Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



    POLLING WARGA
    Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
     

    Tradisi Uroe Meugang dan Syawalan di Aceh sebagai Media Kerukunan dan Perdamaian

    KOPI - Indonesia yang dikenal sebagai negara kepulauan, memiliki ribuan kearifan lokal yang tak habis-habisnya untuk dibanggakan. Kearifan lokal tersebut bukan saja menjadi aset berharga bagi bangsa ini, sekaligus dapat digunakan sebagai modal pembangunan dan sebagai jalan keluar dalam menghadapi masalah bangsa, salah satunya adalah radikalisme dan terorisme. Menghadapi bahaya radikalisme dan terorisme tersebut, dibutuhkan upaya dan strategi yang tepat. Strategi tersebut tidak hanya untuk menyelesaikan masalah, tetapi juga untuk menciptakan kerukunan dan perdamaian secara hakiki.

    Bersyukur pemerintah hari ini, kembali mengelorakan semangat untuk menggunakan kearifan lokal yang dimiliki setiap daerah, guna menyelesaikan masalah kedaerahan dan kebangsaan. Aceh sebagai salah satu provinsi di Indonesia, juga kaya dengan kearifan lokal yang dapat digunakan untuk menangkal radikalisme dan terorisme salah satunya adalah kearifal lokal berupa tradisi Uroe Meugang dan Syawalan. Tradisi Meugang dan syawalan ini, sudah ada sejak zaman kerajaan Aceh, dan alhamdulillah budaya ini masih tetap dibudayakan di Aceh.

    Tradisi Meugang

    Tradisi meugang atau makmeugang adalah satu tradisi yang diwariskan secara turun-temurun di Aceh. Tradisi ini berlangsung tiga kali dalam setahun, yaitu meugang puasa, meugang uroe (hari) raya puasa (menjelang hari raya Idul Fitri), dan meugang uroe (hari) raya haji (menjelang hari raya Idul Adha). Tradisi ini merupakan tradisi dengan memakan daging sapi atau kerbau. Bagi masyarakat Aceh, menyambut Ramadhan atau lebaran tanpa meugang akan terasa hambar. Walaupun bukan sebuah kewajiban, namun sudah menjadi keharusan, sehingga jarang dijumpai pada masyarakat Aceh yang tidak makan daging sapi atau kerbau menjelang ramadhan tiba, Idul Fitri dan Idul Adha.

    Hari meugang juga sudah menjadi wadah membangun hubungan kekeluargaan dalam konteks islami. Sebab itu, tidak sedikit pada hari meugang, warga Aceh yang merantau (kerja atau belajar), pulang ke kampung halaman untuk menikmati daging meugang masakan sang ibu tercinta. Tidak sampai disitu saja, pada tradisi meugang, dilakukan pembagian atau penghantaran daging kepada orang-orang yang kurang mampu atau kaum dhuafa yang ada disekitar rumah dan desa.

    Tradisi ini mirip dengan tradisi kurban pada hari Raya Idul Adha. Ada yang melakukannya secara pribadi maupun secara berkelompok. Penyembelihan sapi atau kambing dilakukan di masjid setempat. Lalu daging dibagikan kepada masyarakat di desa, baik statusnya kaya dan miskin. Tradisi ini menjadi tradisi dalam rangka menjaga keharmonisan antar sesama warga Aceh dan agar semua masyarakat dapat makan daging dalam menyambut moment istimewa (puasa ramadhan, hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha).

    Dari segi sejarahnya, tradisi meugang di Aceh dimulai sejak masa kepemimpinan Sultan Aceh terbesar yaitu Sultan Alaiddin Iskandar Muda Meukuta Alam (1607-1636) di Kerajaan Aceh Darussalam. Pada saat itu sultan mengadakan acara menyembelih hewan ternak sapi dalam jumlah yang banyak dan dagingnya dibagi-bagikan kepada seluruh rakyatnya. Hal tersebut dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur sultan kepada Allah SWT atas kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya. Selain itu, hal ini juga dilakukan sebagai rasa terima kasih sultan kepada rakyatnya yang telah mengabdi dan terus mendukung pemerintahannya.

