Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



    POLLING WARGA
    Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
     

    PT. Tugu Beton Semesta Abadi Berdiri di Permukiman Diduga Tanpa Ijin

     

    Perusahaan batjing plan PT Tugu Beton Semesta Abadi

    KOPI, Semarang - Perumahan Permata Puri Ngaliyan didemo warga gara2 jalan untuk umum dilalui truk tronton. Truk besar muatan sirtu untuk Batjing Plan meresahkan warga sekitar yang terkena dampak. Pembangunan Apartemen Pavilion Amarta tersebut memasok material dari PT Tugu Beton Semesta Abadi, Kaliwungu, Kabupaten Kendal.

    Ali Kepala Operasional PT Tugu Beton Semesta Abadi (TBSA) mengatakan, dirinya hanya sebatas melaksanakan perintah atasan saja,” saya hanya melaksanakan perintah dari atasan saya karena saya hanya digaji dan masalah perijinan sudah ada dan Semua dokumen perijinan ada pada PT TBSA di Kaliwungu, silahkan hubungi Junaidi, kepala Plan disana, karena kantor disini baru dibangun dan pabrik ini beroperasi kurang lebih sebulan berjalan”. Namun ketika disesak wujud dan bentuk perijinan yang dimiliki, Ali tidak bisa menunjukkan.

    Ali menambahkan, “bahwa Apartemen ini milik PT PP BUMN, jadi yang bertanggung jawab adalah Perum.Permata Puri dan PT PP. Sedangkan PT TBSA hanya sekedar menjalankan perintah saja”.

    Fery Keamanan pembangunan Apartemen Tower Amarta View menyayangkan berhentinya pembangunan tersebut karena banyak pekerja yang nganggur dan tak bisa bekerja, karena material tidak bisa lewat lokasi. “Seharusnya perkara ini bisa diatasi sebelum pekerjaan berlangsung, bukan pas di perjalanan pekerjaan baru berhenti.

    Apartemen yang rencananya 25 lantai ini tidak ada aktivitas seperti biasanya.Sebagai keamanan kami hanya bertugas mengawasi dan mengawal keamanan saja disini, untuk masalah birokrasi dan lainnya itu urusan manajemen”. Katanya menambahkan. Oleh karena itu sesuai aturan yang berlaku, pemerintah Kota Semarang diminta tegas dan berani menjatuhkan sanksi terhadap pemilik perusahaan tersebut.

    Pemilik perusahaan dalam hal ini dapat dikenai sanksi administratif hingga bisa dikenakan sanksi penghentian pekerjaan sementara sampai dengan diperolehnya izin mendirikan bangunan gedung (Pasal 115 ayat [1] PP 36/2005).

    Disisi lain Pemilik bangunan gedung yang tidak memiliki izin mendirikan bangunan gedung dapat dikenakan sanksi perintah pembongkaran (Pasal 115 ayat [2] PP 36/2005). Selain sanksi administratif, pemilik pabrik dalam hal ini PT TBSA juga dapat dikenakan sanksi berupa denda paling banyak 10% dari nilai bangunan yang sedang atau telah dibangun (Pasal 45 ayat [2] UUBG).

    Warga sempat mengatakan jika operasional truk tersebut sangat mengganggu warga sekitar, karena pendirian pabrik batjing plan tersebut berada ditengah-tengah permukiman padat penduduk.”Kami bersikeras menolak jalan ini untuk dilalui truk bermuatan besar”.