Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



    POLLING WARGA
    Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
     

    Indonesia ‘Bubar’ 2030 : Kritik atauFakta ?

    Kediri - Seluruh negara yang ada di dunia memiliki tiga tujuan utama, yaitu aman, damai, dan sejahtera. Untuk meraih beberapa tujuan tersebut, dapat dipastikan banyak aral yang akan menjadi rintangan atau bahkan tantangan suatu bangsa. Bangsa Indonesia pada khususnya, harus menyikapi secara cepat, cermat, dan tepat akan masalah tantangan bangsa untuk millennium ke depan. Setiap aktualisasi dari rencana suatu bangsa harus dilaksanakan sesuai system kepemerintahannya. Kita semua sudah mengetahui bahwa sistem pemerintahan Indonesia adalah presidensial secara demokrasi terpimpin. Ketika berbicara demokrasi maka sama dengan halnya bicara tentang pemerintahan dan seni menjalankan sebuah pemerintahan. Salah satu ciri demokrasi adalah adanya kebebasan berpendapat. Hal semacam ini dijamin pada Pasal 28E ayat 3 UUD NRI 1945 yang menyatakan bahwa “setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat”. Terkadang, hal “kebebasan mengeluarkan pendapat” juga dapat menimbulkan “pro dan kontra”. Beberapa waktu yang lalu, sangat ramai diperbincangkan mengenai terkait statement Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menyatakan bahwa Indonesia akan bubar pada tahun 2030. Sudah banyak ulasan maupun argumen baik pro ataupun kontra terkait problematika ini. Pro dan kontra yang muncul sudah sangat jelas tidak dapat dihindarkan lagi, karena batin dan pikiran setiap manusia yang ‘memancarkan‘ sebuah pandangan merupakan bagian dari aspek eksistensial manusia, yang sudah jelas subjektivitas orang pasti berbeda

     

    Definisi bubar menurut KBBI adalah bercerai-berai ke mana-mana, selesai; usai, selesai tugas; berhenti bertugas, ditiadakan. Menurut penulis, esensi pidato Indonesia 2030 bubar itu adalah warning dari salah satu orang yang ‘nasionalis’ terhadap negaranya yang sedang melihat adanya sebuah kemungkinan ancaman dari luar terhadap keutuhan nusa bangsa negara yang dia bela. Kata ‘bubar’ disini bukan bermaksud Indonesia ‘lenyap’ ataupun bangsa Indonesia ‘selesai’, tetapi kata ‘bubar’ disini bermaksud keadaan masyarakat bangsa Indonesia yang tercerai-berai akibat kondisi ekonomi, sosial (SARA), politik, keamanan, yang dirasa dalam kurun beberapa waktu belakangan semakin ‘memanas’. Sebetulnya penulis novel itu juga bukan penulis novel layaknya penulis novel lainnya, akan tetapi dia merupakan seorang Ilmuwan Politik Amerika. Salah satu penulis novel itu bernama Peter Warren Singer, dimana ia adalah sarjana hubungan Internasional khususnya dalam pembahasan peperangan abad 21. Dia saat ini menjadi ahli strategi untuk New Amerika Foundation, yang merupakan sebuah lembaga “think tank” nirlaba, dan editor untuk Populer Science , majalah Ilmu Pengetahuan ternama di AS, dan terakhir dia juga konsultan CIA. Singer pernah menjadi Direktur Pusat Keamanan dan Intelegensi Abad ke-21. Sebelum itu, ia pendiri Proyek Kebijakan AS di Dunia Islam pada Pusat Kebijakan Timur Tengah di Brookings. Dia juga bekerja untuk Pusat Ilmu dan Urusan Internasional Belfer di Universitas Harvard, Satuan Tugas Balkan di Departemen Pertahanan AS, dan Akademi Perdamaian Internasional. Singer menerima gelar Ph.D. dari Harvard University dan A.B. dari Woodrow Wilson School of Public and International Affairs di Princeton. Defense News menobatkannya sebagai salah satu dari 100 orang paling berpengaruh dalam masalah pertahanan. Ia juga melayani kelompok penasihat untuk Komando Pasukan Gabungan, membantu militer AS memvisualisasikan dan merencanakan masa depan. Pada tahun 2015, ia dianggap oleh analisis Onalytica.com sebagai “salah satu dari sepuluh suara yang paling berpengaruh pada isu keamanan cyber. Peter W. Singer juga telah memberi komentat atas statement Indonesia bubar pada 2030 yang dikutip Prabowo Subianto dari novelnya yaitu Ghost Fleet. Singer mengomentari hal itu melalui ‘cuitan’ di akun Twitternya, @peterwsinger "Pemimpin oposisi Indonesia mengutip #GhostFleet dalam pidato kampanye berapi-api, Ada banyak liku dan perubahan tak terduga dari pengalaman buku ini, tapi ini mungkin mengambil bagiannya."

