Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



    POLLING WARGA
    Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
     

    CURAHAN HATI

    Waspada !.. Modus Penipuan Wajah Palsu, KW

    KOPI, Pekanbaru - Beraneka macam modus penipuan muncul era digitalisasi ini. Sasaran utama adalah oknum orang yang  melek/tak bisa memakai internet ya…
     

    Nikki Haley : Negara Arab Hanya Bisa Berkoar- koar , Pelit Memberi Bantuan Finansial ke Palestina

    KOPI, New York - Adapun dalam Daftar Donatur Anrwa ( yayasan mengurus Pengungsi Palestina) terdapat 11 negara mayoritas Muslim yakni : Arab Saudi, K…
     

    Pengamat : Pecat Ndan Perwira Polri yang Arogan Nendang Ibu dengan Anaknya Nyolong di Swalayan

    KOPI, Pangkal Pinang – Beredar rekaman Video viral berdurasi 30 detik , di Media Sosial Grup WhatsApp di daerah Pangkal Pinang. Oknum Polisi Per…
     

    Ketum PPWI Wilson Lalengke : Tolong Audit Dewan Pers Terkait Penggunaan APBN

    KOPI, Jakarta Ditempat kerjanya, Pengamat Kinerja Dewan Pers sebut saja namanya Aji Harmoko menuturkan “ Saat jayanya media cetak / Koran zaman dulu, Pemerintah orde baru membentuk Dewan Pers untuk memantau pemberitaan di media cetak seperti: Koran harian, Koran Tabloid, Majalah , majalah dwi mingguan, dan lain-lain. Apakah ada pemberitaan menyinggung penguasa zaman orde baru. Bahkan beberapa media cetak/Koran/ majalah kena Bredel oleh penguasa orede baru dulu.

    Kini zaman Now, zaman internet atau digital masyarakat bisa menayangkan berita lansung tentang kegiatannya di media sosial (red. Istagram, WhatsApp, You tube, Facebook, BBM, dan Twitter) dan lain-lain.

    Dulu saat ada kegiatan, konferensi pers maka staf humas kalang kabut mengundang wartawan. Kini tugas pokok wartawan sudah diambil alih oleh warga masyarakat. Tanpa datang kelapangan yang jauhnya minta ampun dengan medan yang cukup sulit , berita sudah tayang di media sosial beserta fotonya tinggal teman-teman wartawan mengkopi pastenya saja ke media cyber” Cakap Aji Harmoko pengamat Tersohor, Jenius ini.

    Ratusan Orang Wartawan Demo ke kantor Dewan Pers

    Ratusan orang wartawan Geruduk kantor Dewan Pers di Jakarta, Rabu (04/6-2018). Aksi masa wartawan "TOLAK KRIMINALISASI PERS INDONESIA" ini dihadiri langsung oleh sejumlah Ketua Umum (Ketum) organisasi pers yakni : Ketum JMN Helmy Romdhoni, Ketum IPJI Taufiq Rahman, Ketum FPII Kasihhati, Ketum KWRI Ozzy Sulaiman, Ketum IMO Marlon Brando, Ketum KOWAPPI Hans Kawengian, Ketua PWRI Rinaldo, Sekjen AWDI Budi, Sekjen SPRI Edi Anwar, dan Ketum PWRI Suryanto, serta Sekjen LIIP Syaefudin.

    Gabungan Organisasi Pers Gugat Dewan Pers ke Pengadilan

    Lembaga Dewan Pers kini menjadi sasaran melampiaskan rasa kecewa bagi ribuan wartawan di Indonesia, atas kiprahnya selama ini sebagai sebuah lembaga yang seharusnya membina serta memberikan advokasi kepada para wartwan, tetapi justru dalam prakteknya bertentangan  dengan kewenangan yang diamanatkan UU Pers No 40 Tahun 1999.

    Dalam kiprahnya yang dinilai telah melanggar kewenangannya itu, Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) dan Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) didukung puluhan pimpinan organisasi wartawan dari seluruh Indonesia membawa persoalan ini ke Pengadilan Negeri.

    Dewan Pers digugat sebagai sebuah lembaga yang telah melakukan Perbuatan Melanggar Hukum (PMH) yang berimplikasi kepada maraknya kasus kriminalisasi terhadap sejumlah wartawan di Tanah Air.

    Di saat gugatan itu tengah berproses, muncul kasus tewasnya seorang wartawan di Kota Baru, Kalimantan Selatan,  M Yusuf. Tewan sejawat ini meninggal saat berstatus sebagai tahanan di Lapas Klas IIB, Kota Baru dalam kasus pemberitaan.

