Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



    POLLING WARGA
    Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
     

    Tiga Langkah Memperkuat Pelaksanaan Energi Berkeadilan di Indonesia

    Pagi sekali, Pak Luqman sudah bersiap-siap untuk pergi ke kantor Camat. Dengan membawa surat undangan di tangan kanannya, Pak Luqman meninggalkan rumah setelah berpamitan dengan istrinya. Sesuai dengan surat undangan tersebut, Kepala Desa Pulau Sumedang Kecamatan Membalong Belitung, Provinsi Bangka Belitung, Senin itu tanggal 17 November 2016 diundang hadir. Setengan jam kemudian Pak Luqman tiba di kantor Camat. Ia melihat tokoh-tokoh masyarakat dan beberapa kepala desa tetangga sudah berkumpul di ruang pertemuan, menunggu acara pertemuan dimulai.

    Tidak lama kemudian Pak Camat ditemani unsur Puspida Belitung hadir dan membuka acara pertemuan tersebut. Poin penting dari pertemuan itu adalah pada awal Desember 2016 PT. PLN (Persero) akan hadir di Desa Pulau Sumedang Kecamatan Membalong Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Warga yang ada di desa tersebut akan bisa menikmati listrik selama 12 jam. Sebanyak 10 bohlam lampu, lalu televisi, mesin cuci dan lain-lain bisa dinikmati dengan biaya hanya sekitar Rp 5 ribu setiap malam. Tentu saja, berita ini sangat menggembirakan masyarakat di Desa Pulau Sumedang.

    Maklum sejak, desa ini berdiri pada 1980-an, warga yang ada desa kecil di tengah lautan ini hanya hanya mengandalkan generator set (genset), belum bisa merasakan aliran listrik sepanjang malamnya. Bagi yang tak mampu membeli genset, mereka menyambung kabel ke tetangganya. Walhasil, rata-rata warga di desa ini hanya menikmati listrik selama tiga jam saja, dan dengan biaya yang tergolong mahal. Mereka rata-rata perlu merogoh koceknya hingga Rp100 ribu untuk mendapat penerangan satu bohlam.

    Mewujudkan Energi Berkeadilan

    Ironi dan terasa berat, bila kita ingin membandingkan kenyataan yang harus dilalui oleh saudara kita masyarakat Desa Pulau Sumedang 2 (dua) tahun yang lalu dengan kehidupan kita yang dimudahkan dengan fasilitas listrik PLN. Desa Pulau Sumedang termasuk sebagai salah satu desa terluar, terpencil, dan terdepan, dianggap juga masih beruntung, karena secara geografis desa ini mampu dijangkau PLN. Ada banyak wilayah yang sangat sulit bagi PLN untuk mengalirkan listrik, misalnya di pedalaman Papua, untuk menjangkau wilayah tersebut saja sangat sulit dilakukan.

    Karena itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyebutkan, saat ini masih ada ¬+ 2.519 desa di seluruh Indonesia yang sama sekali belum menikmati listrik. Ada hampir 400 ribu jiwa yang masih hidup dalam gulita. Mereka ada di Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan kawasan terdepan, terpencil, dan terluar lainnya. Bagi daerah-daerah yang sulit untuk dijangkau, Kementerian ESDM menjalankan program pra elektrifikasi, yaitu membagikan gratis paket Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE).

    Komponen utama LTSHE adalah satu panel surya, baterai litium, dan empat lampu LED. Empat lampu LED itu masing-masing tiga watt, setara 25 watt lampu pijar, atau total setara 100 watt lampu pijar. Nyala lampu bisa diatur redup, sedang, dan terang. LED ini bisa bertahan antara enam jam (terang) sampai 60 jam (redup). Lampu bisa dilepas untuk aktivitas malam hari di luar rumah, dan pemeliharaannya sangat mudah. Pada tahun anggaran 2017 telah dibagikan paket LTSHE untuk 79.564 rumah di 1.027 desa di lima provinsi. Tahun 2018 ini akan dibagikan paket LTSHE untuk 167.064 rumah di 1.230 desa, tersebar di 18 provinsi.

    Program tersebut adalah bagian dari upaya mendorong kontribusi energi baru dan terbarukan (EBT) dalam peningkatan rasio elektrifikasi nasioanal. Rasio elektrifikasi nasional sudah mencapai 95,3 persen pada 2017. Artinya, sekitar 4 persen rakyat Indonesia atau 10 juta jiwa belum menikmati listrik. Karena itulah, pemerintah getol menyuarakan program dengan tagline energi berkeadilan. Bukan hanya soal listrik. Dalam berbagai penyedian energi lainnya pun, pemerintah serius dalam upayanya untuk mengedepakan rasa keadilan tersebut.