     

    Perlu diketahui bahwa meski novel ini disebut novel fiksi, sebetulnya apa yang ditulis Singer dan A. Cole itu dapat dikatakan seperti “ramalan”. Tak heran bila Pentagon pun menggunakan sebagai bahan kajian. Kita harus berpikir bahwa bukan tidak mungkin suatu karya novel itu sejatinya merupakan informasi yang disamarkan sebagai sebuah novel. Misalnya saja novel terbitan Hector Bywater pada tahun 1925. Bywater yang merupakan wartawan dari Amerika, mempunyai titik fokus pada intelijen angkatan laut yang menggambarkan di novelnya bakal pecahnya perang pasifik antara Amerika versus Jepang. Alhasil, ternyata kejadian itu benar-benar terjadi. Perlu diketahui bahwa Bung Karno pernah membaca buku ini pada tahun 1927. Bung Karno cukup peka menangkap isi novel itu dan mulai saat itulah Bung Karno mulai mengingatkan berbagai kalangan agar kita siap merdeka begitu jepang kalah. Novel yang juga diyakini sebagai informasi intelijen adalah karya Tom Clancy seperti Executive Order, Dragon and the Bear, dan isi yang diceritakan dari dua buku itu semua sudah terbukti benar. Jika kita benar-benar paham tentang bagaimana keadaan di dalam negeri ini sekarang, maka tidak salah lagi Prabowo mengatakan Indonesia akan bubar 2030.

     

    Jika kesenjangan sosial terus berkembang menjadi tinggi, terjadi krisis ekonomi dan sosial, tujuan hukum tidak terimplementasi, maka yang akan terjadi adalah masyarakat akan frustasi dan akan timbul chaos. Berdasarkan data Bank Dunia 2015, 26,9 % atau 68 juta orang Indonesia hidup kurang dari 50% di atas garis kemiskinan nasional. Jika mereka mengalami masalah ekonomi dimana ini berkaitan dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat, maka mereka bisa jatuh miskin dengan mudah. Suisse Global Wealth Report pada tahun 2016 menyatakan bahwa angka rasio gini Indonesia adalah 0.49, dimana artinya 1% orang terkaya (hanya 2,5 juta orang) menguasai 49% kekayaan Indonesia. BPS juga mempunyai data pada tahun 2015 bahwa ada 29 juta orang Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan yang ditetapkan pemerintah, ini mencakup 8.3% penduduk kota dan 14.2% penduduk desa. Jika dikatakan krisis ekonomi, sebenarnya Indonesia dilanda krisis ekonomi, dimana kita bisa melihat pada unggahan berita Kompas.com pada 15/3/2018 bahwa utang luar negeri Indonesia naik 10% atau mencapai Rp. 4.914 Triliun. Badan Pusat Statistik (BPS) juga telah mengungkapkan, pada tahun 2017 telah terjadi kenaikan jumlah pengangguran di Indonesia sebesar 10.000 orang menjadi dari 7,03 juta orang menjadi 7,04 juta orang (Dari periode Agustus 2016 sampai Agustus 2017). Dalam konteks pangan pun pemerintah seakan-akan bergantung pada negara asing, dimana pada tahun 2018 pemerintah juga telah melakukan impor beras 500.000 ton, impor gula 1,8 juta ton, impor 3,7 ton (Merdeka.com 20/1/2018). Hasil temuan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA Publik pada Jumat (2/2/2018) menilai pengangguran makin meningkat sebanyak 48.4 persen. Lalu kebutuhan pokok yang publik melihatnya, semakin berat dengan persentase 52,6 persen. Serta lapangan pekerjaan, dianggap semakin berat dengan persentase penilaian 54 persen. Di lansir di detik.com, Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) pada 21 Mei 2018 menembus level RP 14.200. Angka ini naik tiga poin dari posisi sebelumnya di level Rp 14.197.