    Prosesi meugang diatur dalam Qanun Meukuta Alam Al-Asyi (Undang-Undang Kesultanan Aceh). Salah satu tata cara pelaksanaan meugang di masa Kesultanan adalah dengan mendata jumlah warga miskin dan anak yatim, sebulan menjelang masuknya bulan Ramadhan. Data itu kemudian diverifikasi oleh lembaga resmi Kesultanan atau Qadhi, yang selanjutnya akan memilih penerima daging meugang yang layak. Prof H Ali Hasjmy dalam bukunya Sejarah Kebudayaan Islam di Indonesia, (1990: 151) mengatakan, terjadi pada sehari sebelum Ramadhan (30 atau 29 Syakban). Di Kraton Darud Dunia ada upacara khusus, yang dihadiri oleh Sultan, para menteri, para pembesar negara, para perwira dan pemimpin-pemimpin rakyat, para ulama dan cerdik pandai. Pada hari itu, Sultan memerintahkan Imam Balai Baitul Fakir/Miskin, orang lumpuh (cacat), dan janda-janda untuk diberikan daging meugang agar mereka dapat memasak daging meugang di rumah sesuai seleranya dan keluarga.

    Tradisi Syawalan

    Tidak jauh berbeda dengan tradisi meugang, tradisi syawalan atau open house menjadi bagian dari kehidupan bermasyarakat di Aceh. Hari Raya Idul Fitri di Aceh biasanya akan dilewati dengan silaturahmi dan pajoh khanduri (makan di rumah orang yang dikunjungi/didatangi), yang diberikan kepada sanak saudara dan handai taulan. Karena itu, suasana hari Raya Idul Fitri di Aceh berlangsung selama satu bulan penuh, bukan tiga hari seperti kelaziman di dunia Islam. Berkaitan dengan hari Raya Idul Fitri, pada masa jayanya Kerajaan Aceh, Sultan, Uleebalang, serta pembesar negeri mengadakan tradisi syawalan atau open house kalau istilah sekarang, yaitu khanduri raya (makan besar) untuk rakyat yang berkunjung ke istana atau tempat kediaman resmi mareka.

    Kisah tradisi syawalan atau open house di Aceh dicatat oleh seorang pengembara Eropa yang pernah singgah di Aceh, yaitu: Warwijck dan SebaldeDe Weert. Warwijck dan SebaldeDe Weert berada di Kerajaan Islam Aceh Darussalam pada 14 Januari 1603 sampai dengan April 1603 pada masa pemerintahan Sultan Saidil Mukammil (1589-1604) (baca: Warwijck en Sebalde de Weert, Oost-Indische Compagnie en de maatregelen der Nederl. regering betr. de vaart op Oost-Indie. 2e verm. dr. Leyden, 1857, hlm 12). Dalam catatannya, pada tanggal 14 Maret 1603, akhir puasa di Kerajaan Aceh. Sultan memerintahkan pembesar istana bersama rakyat untuk melihat bulan, jika bulan terlihat berarti puasa sudah berakhir. Jika tidak, maka puasa akan dilanjutkan pada hari berikutnya.

    Warwijck dan SebaldeDe Weert mencatat juga bahwa rakyat Aceh melaksanakan hari Raya Idul Fitri menurut adat kebiasaan, seperti yang dipraktikkan di Turki. Sultan Saidil Mukammil juga memerintah menembak meriam (3-4 hari) pada malam hari raya. Tradisi ini sampai sekarang masih berlangsung di sebagian wilayah Aceh berupa teut beude trieng (membunyikan meriam bambu) pada setiap hari raya. Mengenai tata cara hari raya puasa ada ditulis dalam kitab Ma Baina as-Salatin yang menjadi UUD Kerajaan Aceh, di mana rakyat Aceh lebih mengenalnya dengan sebutan adat bak Poeteumeureuhom, yaitu sultan dan para menteri shalat hari Raya Idul Fitri di mesjid.

