kunto. Selain ayahnya yang terus merapat di lingkaran Jokowi, kerabat Kunto yang lain (Ryamizard) juga masuk dalam kabinet Jokowi saat ini. Artinya selalu ada jalan bagi perwira seperti Kunto.

    Jabatan terakhir Kunto terakhir adalah Danrem Palembang, yang sudah dilepaskannya sekitar enam bulan lalu. Artinya, dari segi jeda waktu dan hirarki jabatan, ia sudah layak untuk segera dipromosikan, mengingat posisi danrem biasa diberikan ke kolonel senior. Kebetulan, pengganti Kunto sebagai Danrem Palembang adalah anak seorang tokoh besar AD, yaitu Edi Sudrajat (lulusan terbaik Akmil 1960). Sejarah seperti berulang, ayah mereka dahulu juga beriringan saat menjadi KSAD dan Panglima TNI (d/h Pangab).

    Fenomena masih kuatnya pertimbangan kekerabatan dalam promosi perwira tentu saja bukan kabar menggembirakan bagi perwira- perwira lain. Reformasi TNI nampaknya tak mengalami kemajuan signifikan.



    Masih ada harapan untuk perwira dari latar belakang keluarga biasa-biasa saja. Sehebat apapun latar belakang keluarga, faktor pendidikan, utamanya Sesko TNI dan Lemhanas, masih lebih berharga. Sejak dulu pun faktor pendidikan tetap nomor satu dalam pertimbangan promosi, diikuti kemudian oleh rekam jejak atau prestasi yang bersangkutan.

    Di masa lalu, menjadi Komandan Batalyon pada satuan legendaris di bawah Kopassus atau Kostrad sangat didambakan oleh para perwira muda. Namun, dengan menurunnya kemungkinan terjadinya perang terbuka, pengalaman menjadi komandan satuan yang paling terkenal sekalipun menjadi hal yang biasa-biasa saja. Dengan kata lain, tak banyak berpengaruh bagi promosi jabatan berikutnya bila pada akhirnya faktor kekerabatan lebih menentukan.

    Selalu ada tempat bagi perwira hebat. Perwira seperti Letjen Herindra (lulusan terbaik Akmil 1987, kini Irjen TNI) misalnya, yang baru-baru ini “dipaksa mengalah” pada Andika dalam perburuan posisi KSAD, suatu saat akan muncul. Masih ada harapan bagi Herindra untuk mencapai posisi KSAD, ketika Jenderal Andika naik sebagai Panglima TNI pada periode kedua pemerintahan Jokowi kelak. Tentu saja dengan catatan bila Jokowi menang dalam Pilpres tahun depan.

    Penulis : Aris Santoso

    Waspada !.. Komplotan Penipuan Gila : Mengaku sebagai mamak/Ortu wartawan, Menjual nama orang ngaku family, Print & email berita, wajah palsu, Kw dsb. Tolong Tangkap Komandan.

     

    Attension Please

    # Opini kolumnis ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera namanya (Aris Santoso) tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi dan penanyang berita (red. Didi Rinaldo) Berita ini juga tayang di Tirto.id.

    Anda ada Informasi tolong emailkan ke: This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it .

     


    Artikel Lainnya:

     

    Dirut ” Habis Token Gelap Gulitalah” Tahan KPK Terlibat Korupsi
    Rabu, 24 April 2019

    KOPI, Jakarta- Ditempat kerjanya “ Kangmas Sutisyoso mengatakan” Buku RA. Kartini terkenal dengan Habis Gelap Terbitlah Terang. PLN (Perusahaan Listrik Negara) ” Habis Token Gelap Gulitalah” tahan KPK, terlibat korupsi pembangunan pembangkit Listrik Riau I. Kadangkala Petugas PLN dilapangan sebulan menunggak listrik lansung meteran ia bongkar, tega amat sih. Terpaksa kami memakai meteren listrik prabayar yakni TOKEN listrik. Kami... Baca selengkapnya...

    Heboh Tentang Cucu Jokowi
    Rabu, 30 Januari 2019

    KOPI, Jakarta – Cuitan Hidayat Nur Wahid dalam postingan @kun Twitter miliknya, ia menuding cucu Joko Widodo Jan Ethes menjadi alat kampanye. Dalam cuitannya tersebut, ia menuliskan bahwa Jokowi sengaja menjadikan Ethes sebagai alat kampanye. "Ini Jan Ethes yg pernah sebut @jokowi, kakeknya, sbg “Artis” ya? Tapi bgmn kalau ini jadi legitimasi pelibatan anak2 dlm kampanye? Bgmn @bawaslu_RI masih bisa berlaku adil kah?" tulisnya. Ditempat... Baca selengkapnya...