     

    Dalam konteks SARA-pun, perlu kita sadari juga terdapat berbagai masalah. Di mulai dari kasus ‘penistaan’ agama (surat Al-Maidah ayat 51) oleh mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab dengan nama ‘Ahok’, kemudian kriminilasisasi Ulama yang dialami oleh Habib Rizieq dengan tuduhan ‘chat sex’, penganiyaan beberapa ulama oleh ‘orang gila’ dan pembunuhan salah satu ulama di Jawa Barat ( Alm. Ustadz Prawoto ) oleh ‘orang gila’, perusakan masjid di Tuban oleh ‘orang gila’, penyerangan di Gereja Santa Lidwina Gamping Sleman saat acara Misa, pembacaan puisi oleh Sukmawati Soekarnoputri yang di dalam bagiannya ada yang menyinggung mengenai azan dengan mengatakan “.. suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elokLebih merdu dari alunan azan mu..” dan serta menyinggung mengenai cadar dengan mengatakan “.. sari konde ibu Indonesia sangatlah indah Lebih cantik dari cadar dirimu..”, oknum polisi yang diduga telah melakukan pengrusakan Alquran di Masjid Nurul Imam, Medan, beberapa minggu yang lalu juga terjadi pengeboman di beberapa gereja di Surabaya, selajutnya baru-baru ini ada peristiwa potongan Alquran tersobek-sobek dan berserakan di Jalan Gunawarman, Jaksel dimana pelaku belum diketahui. Beberapa kasus diatas merupakan contoh indikasi “bubar”, dimana “bubar” disini bukan berarti “selesai/tiada”, tetapi diartikan “tercerai-berai”. Ketika permasalahan SARA ini muncul di tengah lingkungan masyarakat, maka akan timbul rasa prasangka negative antara satu dengan yang lain. Disinilah yang dikhawatirkan, ketika integritas ‘tergerus’ dengan permasalahan SARA, maka yang dikhawatirkan untuk terjadi adalah peng-‘kotak-kotak-an’, dimana masyarakat akan membentuk kelompok-kelompok sosial yang masing-masing anggota kelompok mempunyai satu prinsip yang sama, dan menganggap kelompok sosial yang ‘diluar’ mereka merupakan ‘musuh’ dari kelompoknya. ( In-group vs Out-Group).

     

    Masalah keamanan-pun juga harus kita perhatikan. Jumlah tenaga kerja asing (TKA) di Indonesia menurut Databoks Katadata Indonesia meningkat 69.85% dalam kurun 3 tahun terakhir. Dari tahun 2015 yang jumlahnhya 69.000 ribu TKA, tahun 2016 berjumlah 74.813 ribu TKA, dan di tahun 2017 berjumlah 126.000 ribu TKA. Perlu diketahui bahwa masuknya tenaga kerja dari Tiongkok menjadi tenaga kerja asing paling banyak di Indonesia dengan jumlah 21.271 ribu jiwa (Data Kemenaker, 2017). Sebenarnya, kita perlu mengetahui bahwa Tiongkok merupakan negara wajib militer, dimana setiap masyarakat Tiongkok selama umur 18-23 tahun diwajibkan mengikuti wajib militer. Melihat akan hal itu, otomatis semua TKA yang datang di Indonesia praktis tentara, paling tidak mantan tentara, atau bisa disebut juga mantan wajib militer. Dari situ kita dapat melihat bahwa terdapat ancaman laten dari asing, dan ini jika dibiarkan akan berdampak negative pada situasi dan kondisi keamanan di Indonesia.