    Selesai shalat Idul Fitri, Warwijck dan SebaldeDe Weert, menyaksikan Sultan dan rombongan ke kembali ke istana. Saat itu, diadakan upacara peusijuek di mana sekarang menggunakan air ditaburi beras dan padi, sedangkan pada masa Kerajaan Aceh menggunakan beras ketan dengan emas. Setelah Sultan tiba di istana, rakyat berduyun ingin bersalaman dengan Sultan dan menunggu di alun-alun besar di depan istana. Saat itu, Sultan menjamu rakyatnya dan memberi kesempatan kepada rakyat untuk masuk istana, semua rakyat yang datang ke istana akan dilayani sebagai tamu khusus oleh Raja Aceh. Itulah model open house Aceh yang telah mentradisi dalam masyarakat Aceh.

    Dimensi tradisi meugang dan syawalan di Aceh

    Perayaan meugang memiliki beberapa dimensi nilai-nilai ajaran Islam dan adat istiadat masyarakat Aceh, yaitu: Pertama, nilai religius. Meugang khususnya pada hari raya Idul Fitri adalah sebentuk perayaan setelah sebulan penuh menyucikan diri pada bulan Ramadhan; Kedua, nilai berbagi sesama. Perayaan meugang telah menjadi satu momen berharga bagi petinggi istana, para dermawan dan orang kaya untuk membagikan sedekah kepada masyarakat fakir miskin; Ketiga, nilai kebersamaan. Tradisi meugang menjadi hal yang penting untuk berlangsung pertemuan silaturrahim antar saudara, tetangga dan warga, dan; Keempat, menghormati kedua orang tua dan teungku (guru). Tradisi meugang juga menjadi ajang bagi anak-anak untuk menghormati kedua orang tuanya, mertuanya, dan guru, dengan mengantarkan masakan daging meugang.

    Sementera tradisi syawalan model Aceh yang telah dipraktikkan sejak zaman kerajaan Aceh mempunyai dua tujuan penting: Pertama, membuka pintu istana selebar lebarnya kepada para elit kerajaan dan rakyat untuk dapat bertemu pemimpinnya; dan kedua, untuk mengakhiri dendam dan permusuhan antar para elite dan sesama rakyat sehingga silaturahmi terus dapat dibina. Persoalan mengakhiri dendam dan permusuhan sangat penting dilakukan agar tidak timbul rasa dampak lebih besar dikemudian hari. Maka hari raya dijadikan sebagai media rekonsiliasi.

    Terakhir, berbagai dimensi dari nilai-nilai tradisi meugang dan syawalan dalam model Aceh di atas, menjadikan tradisi meugang dan syawalan (open house) itu sangat penting dalam masyarakat Aceh. Menurut penulis, ini harus direvitalisasi dalam konteks kekinian: Pertama, pemerintah Aceh dan pemerintah pusat dan TNI/Polri agar dapat menjadikan hari-hari tersebut sebagai media rekonsiliasi masyarakat paska damai Aceh agar damai terus membumi di hati rakyat. Tidak boleh ada yang tersisa dendam dalam hati rakyat, yang dapat merusak kerukunan dan perdamaian yang sudah ada; dan kedua, Wali Nanggroe yang diamanahkan oleh Undang-Undang No.11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA), sebagai pemersatu rakyat Aceh bisa memainkan peranannya dengan memanfaatkan hari meugang dan tradisi syawalan ini dengan menginisiasi terwujudnya kerukunan dan perdamaian masyarakat Aceh dalam berbagai tingkatan. Semoga.

     


    Artikel Lainnya:
    Artikel Lainnya:

     

    Joko Widodo dan Prabowo Sama-sama Keturunan Tionghoa
    Rabu, 12 Desember 2018

    KOPI, Jakarta – Fakta, Prabowo Subianto adalah Warga Keturunan Cina/Tionghoa dan Penganut Agama Kristen. Pertama yang perlu diketahui adalah Fakta ini tidak bermaksud mendiskreditkan agama atau suku dan ras tertentu yang ada di Indonesia. Saya (red.Didi) secara pribadi sebenarnya bangga karena masih banyak masyarakat muslim yang menjadikan Prabowo yang merupakan warga keturunan Tionghoa sebagai idola dan panutan mereka meskipun Ayah Prabowo... Baca selengkapnya...