    Peristiwa kematian wartawan M Yusuf semakin memperkuat komitmen para pengurus organisasi wartawan di seantero negeri, menuntut Dewan Pers dibubarkan.

    Tuntutan itu tidak hanya melalui proses sidang di pengadilan, tetapi juga dibarengi aksi damai. Ratusan jurnalis dari berbagai daerah telah mengadakan aksi unjuk rasa damai di Dewan Pers dan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (4/7/2018).

    Beda dengan lembaga lainnya yang ada di Indonesia, sebagai sebuah lembaga yang masih bisa dipercaya (menurut Mahfud MD), pers memang tak pernah "Tibo diparuik bakampihkan, tibo dimato dipiciangkan". Artinya, insan pers adalah orang-orang yang tak pernah mau menutup sebuah kesalahan yang dilakukan, walaupun oleh temannya sendiri.

    Ketum PPWI Tolong Audit Penggunaan APBN oleh Dewan Pers

    Coba kita lihat aksi damai para kuli tinta ini, yang mendemo dan yang didemo adalah anggota pers atau wartawan, dan yang memberitakan juga dari kelompok mereka sendiri, para wartawan itu. Keterbukaan atau transparansi di kalangan wartawan menjadi sesuatu hal yang harus diimplementasikan.

    Dalam rangka transparansi ini, Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke minta aparat terkait untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengunaan dana APBN yang diberikan kepada Dewan Pers. "Saya sebagai Ketua Umum (Ketum) PPWI Nasional, bersama pengurus organisasi wartawan lainnya di Indonesia, mendesak aparat terkait, dari jajaran tertinggi, Presiden RI, BPK, dan KPK serta lembaga terkait dan jajarannya melakukan pemeriksaan dan evaluasi kinerja Dewan Pers, terutama terhadap penggunaan APBN oleh Dewan Pers," kata Wilson Lalengke berbicara dalam rekaman video yang telah diunggah di YouTube.

    Menurut Wilson, Dewan Pers sebagai lembaga pengguna dana APBN, sewajarkan memberikan laporan pertanggungjawaban keuangan. "Selama ini tidak pernah kami ketahui untuk hal apa saja uang rakyat itu digunakan," imbuhnya.

    Uang Penyewaan Aula Serbaguna Kemana Perginya.

    Begitu juga terkait pemanfaatan Gedung Dewan Pers dan fasilitasnya selama ini, yang disewakan kepada  publik. "Gedung Dewan Pers itu disewakan melalui Yayasan Dewan Pers. Harus ada pertanggungjawaban dana yang mereka tarik dari masyarakat," pungkas pentolan Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu.

    Sebagai lembaga berkumpulnya orang orang yang akan mengurus kepentingan wartawan, seyogyanya transparansi di tubuh Dewan Pers ini menjadi perhatian.

    Oknum Dewan Pers ini Sok Bersih

    Pertama oknum Dewan Pers ini sok bersih. Hingga kini uang negara yang ia pakai nota bene APBN belum pernah di publikasikan ke public alias di audit oleh lembaga resmi seperti BPK.

    Melarang Pemda (Pemerintah Daerah) memberikan THR kepada wartawan. Hanya kepada kroni-kroninya saja yakni tergabung dalam PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) , AJI (Aliansi Jurnalis Indonesia ), IJTI (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia). Hanya tiga organisasi Pers saja yang diakui oleh Dewan  Pers.

    Padahal negara NKRI negara demokrasi terbesar di dunia. Masih banyak lagi organisasi pers yang lain yang ingin diakui oleh Dewan Pers. Tinggi pula posisi Lembaga Dewan Pres daripada kementrian Infokom

     

    Ditempat lain, Saya mendapat Informasi teman wartawan dari Propinsi Lain memiliki anak masih balita masih menyusu SGM yakni  (Susu Gantung Murni) alias ASI ibunya . Ia memberitahu kepada istrinya , Mendengar informasi Dewan Pers memberikan seleberan kepada Pemda didaerah jangan berikan wartawan THR.

    ASInya tidak keluar lagi, terpaksalah dicari solusi keluar untuk balitanya yakni diberikan minuman susu kaleng. Istrinya ngotot keterlaluan Dewan Pers ini, emangnya duit nenek moyangnya yang kami minta.