    Upaya untuk mengedepakan rasa keadilan ini tecermin dari sejumlah peraturan yang dikeluarkan pemerintah. Aturan itu antara lain: Peraturan Menteri ESDM Nomor 36/2016 tentang Percepatan Pemberlakuan BBM Satu Harga; Peraturan Menteri ESDM Nomor 40/2016 tentang Penurunan Harga Gas; Peraturan Menteri EDSM Nomor 37/Tahun 2016 tentang Penawaran Participating Interest 10 Persen pada Wilayah Kerja Migas; Peraturan Menteri ESDM Nomor 08/2017 tentang Kontrak Bagi Hasil Gross Split; Peraturan Menteri ESDM Nomor 11/2017 tentang Pemanfaatan Gas Bumi untuk Pembangkit Listrik; dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 12/2017 tentang Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik.

    Bila melihat peraturan yang ada tersebut, memang cenderung “berpihak” kepada kepentingan publik. Sedangkan dari sisi investor atau produsen energi, peraturan tersebut terkesan cukup memberatkan dan dapat dikatakan tidak cukup bersahabat karena cenderung menekan pengembalian investasi. Dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 12/2017, yang kemudian direvisi menjadi Peraturan Menteri ESDM Nomor 50/2017 tentang Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik, misalnya, ada beberapa hal yang diperhatikan. Perhatian utama adalah tentang energi baru khususnya pada formulasi tarif listrik dan terbarukan, yaitu besaran maksimal 85 persen dari Biaya Pokok Produksi (BPP) regional.

    Adanya beleid inilah yang diduga membuat PLN kurang berani mengambil keputusan. Pasalnya, tarif listrik energi baru dan terbarukan di setiap daerah bisa berbeda akibat ada ruang negosiasi. Investor juga mempertanyakan skema penetapan pengembang yang dilakukan dengan pemilihan langsung, bukan penunjukkan langsung dalam pengelolaan potensi mikrohidro. Hal ini berpotensi menimbulkan masalah jika pemenang lelang belum mendapatkan izin dari kepala daerah tingkat kabupaten/ kota setempat. Padahal, izin pengelolaan potensi mikrohidro setempat hanya diberikan kepala daerah kepada satu pengembang.

    Mekanisme Build-Operating-Transfer (BOT) dalam pengembangan EBT juga lebih cocok, jika proyek dilaksanakan dengan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Namun, skema ini kurang cocok untuk swasta. Belum lagi soal suku bunga bank yang masih belum bersahabat terhadap pembiayaan pembangkit listrik yang menggunakan EBT. Tingkat bunga yang mencapai 10-11 persen dinilai terlalu tinggi, lantaran dengan rate of returns sekitar 14 persen, kurang menarik minat para pengusaha EBT.

    Kenyataan tersebut membuat pemerintah dan para pakar pun memprediksi realisasi investasi sektor energi baru dan terbarukan di Indonesia tahun ini meleset. Dari Rp.21,06 triliun menjadi hanya sebesar Rp 17,66 triliun, atau 83,85 persen dari target. Jika dibandingkan dengan tahun lalu yang sebesar Rp 21,25 triliun, proyeksinya melorot 16,89 persen. Melesetnya target tersebut, kemungkinan besar juga akan membuat target bauran EBT sebesar 23 persen pada 2025 menjadi kian sulit tercapai. Saat ini, jumlah bauran EBT di Indonesia baru mencapai 11,9 persen. Dengan demikian, sepertinya pemerintah perlu untuk melanjutkan pengaturan kembali, ataupun revisi atas aturan yang ada.

    Revisi Aturan, Ramah Investor dan Komitmen Bersama

    Revisi aturan yang ada penting dilakukan, yaitu revisi yang mengedepan prinsip dan nilai-nilai energi berkeadilan dan ramah investor. Revisi model begini sangat perlu dihadirkan. Karena, dengan hadirnya para investor, tentu akan membantu pencapaian energi berkeadilan lebih cepat. Hadirnya investor, juga dapat memperkuat ketahanan energi Indonesia yang selama ini kita idam-idamkan. Hanya saja, sebaik apa pun aturan yang dibuat, komitmen kuat pemerintah dan BUMN yang ditugasi untuk melaksanakan tugas peningkatan elektrifikasi, dalam hal ini PLN, akan turut menentukan.