    Dulu Prabowo Teriak Anti Aseng - Asing, Kini Malah Merapat
    Minggu, 09 Desember 2018

    KOPI, Jakarta - Kehadiran Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dalam pertemuan dengan pengusaha Tionghoa Indonesia di sebuah hotel di kawasan Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, Jumat (7/12/18) malam, mendapat sorotan dari Ketua Fraksi Hanura, Inas N Zubir. Inas menyebut Purnawirawan Jenderal bintang tiga itu semakin jinak terhadap asing dan aseng. "Ia juga kerap berteriak, 'Apa kalian mau dipimpin antek asing' atau 'Kekayaan negeri... Baca selengkapnya...

    Kunjungan Ketum Partai Nasdem ke Riau
    Minggu, 09 Desember 2018

    KOPI, Pekanbaru -  Ketua Umum (Ketum) Partai Nasional Demokrat nama bekennya Nasdem H. Surya Paloh melakukan kunjungan kerja  ke propinsi Riau, Sabtu ( 9 Desember 2018 )  .  Ribuan  kaderya  berasal dari dua belas kabupaten /kota se Riau hadir saat itu .   Surya Paloh  datang sekira jam 15: 30 WIB memakai baju stelan safari hitam, serta lansung memberikan hormat. Penyambutan kedatangan rombongan ketua umumnya oleh Iskandar Husein ketua... Baca selengkapnya...

    Pengamat : Perlukah BPJS Kesehatan Kita Bubarkan
    Jumat, 07 Desember 2018

    KOPI, Bogor – Pasal 34 (Undang-Undang Dasar) UUD 1945 menyebutkan bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Kini negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan memberdayakan yang lemah dan tidak mampu sesuai martabat dan kemanusiaan serta negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak.   Ditempat kerjanya, Kangmas Sutisyoso... Baca selengkapnya...

    Hari Disabilitas Internasional 2018
    Selasa, 04 Desember 2018

    KOPI-Jakarta, Setiap tahun diperingati hari Disabilitas Internasional. Kegiatan ini diperingati setiap tanggal 3 Desember. Peringatan ini bertujuan untuk mengembangkan wawasan masyarakat akan persoalan-persoalan yang terjadi berkaitan dengan kehidupan para penyandang cacat. Pemerintah kali ini mengangkat tema "Indonesia Inklusi dan Ramah Disabilitas," sedangkan PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa mengambil tema dengan "Memberdayakan penyandang... Baca selengkapnya...

    Inilah Pidato Capres Prabowo di Reuni Akbar 212 Lapangan Monas
    Senin, 03 Desember 2018

    KOPI, Jakarta - Jutaan umat muslim dari penjuru daerah Indonesia menghadiri Reuni Akbar 212 di lapangan Monumen Nasional (Monas). Para peserta Reuni tersebut datang berkelompok dari daerahnya masing-masing memakai bus, pesawat udara, maupun kapal laut. Dari berbagai usia Balita, orang tua hingga remaja/abg, dewasa. Dari berbagai strata pekerjaan. Prabowo datang ke Reuni Akbar 212 Mantan Danjen Kopasus Prabowo Subianto datang keMonas... Baca selengkapnya...

    Disangkakan Menganiaya Tanpa Bukti, Anggota PPWI Praperadilankan Kapolres Bantul
    Sabtu, 01 Desember 2018

    KOPI, Jakarta - Anggota Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) yang juga Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO), Ir. Soegiharto Santoso alias Hoky kembali didera kasus dugaan kriminalisasi di Polres Bantul. Kali ini, ia harus menghadapi persoalan yang muncul dari kasus yang dilaporkan oleh Faaz, oknum yang merupakan lawan Hoky dalam serentetan cerita perjuangannya sebagai seorang Ketua Umum Apkomindo yang sah, yang... Baca selengkapnya...