     

    Bahkan bila terjadi perang antara Amerika dan China kemudian Indonesia terkena imbasnya , kondisi peralatan tempur Indonesia sangat mengkhawatirkan. Hal ini juga diungkapkan Menhan sejak tahun 2015 sebagaimana pernah ditulis oleh berbagai portal (salah satunya Repulika.co.id 22/2/2015). Menhan mengisyaratkan ‘keprihatinannya’ terhadap dunia ketahanan. Bahkan Ryamizard pesimis Indonesia bisa bertahan jika suatu saat terjadi perang. Sebagai gambaran Menhan mengatakan , cadangan peluru kita untuk TNI hanya untuk 3 hari, beras untuk konsumsi rakyat hanya 18 hari, dan BBM untuk keperluan rakyat 12-18 hari. Sangat beresiko bukan?

     

    Sebenarnya yang disampaikan Prabowo itu sebuah peringatan ataupun dapat dikatakan sebuah kritikan. Dengan kritik itulah yang menjadi pemantik untuk berbuat baik. Semua rakyat-pun enggan mencaci maki bangsa sendiri dihadapan orang luar. Akan tetapi di dalam diri sendiri harus ada keberanian untuk mengoreksi. Hal ini bukan pesimistis, tetapi realistis dengan keadaan. Justru ketika beliau memberi peringatan bagi kita, kita sebaiknya harus waspada apa yang akan terjadi di kemudian hari. Secara tersirat, Prabowo berusaha mengingatkan agar kita semua menjaga integritas atau keutuhan serta persatuan di tengah ‘gelombang’ masalah yang terjadi dan yang dapat menimbulkan konflik horizontal di lingkungan masyarakat.

     

    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H.Talqobbalallahu minna wa minkum. Barakallahu Fiikum. Mohon Maaf Lahir dan Batin. Kembali ke fitrah, kembali bersilaturahmi, saling bermaafan.

     

    Penulis : Fradhana Putra Disantara

    Mahasiswa Angkatan 2017 Jurusan Hukum di Universitas Negeri Surabaya dan selaku Ketua Pelaksana Harian Pandu Garuda Indonesia Raya - GRPG 08 Dewan Pimpinan Daerah Jawa Timur. (+62 822-3465-3937).

     

    Dikirim pada hari Kamis, 21-06-2018.


    Artikel Lainnya:
    Artikel Lainnya:

     

    Joko Widodo dan Prabowo Sama-sama Keturunan Tionghoa
    Rabu, 12 Desember 2018

    KOPI, Jakarta – Fakta, Prabowo Subianto adalah Warga Keturunan Cina/Tionghoa dan Penganut Agama Kristen. Pertama yang perlu diketahui adalah Fakta ini tidak bermaksud mendiskreditkan agama atau suku dan ras tertentu yang ada di Indonesia. Saya (red.Didi) secara pribadi sebenarnya bangga karena masih banyak masyarakat muslim yang menjadikan Prabowo yang merupakan warga keturunan Tionghoa sebagai idola dan panutan mereka meskipun Ayah Prabowo... Baca selengkapnya...

    Dulu Prabowo Teriak Anti Aseng - Asing, Kini Malah Merapat
    Minggu, 09 Desember 2018

    KOPI, Jakarta - Kehadiran Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dalam pertemuan dengan pengusaha Tionghoa Indonesia di sebuah hotel di kawasan Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, Jumat (7/12/18) malam, mendapat sorotan dari Ketua Fraksi Hanura, Inas N Zubir. Inas menyebut Purnawirawan Jenderal bintang tiga itu semakin jinak terhadap asing dan aseng. "Ia juga kerap berteriak, 'Apa kalian mau dipimpin antek asing' atau 'Kekayaan negeri... Baca selengkapnya...