    Hal ini bisa dilihat dari peran Direktur Pengadaan Strategis I PLN. Peran Direktur Pengadaan Strategis I PLN beberapa waktu yang lalu telah mampu berperan secara signifikant dalam mendongkrak penggunaan EBT dalam pengadaan listrik. Bahkan Data Kementerian Energi Sumber Daya Mineral menyebutkan, selama 2017 ada 68 kontrak jual beli listrik dari EBT yang telah ditandatangani. Total daya 68 kontrak tersebut mencapai 1.207 MW. Per 10 Januari 2018, delapan kontrak di antaranya sudah mulai konstruksi. Jumlah kontrak 2017 itu jauh lebih tinggi dibanding tiga tahun sebelumnya.

    Selama 2014-2016 pengadaan listrik dari EBT yang berhasil ditandatangani masing-masing hanya 15, 14, dan 23 kontrak. Padahal, dalam tiga tahun tersebut, masih menggunakan aturan lama, yang dipandang “lebih nyaman” bagi investor ketimbang aturan baru yang berlaku pada 2017. Masih kosongnya posisi Direktur Pengadaan Strategis I PLN, pada kenyataannya membuat jalannya kontrak EBT tahun ini tersendat. Pengisian direksi PLN menjadi tugas utama Kementerian BUMN. Tentu saja, koordinasi yang baik dengan Kementerian ESDM, sebagai kementeriaan teknis sangat diperlukan. Koordinasi dua kementerian ini akan sangat membantu pencapaian target elektrifikasi untuk kepentingan publik, maupun bauran energi, yang telah dicanangkan.

    Alhasil, dari narasi singkat ini dapat disimpulkan 3 (tiga) langkah dalam memperkuat Pelaksanaan Energi Berkeadilan di Indonesia yaitu: pertama, revisi aturan yang mengedepan prinsip dan nilai-nilai energi berkeadilan; kedua, revisi aturan yang ramah atas investor; serta ketiga, adanya koordinasi yang baik antar instansi pemerintahan dan pihak BUMN. Dengan kata lain, komitmen bersama antara pemerintah, BUMN dan pihak Investor adalah sebuah keniscayaan dalam mewujudkan Energi Berkeadilan di Indonesia. Semoga.

     


    Artikel Lainnya:
    Artikel Lainnya:

     

    Tiongkok Melebarkan Sayap ke Indonesia , Proyek Prestisius One Belt One Way
    Minggu, 09 Juni 2019

    KOPI, Jakarta - Mimpi sang Perdana Mentri RRC / Tiongkok Xi Jinping perdagangan Jalur Sutra menghubungkan negaranya dengan negara Asia, khususnya Asia Tenggara. Bakalan segera tercapai dengan Proyek One Belt One Way ( Satu sabuk , Satu jalan) dengan nilai proyek US$ 91 Miliar atau Rp. 1.288 Triliun Pangsa pasar negara Asia berpotensi sangat besar dengan populasi jumlah penduduk separoh isi manusia di bumi ini . Dahulu kala perdagangan melalui... Baca selengkapnya...

    Massa ARJ Demo Mabes Polri “Save Kapolri”
    Rabu, 05 Juni 2019

    KOPI, Jakarta – Penghujung bulan Ramadhan ratusan orang massa Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) geruduk kantor Mabes Polri jalan. Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (4/6/2019). Dalam aksi itu, mereka mendukung Polri menuntaskan kasus kerusuhan dan menangkap otak dalang pelaku aksi rusuh 21-22 Mei 2019. Kini ribuan jumlah media online di Indonesia, Pewarta Indonesia.com merupakan Media online Standar Internasional (World Class) ketik  di... Baca selengkapnya...

    Top Secret : Siapa Dalang Pembunuhan Empat Orang Tokoh Nasional
    Sabtu, 01 Juni 2019

    KOPI, Jakarta – Terungkapnya rencana pelaku pembunuhan empat orang Tokoh Nasional, berawal dari polisi mengamankan seorang pelaku di Hotel Megaria, Cikini, Jakarta Pusat. Pihak kepolisian menemukan senjata api dan menyelediki lebih lanjut 6 enam orang   Teks Foto. Luhut dengan Bupati Bengkalis saat kunjungan kerja ke Propinsi Riau. (foto.didi)   tersangka sebagai eksekutor, penyedia senjata, donator operasional. Keenam tersangka yang... Baca selengkapnya...