    INTERNASIONALNetanyahu Suap Media, Beritakan yang Po.....
    05/12/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Israel – Hari Minggu (2/12), kepolisian Israel dan Otoritas Keamanan Israel menyatakan bahwa terdapat cukup bukti bahwa Netanyahu dan istrinya [ ... ]



    NASIONALPresiden Jokowi Kunker ke Aceh.....
    12/12/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI,Jakarta, Memasuki akhir tahun 2018 maka Presiden Indonesia Joko Widodo akan mengunjungi bumi Serambi Mekkah di Banda Aceh. Sesuai jadwal yan [ ... ]



    DAERAHTahun 2018, KIP Riau Menyelesaikan 62 S.....
    05/12/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru - Ketua Komisi Informasi Publik (KIP) Provinsi Riau Zufra Irwan menyebutkan. Pihaknya telah menyelesaikan sebanyak 62 sengketa infor [ ... ]



    PENDIDIKANProtes Pemilihan Rektor, Mahasiswa UMRI .....
    14/12/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru - Ratusan mahasiswa –mahasiswi Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) melakukan aksi demontrasi , Senen (11-12-2018) di gedung rekto [ ... ]



    EKONOMISyahronie : Presiden Tak Perlu Berkeluh.....
    06/12/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta - Presiden Joko Widodo semestinya tidak perlu berkeluh kesah soal impor yang lebih besar daripada ekspor. Sebab, Presiden lah yang mesti [ ... ]



    OLAHRAGAIPSI Banda Aceh Target 4 Mendali Emas.....
    09/11/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta,Banyak olahraga yang digemari oleh setiap orang. Salah satunya adalah cabang olahraga pencak silat. Wadah yang menaunggi pencak silat [ ... ]



    PARIWISATAKunjungan Turis Mancanegara ke Riau .....
    04/09/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru – Ditempat kerjanya, sebut saja namanya Aji Sulung mengatakan “ Program promosi Pariwisata dan event lainnya yang diadakan oleh D [ ... ]



    HUKUM & KRIMINALOmbudsman RI Anugerahkan Predikat Kepatu.....
    12/12/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Pemerintah Aceh bersama Kabupaten Aceh Besar, Aceh Barat, Abdya, Bener Meriah, dan Kota Langsa mendapat penghargaan kepatuhan pemenuhan  [ ... ]



    POLITIKHasto Kristiyanto dilaporkan ke BAWASLU.....
    13/12/2018 | Zurie Odhe
    article thumbnail

    KOPI, Jakarta - Hasto Kristiyanto selaku sekretaris tim kampanye nasional Jokowi-Ma’ruf Amin dilaporkan ke BAWASLU RI oleh Solidaritas Advokat Penja [ ... ]



    OPINIPromosi Jabatan Cepat Para Pati TNI,.....
    03/12/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta – Ditempat Kerjanya, Kangmas Sutisyoso menyatakan “ Ingin jabatan strategis setingkat (Panglima, Kapolri, Kasad, Kasal, Ksau ,dll) p [ ... ]



    PROFILKompol Arvin Haryadi Jabat Kapolsek Si.....
    25/10/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Siak Hulu - Pisah sambut Kapolsek Siak Hulu dari Kompol Dedi Suryadi kepada Kompol Arvin Haryadi, S.ik, SH bertempat di Mapolsek Siak Hulu, keca [ ... ]



    ROHANIKanwil Kemenag Riau H. Ahmad Supardi Mut.....
    10/10/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin hari, Jumat (05/10) melantik M Nur kholis Setiawan sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Agama [ ... ]



    RESENSIHeboh Buku Fire and Furry Ungkap “ D.....
    05/01/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Washington DC- Heboh buku Fire and Fury ungkap “Dapur Gedung Putih” Menjelang Pemilu Pilres Amerika Serikat . Dilansir dari The Guardian, R [ ... ]



    CERPEN & CERBUNGSuami Genjot ecak, Istri Malah Kena Genj.....
    08/10/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI - Memang tak ada undang-undang yang melarang tukang becak beristri cantik, karena semua itu tergantung rejeki dan kelihaian lobi masing-masing. M [ ... ]



    PUISIMenatap Rasa.....
    07/06/2017 | Mas Ade

    Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



    CURAHAN HATIWaspada !.. Modus Penipuan Wajah Palsu, .....
    28/11/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru - Beraneka macam modus penipuan muncul era digitalisasi ini. Sasaran utama adalah oknum orang yang  melek/tak bisa memakai internet y [ ... ]



    SERBA-SERBIUltah Pertamina Aceh ke-61, Sumbang 53 K.....
    13/12/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Salah satu garda terdepan penyaluran minyak dan gas di dalam negeri Indonesia adalah PT Pertamina. Tidak terasa sekarang PT Pertamina te [ ... ]



    Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.