    Kunjungan Ketum Partai Nasdem ke Riau
    Minggu, 09 Desember 2018

    KOPI, Pekanbaru -  Ketua Umum (Ketum) Partai Nasional Demokrat nama bekennya Nasdem H. Surya Paloh melakukan kunjungan kerja  ke propinsi Riau, Sabtu ( 9 Desember 2018 )  .  Ribuan  kaderya  berasal dari dua belas kabupaten /kota se Riau hadir saat itu .   Surya Paloh  datang sekira jam 15: 30 WIB memakai baju stelan safari hitam, serta lansung memberikan hormat. Penyambutan kedatangan rombongan ketua umumnya oleh Iskandar Husein ketua... Baca selengkapnya...

    Pengamat : Perlukah BPJS Kesehatan Kita Bubarkan
    Jumat, 07 Desember 2018

    KOPI, Bogor – Pasal 34 (Undang-Undang Dasar) UUD 1945 menyebutkan bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Kini negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan memberdayakan yang lemah dan tidak mampu sesuai martabat dan kemanusiaan serta negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak.   Ditempat kerjanya, Kangmas Sutisyoso... Baca selengkapnya...

    Hari Disabilitas Internasional 2018
    Selasa, 04 Desember 2018

    KOPI-Jakarta, Setiap tahun diperingati hari Disabilitas Internasional. Kegiatan ini diperingati setiap tanggal 3 Desember. Peringatan ini bertujuan untuk mengembangkan wawasan masyarakat akan persoalan-persoalan yang terjadi berkaitan dengan kehidupan para penyandang cacat. Pemerintah kali ini mengangkat tema "Indonesia Inklusi dan Ramah Disabilitas," sedangkan PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa mengambil tema dengan "Memberdayakan penyandang... Baca selengkapnya...

    Inilah Pidato Capres Prabowo di Reuni Akbar 212 Lapangan Monas
    Senin, 03 Desember 2018

    KOPI, Jakarta - Jutaan umat muslim dari penjuru daerah Indonesia menghadiri Reuni Akbar 212 di lapangan Monumen Nasional (Monas). Para peserta Reuni tersebut datang berkelompok dari daerahnya masing-masing memakai bus, pesawat udara, maupun kapal laut. Dari berbagai usia Balita, orang tua hingga remaja/abg, dewasa. Dari berbagai strata pekerjaan. Prabowo datang ke Reuni Akbar 212 Mantan Danjen Kopasus Prabowo Subianto datang keMonas... Baca selengkapnya...

    Disangkakan Menganiaya Tanpa Bukti, Anggota PPWI Praperadilankan Kapolres Bantul
    Sabtu, 01 Desember 2018

    KOPI, Jakarta - Anggota Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) yang juga Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO), Ir. Soegiharto Santoso alias Hoky kembali didera kasus dugaan kriminalisasi di Polres Bantul. Kali ini, ia harus menghadapi persoalan yang muncul dari kasus yang dilaporkan oleh Faaz, oknum yang merupakan lawan Hoky dalam serentetan cerita perjuangannya sebagai seorang Ketua Umum Apkomindo yang sah, yang... Baca selengkapnya...

    INTERNASIONALNetanyahu Suap Media, Beritakan yang Po.....
    05/12/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Israel – Hari Minggu (2/12), kepolisian Israel dan Otoritas Keamanan Israel menyatakan bahwa terdapat cukup bukti bahwa Netanyahu dan istrinya [ ... ]



    NASIONALPresiden Jokowi Kunker ke Aceh.....
    12/12/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI,Jakarta, Memasuki akhir tahun 2018 maka Presiden Indonesia Joko Widodo akan mengunjungi bumi Serambi Mekkah di Banda Aceh. Sesuai jadwal yan [ ... ]



    DAERAHTahun 2018, KIP Riau Menyelesaikan 62 S.....
    05/12/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru - Ketua Komisi Informasi Publik (KIP) Provinsi Riau Zufra Irwan menyebutkan. Pihaknya telah menyelesaikan sebanyak 62 sengketa infor [ ... ]