    Kapan Saya dilantik Jadi Menteri Pak Presiden
    Jumat, 24 Mei 2019

    KOPI, Jakarta -  Pemilu serentak sudah usai , hasil Rapat Pleno KPU (Komisi Pemilihan Umum) pusat sebagai pemenang yakni Pasangan Capres Joko Widodo- Kyai H. Mar'uf Amin. Dengan perolehan suara 55,5 % dari Pasangan Prabowo Subianto dengan Sandiaga uno. Tim sukses (Tim Ses) pun bertanya dalam hati, siapa tahu gua ditunjuk oleh Presiden menjadi Mantari (red, tukang suntik orang sakit) eh salah  jadi Mentri. Saya sudah bekerja siang malam untuk... Baca selengkapnya...

    Prediksi Nama Anggota DPRD Pekanbaru Hasil Pemilu Serentak , Periode 2019-2024
    Jumat, 24 Mei 2019

    KOPI, Pekanbaru – Ditempat kerjanya, Pengamat Politik Riau sebut saja namanya Aji Somek mengatakan “ Ingin menjadi anggota Dewan membutuhkan Tenaga, materi, Timses yang Solid, sang calon Dewan tidak sombong/angkuh, sering mengunjungi warga dapilnya bukan hanya saat Pemilu saja minimal sekali setahun. Menepati janji aspirasi saat kampanye (red. pengaspalan jalan, Lampu penerangan , air bersih,  Seminisasi gang, dll) Bapak/Ibu si Anu tuh... Baca selengkapnya...

    LSM TOPAN- AD Laporkan Dugaan Penyalagunaan Wewenang dan Anggaran Pengadaan Sapi Distanak Riau
    Jumat, 17 Mei 2019

    Teks Foto. Kajati Riau Uung Abdul Syakur (kemeja putih) saat HUT Adyaksa ke 58 . (foto .Didi Rinaldo) KOPI, Pekanbaru – Ketua LSM TOPAN-AD ( Team Observasi Penggunaan Anggaran Negara dan Anggaran Daerah) Propinsi Riau , Maruar Sianturi SE di kantor Kejaksaan Tinggi Riau tanggal (2/5-2019) memakai baju seragam jas berwarna hijau mengatakan “ Kami melaporkan dugaan penyalahgunaan wewenang atau jabatan dalam pengadaan hewan ternak dalam hal... Baca selengkapnya...

    Rumah Zulkifli AS Walikota Dumai, Digeledah oleh KPK
    Senin, 06 Mei 2019

    KOPI, Dumai – Ditempat kerjanya, sebut saja namanya Aji Somek mengatakan “ Propinsi Riau terkenal dengan negeri Petro Dollar. Dikarunia oleh SDA (Sumber Daya Alam) yang melimpah ruah. Tetapi masyarakata banyak yang miskin. Termasuk penulis yang kurang duit. SDAnya menikmati segelintir orang, penduduknya hanya sebagai penonton di negeri sendiri. Hasil alamnya Bawah tanah minyak bumi, diatas tanah minyak Kelapa Sawit (CPO) , diatas kepala... Baca selengkapnya...

    INTERNASIONALRibuan Warga Israel Demo Koruptor Netan.....
    02/06/2019 | Didi Rinaldo
    article thumbnail

    KOPI, Di negara Indonesia ratusan orang para Koruptor/maling uang negara masuk penjara dari kepala Daerah (red. Gubernur, Walikota, Bupati, Pejabat, K [ ... ]



    NASIONALPasca Rekapitulasi Pemilu oleh KPU.....
    22/05/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, "Wah KPU kerjanya malam-malam seperti kampret," begitulah ramai orang yang protes dengan kinerja KPU. Sebelumnya ramai diberitakan ba [ ... ]



    DAERAHDesa Saitnihuta Dapat Bantuan Pembanguna.....
    24/05/2019 | Marly Sihombing

    KOPI, TOBA SAMOSIR - PT. Toba Pulo Lestari menyalurkan bantuan dari Community Development (CD)sebesar Rp 215 juta ke Desa Saitnihuta, Kecamatan Dolok [ ... ]



    PENDIDIKANPerkuat Keilmuan, Kader PII Kediri Gelar.....
    10/06/2019 | Sktw

    Kediri – Sebagai generasi penerus bangsa, kader Pelajar Islam Indonesia (PII) di Kabupaten Kediri terus berupaya mengembangkan wawasan dan khazanah  [ ... ]