    PK Diajukan Tiga Kali Di Kasus Yang Sama, MA Tabrak Aturan?
    Rabu, 23 Januari 2019

      Foto: (ki-ka) Danny Siagian, Manahan Sihombing, Mangalaban Silaban, Sugiono KOPI, JAKARTA - Menurut pasal 66 ayat 1 UU No. 14 Tahun 1985 menyebutkan, permohonan Peninjauan Kembali (PK), diajukan hanya satu kali. Namun kenapa dalam kasus tanah Grant Sultan Deli, Medan milik ahli waris Datuk Muhamad Cheer (Dt. M. Cheer) di Mahkamah Agung (MA) bisa hingga 3 (tiga) kali? “Kenapa PK bisa sampai 3 (tiga) kali untuk kasus yang sama di... Baca selengkapnya...

    Luhut ke Riau : Kesibukan Presiden Jokowi, Saya Mewakili Membagikan Sertifikat Prona ke Masyarakat
    Kamis, 17 Januari 2019

    KOPI, Jakarta- Kunjungan kerja (Kunker) Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Republik Indonesia Luhut Binsar Panjaitan ke Propinsi Riau, (Rabu 16 Januari 2019) dalam rangka tugas negara. Agendanya yaitu Kunjunga kerja ke Kawasan Industri Tenayan (KIT) kota Pekanbaru serta mewakili Presiden Joko Widodo membagikan 1500 sertifikat tanah Prona Gratis kepada masyarakat . Ribuan orang masyarakat Riau memadati Gelanggang Olahraga Remaja... Baca selengkapnya...

    IKUTILAH..!! Kappija-21 Selenggarakan Essay Contess 2018-2019
    Kamis, 10 Januari 2019

    KOPI, Jakarta – Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia-Jepang Abad 21 (Kappija-21) sedang menyelenggarakan lomba menulis atau Essay Contess 2018-2019. Kegiatan ini ditaja dalam rangka memeriahkan 60 tahun Hubungan Diplomatik Indonesia dan Jepang tahun 2018 yang baru saja berlalu.   Tujuan utama lomba menulis terkait Indonesia dan Jepang tersebut adalah untuk menumbuhkan minat baca, minat mengetahui, dan minat menambah... Baca selengkapnya...

    LL Dikti Wilayah III Sebut PDPT Universitas Mpu Tantular Bagus di Acara Wisuda
    Senin, 31 Desember 2018

    Foto: Senat Universitas Mpu Tantular dalam acara pelantikan wisudawan-wisudawati KOPI, JAKARTA Di acara Wisuda Universitas Mpu Tantular (UMT) Tahun Akademik (TA) 2018/2019, yang dilangsungkan di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, pejabat Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah III (dulu Kopertis-red) sebut laporan Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) UMT, sudah beres dan bagus. “Yang kami ketahui, bahwa laporan PDPT... Baca selengkapnya...

    Adakah Kejahatan Hukum Ketua MA di Kasus Tanah Grant Sultan?
    Senin, 24 Desember 2018

    Foto: Saat persidangan pihak Ahli Waris menuntut PT Taman Malibu Indah di PN Medan KOPI,JAKARTA Mahkamah Agung Republik Indonesia adalah Pengadilan Negara Tertinggi dalam tingkat kasasi, dari seluruh putusan pengadilan sebelumnya, yang secara otomatis menjadi pamungkas dari segala putusan hukum di Negara ini. Sementara hukum yang katanya menjadi panglima untuk menyelesaikan permasalahan hukum, menjadi koridor yang digunakan untuk... Baca selengkapnya...

    INTERNASIONALGratis Masuk Taman Al-Qur’an Seluas 6.....
    03/04/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Dubai – Dubai negara petro Dollar, negara penghasil minyak terbesar di dunia.  Jumlah penduduk yang sedikit, dengan pertumbuhan  ekonomi yan [ ... ]



    NASIONALKoalisi Masyarakat Sipil Jambi Tolak Pem.....
    26/03/2019 | Redaksi KOPI

    KOPI, Jambi - PT. Marga Bara Jaya (MBJ) mengusulkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia untuk membangun Jalan  [ ... ]



    DAERAHDialog RRI Yogyakarta: Meningkatkan Par.....
    27/03/2019 | Marsono RH

    . KOPI, Yogya - Guna berpartisipasi dalam mensukseskan Pemilu 17 April mendatang, RRI Yogyakarta mengadakan talkshow dengan tema “Meningkatkan Par [ ... ]