    PENDIDIKANProtes Pemilihan Rektor, Mahasiswa UMRI .....
    14/12/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru - Ratusan mahasiswa –mahasiswi Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) melakukan aksi demontrasi , Senen (11-12-2018) di gedung rekto [ ... ]



    EKONOMISyahronie : Presiden Tak Perlu Berkeluh.....
    06/12/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta - Presiden Joko Widodo semestinya tidak perlu berkeluh kesah soal impor yang lebih besar daripada ekspor. Sebab, Presiden lah yang mesti [ ... ]



    OLAHRAGAIPSI Banda Aceh Target 4 Mendali Emas.....
    09/11/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta,Banyak olahraga yang digemari oleh setiap orang. Salah satunya adalah cabang olahraga pencak silat. Wadah yang menaunggi pencak silat [ ... ]



    PARIWISATAKunjungan Turis Mancanegara ke Riau .....
    04/09/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru – Ditempat kerjanya, sebut saja namanya Aji Sulung mengatakan “ Program promosi Pariwisata dan event lainnya yang diadakan oleh D [ ... ]



    HUKUM & KRIMINALOmbudsman RI Anugerahkan Predikat Kepatu.....
    12/12/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Pemerintah Aceh bersama Kabupaten Aceh Besar, Aceh Barat, Abdya, Bener Meriah, dan Kota Langsa mendapat penghargaan kepatuhan pemenuhan  [ ... ]



    POLITIKHasto Kristiyanto dilaporkan ke BAWASLU.....
    13/12/2018 | Zurie Odhe
    article thumbnail

    KOPI, Jakarta - Hasto Kristiyanto selaku sekretaris tim kampanye nasional Jokowi-Ma’ruf Amin dilaporkan ke BAWASLU RI oleh Solidaritas Advokat Penja [ ... ]



    OPINIPromosi Jabatan Cepat Para Pati TNI,.....
    03/12/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta – Ditempat Kerjanya, Kangmas Sutisyoso menyatakan “ Ingin jabatan strategis setingkat (Panglima, Kapolri, Kasad, Kasal, Ksau ,dll) p [ ... ]



    PROFILKompol Arvin Haryadi Jabat Kapolsek Si.....
    25/10/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Siak Hulu - Pisah sambut Kapolsek Siak Hulu dari Kompol Dedi Suryadi kepada Kompol Arvin Haryadi, S.ik, SH bertempat di Mapolsek Siak Hulu, keca [ ... ]



    ROHANIKanwil Kemenag Riau H. Ahmad Supardi Mut.....
    10/10/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin hari, Jumat (05/10) melantik M Nur kholis Setiawan sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Agama [ ... ]



    RESENSIHeboh Buku Fire and Furry Ungkap “ D.....
    05/01/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Washington DC- Heboh buku Fire and Fury ungkap “Dapur Gedung Putih” Menjelang Pemilu Pilres Amerika Serikat . Dilansir dari The Guardian, R [ ... ]



    CERPEN & CERBUNGSuami Genjot ecak, Istri Malah Kena Genj.....
    08/10/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI - Memang tak ada undang-undang yang melarang tukang becak beristri cantik, karena semua itu tergantung rejeki dan kelihaian lobi masing-masing. M [ ... ]



    PUISIMenatap Rasa.....
    07/06/2017 | Mas Ade

    Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



    CURAHAN HATIWaspada !.. Modus Penipuan Wajah Palsu, .....
    28/11/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru - Beraneka macam modus penipuan muncul era digitalisasi ini. Sasaran utama adalah oknum orang yang  melek/tak bisa memakai internet y [ ... ]



    SERBA-SERBIUltah Pertamina Aceh ke-61, Sumbang 53 K.....
    13/12/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Salah satu garda terdepan penyaluran minyak dan gas di dalam negeri Indonesia adalah PT Pertamina. Tidak terasa sekarang PT Pertamina te [ ... ]



    Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.