    EKONOMICalon Tunggal Musprov VI Kadin Aceh.....
    18/06/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Teka-teki jalannya Musprov VI Kadin Aceh sudah terjawab. Bila sebelumnya terdengar ramai dengan 5 calon ketua umum Kadin Aceh, akhirnya  [ ... ]



    HANKAMGoblok .... Orang Mencalonkan Presiden A.....
    11/06/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta – Ditempat kerjanya, sebut saja namanya Sugeng Triwardono menarasikan "Kepada oknum Jendral –jendral Purnawirawan (purn) Gaek/pensiu [ ... ]



    OLAHRAGAMahasiswa Yang Petinju Ini, Menangkan Pe.....
    06/04/2019 | Danny Pantas Siagian

    KOPI, JAKARTA - Sulistyono, petinju yang juga mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Mpu Tantular (UMT) Jakarta ini, menangkan pertarungan partai kelas [ ... ]



    PARIWISATAKebun Binatang Kasang Kulim Memiliki 121.....
    10/06/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru- Kebun Binatang Kasang Kulim beralamat Jl. Lingkar Ring Road, dekat SMA Plus, Kabupaten, Kampar, propinsi Riau. Merupakan icon satu-  [ ... ]



    HUKUM & KRIMINALAda Apa Dengan Polda Riau ? Belum Menet.....
    14/06/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru- Wakil Bupati Bengkalis H.Muhammad tersandung kasus dugaan korupsi pemasangan Pipa Transmisi PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) kabup [ ... ]



    POLITIKKamis 21 Mei 1998, Peristiwa Reformasi I.....
    22/05/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Bangsa Indonesia pada setiap tanggal 21 Mei selalu memperingati peristiwa Reformasi Indonesia. Waktu sangat cepat berlalu dan hari ini, [ ... ]



    OPINIAda Apa Dengan KPK, Belum Menetapkan, Me.....
    13/06/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI,  Jakarta - Ditempat kerjanya, sebut saja namanya Abraham Somek (red. dulu ketua KPK Abraham Samad) menarasikan " Penegakan hukum di Negara Kesa [ ... ]



    PROFILAKP Zulkarnain Jabat Kapolsek Siak Hulu,.....
    02/06/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Siak Hulu- Sertijab (Serah Terima jabatan) Kapolsek Siak Hulu dari Kompol Arvin ke AKP Zulkarnain , dilaksanakan di Mapolsek Siak Hulu, Sabtu (1 [ ... ]



    SOSIAL & BUDAYAHalal Bi Halal 1440 H, Bersama DPRK Band.....
    13/06/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Kita baru saja menyelesaikan ibadah puasa Ramadhan 1440 H dan merayakan lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1440 H. Setelah libur panjang, a [ ... ]



    ROHANIMasyarakat Rohul Hadiri Buka Puasa Bersa.....
    19/05/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru- Ratusan orang masyarakat kabupaten Rokan Hulu (Rohul)berdomisili di Pekanbaru menghadiri buka Puasa bersama yang ditaja oleh Pemkab R [ ... ]



    RESENSIGratis..!!! Buku Karya Mualaf Zaman Now,.....
    03/04/2019 | Redaksi KOPI

    KOPI, Jakarta – Tidak bisa dipungkiri buku ini merupakan sebuah karya fenomenal yang sangat menghebohkan di awal tahun 2019 dan belum pernah Anda ju [ ... ]



    CERPEN & CERBUNGSuami Genjot Becak, Istri Malah Kena Gen.....
    08/10/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI - Memang tak ada undang-undang yang melarang tukang becak beristri cantik, karena semua itu tergantung rejeki dan kelihaian lobi masing-masing. M [ ... ]



    PUISIMenatap Rasa.....
    07/06/2017 | Mas Ade

    Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



      CURAHAN HATIIndra Pomi : Instruksikan Pegawainya M.....
      17/06/2019 | Didi Rinaldo
      article thumbnail

      KOPI, Pekanbaru – Seorang warga Pekanbaru, sebut saja namanya Aji Somek mengeluhkan banyak jalan rusak dan berlobang semenjak musim hujan. Jalan ru [ ... ]



      SERBA-SERBIOknum Jaksa Wanita AR Selingkuh dengan T.....
      07/06/2019 | Didi Rinaldo
      article thumbnail

      KOPI, Denpasar , Bali- Dulu oknum Wanita “Makan Hati” ulah suaminya selingkuh, Era zaman Milenial ini oknum Pria yang “Makan Jantung” istrinya [ ... ]



      Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.