    PENDIDIKANDua Siswa PPWI-Gambatte Septian serta .....
    27/01/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemenaker) bekerjasama dengan International Manpower Development of Japan (IM Japan) s [ ... ]



    HANKAMKapusjarah TNI: Generasi Muda Parameter .....
    10/03/2019 | Wahju Marsudi Wibowo

    KOPI - Generasi muda merupakan parameter peradaban suat bangsa. Hal tersebut disampaikan Kapusjarah TNI Brigjen TNI Prantara Santosa, S.Sos. M.Si. M.T [ ... ]



    OLAHRAGAMahasiswa Yang Petinju Ini, Menangkan Pe.....
    06/04/2019 | Danny Pantas Siagian

    KOPI, JAKARTA - Sulistyono, petinju yang juga mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Mpu Tantular (UMT) Jakarta ini, menangkan pertarungan partai kelas [ ... ]



    PARIWISATAJaga Keseimbangan Alam, Kecamatan Ranah .....
    19/03/2019 | Yoni Syafrizal

    KOPI, Pesisir Selatan - Kecamatan Ranah Pesisir wakili Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) untuk mengikuti lomba Kecamatan Bersih dan Hijau tingkat Pro [ ... ]



    HUKUM & KRIMINALWabup Bengkalis Saksi Dalam Persidangan.....
    05/04/2019 | Didi Rinaldo
    article thumbnail

    KOPI, Pekanbaru – Dulu Sempat mangkir, Wakil Bupati Bengkalis, Muhammad akhirnya memenuhi panggilan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk datang ke Pengad [ ... ]



    POLITIKBanda Aceh di Usia 814 Tahun.....
    24/04/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI,Jakarta-Tidak terasa kota Banda Aceh sudah berusia ke-814. Beragam kegiatan yang digelar untuk memeriahkan dan menyambutnya yaitu sepak bola anta [ ... ]



    OPINIRamalan Satria Pinitil : Pilpres Indones.....
    08/01/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta – Pemilihan Presiden (Pilpres) Indonesia hampir sama/mirip dengan Pilpres negara Amerika Serikat. Orang menjawarakan mengembor-gembo [ ... ]



    PROFILKompol Arvin Haryadi Jabat Kapolsek Si.....
    25/10/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Siak Hulu - Pisah sambut Kapolsek Siak Hulu dari Kompol Dedi Suryadi kepada Kompol Arvin Haryadi, S.ik, SH bertempat di Mapolsek Siak Hulu, keca [ ... ]



    SOSIAL & BUDAYAPlt Bupati Kampar Catur Sugeng Hadiri Pe.....
    21/01/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Sei Kijang Tapung Hilir - Rasa senang dan bahagia berada di tengah orang tua kami, Ninik mamak dan para pemangku adat yang ada di Kenagarian Tap [ ... ]



    ROHANIPeringati HAB ke- 73 Kemenag Kampar G.....
    21/01/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Bangkinang Kota – Memeriahkan Hari Amal Bakti [ HAB ] Kementrian Agama RI, khusus dilingkungan Kementrian Agama Kabupaten Kampar pada HAB ke-7 [ ... ]



    RESENSIGratis..!!! Buku Karya Mualaf Zaman Now,.....
    03/04/2019 | Redaksi KOPI

    KOPI, Jakarta – Tidak bisa dipungkiri buku ini merupakan sebuah karya fenomenal yang sangat menghebohkan di awal tahun 2019 dan belum pernah Anda ju [ ... ]



    CERPEN & CERBUNGSuami Genjot Becak, Istri Malah Kena Gen.....
    08/10/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI - Memang tak ada undang-undang yang melarang tukang becak beristri cantik, karena semua itu tergantung rejeki dan kelihaian lobi masing-masing. M [ ... ]



    PUISIMenatap Rasa.....
    07/06/2017 | Mas Ade

    Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



    CURAHAN HATIErin Taulany Istri Komedian Andre, Hina.....
    23/04/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta – Menggunakan akun Instagram @erintaulany, perempuan berusia 33 tahun itu diduga menyebut Prabowo sakit jiwa, sinting, hingga gila ka [ ... ]



    SERBA-SERBIRenungan 14 Tahun Tsunami Aceh.....
    16/01/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Tidak terasa sekarang telah memasuki waktu 14 tahun terjadinya gempa bumi dan tsunami Aceh. Peristiwa hebat itu terjadi pada 26 Desember [ ... ]



    Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.