    Padahal Dewan Pers biaya operasional memakai uang negara alias APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Bapaknya mengalah saja sekali seminggupun atau dua minggu tak apa-apalah, yang penting untuk anak duluan minum ASI ibunya  ha..ha..

    Baju anak belum beli, susu kaleng anak seharga Rp. 150 ribu per/kaleng. Itupun tahan sepuluh hari. Terpaksa saya jualan Takjil berbuka puasa untuk membeli susu buat anak yang masih menyusu badan atau ASI (Air Susu ibu) dibantu dengan susu kaleng. Selama bulan Ramadhan terpaksa bapaknya minum susu kaleng saat berbuka puasa, mengalah demi anak yang kuat minum ASI.

    Kedua, Oknum staf Dewan Pers datang kedaerah “Dugaan” memperjual belikan Sertifikat Verifikasi Pers .

    Beberapa orang oknum anggota Dewan Pers datang ke Propinsi Riau untuk memverifikasi media online beberapa bulan yang lalu. Beredar kabar “dugaan “ biaya untuk memverifikasi berkisar Rp. 10 hingga 50 juataan. Saat ini jumlah media cyber/ online yang terdaftar di Dewan Pers 34 ribu media online kalikan saja Rp. 10 jutaan sudah bisa membuat pemancar Radio di daerah atau membeli pesawat Drone ha…ha..

    Ketiga Penggunaan APBN oleh Dewan Pers hingga kini belum pernah dipublikasikan. Uang sewa menyewa ruangan atau fasilitas aula untuk kegiatan masyarakat kemana pergi uangnya tidak pernah dipublikasikan apakah pernah diaudit oleh BPK. Jangan lupa Pak Dewan Pers bagi-bagilah komisi  tersebut.

    Keempat Sahkan dan akui keberadaan organisasi pers  PPWI serta organisasi pers lainnya

    Menurut Bapak Presiden Joko Widodo apakah keberadaan Lembaga Dewan Pers ini masih Relevan zaman Now ini atau bubarkan saja” cakap Aji Harmoko, Pengamat Kinerja Dewan Pers. (Didi)


    Hati-Hati Sindikat Penipuan/Maling.

    1). Wartawan Gadungan (Print berita), Pelakunya Kelompok "Trio Gaek Sinting oknum warga Tionghoa beradik kakak dengan anak serta istrinya bekerjasama dengan oknum adik Tentara" Kerjanya hanya menipu/Maling/ Bandar narkoba/ Begal/ Smokel/ Penadah barang curian/ Bisnis Terlarang.

    2). Sering Mengaku : Anaknya, adiknya menulis berita di koran atau media online. (koran milik orang lain ia bawa).Berita di media online ia tunjukan kepada target penipuan tersebut nama penulis ia tutup dengan jarinya mengaku ia nulis berita ke orang.  Handphone orang ia tahan.

    Habis orang melayu Riau kena tipu. Ketahuan menipu uang orang   ia kembalikan menyuruh oknum Lawyer,  oknum Tentara/Polri, atau orang lain. Ia bilang khilaf sebagai alasan saja, padahal kerjanya menipun/maling.

    3). Wartawan diakui sebagai anaknya atau keponakannya. (edit foto berdampingan dengan Ia atau anaknya). Istri, anak kakaknya mengaku2 sebagai (ortu penulis) atau family orang.

    4). Menjual nama orang mengaku sebagai family, mamak. ( Berfoto Selfi atau berdiri samping orang). Istrinya, kakaknya sering mengaku sebagai istri orang atau family orang lain.

    5).Sering mengaku sebagai anggota TNI/Polri, Jaksa. (adeknya  atau abangnya anggota TNI/Polri mengaku pula ia sebagai anggota) . Orang sudah "masuk angin" alias sinting/Gila.

    6). Pelaku Sering Meminta-minta  proyek Pemerintah daerah/Pemda. (menjual nama ketum Partai Politik, Perwira TNI/Polri, Jaksa, Pejabat dll). Habis orang Riau kena tipu oleh kelompok sindikat itu.

    7). Waspada !!.. Wajah Serupa/Mirip atau KW. ( Berfoto dengan wajah KW tersebut, fotonya ia pajang dirumah atau ia perlihatkan ke orang via handphone android) mengaku pula famili atau keluarga wajah asli  ha..ha.. (orang sudah " Masuk Angin) . Habis oknum orang Tionghoa kena Tipu, ia bawa wajah palsu ke kantor, ia bilang adek wajah asli.

    8). Kelompok tersebut sering menayangkan tulisan, gambar/foto, Meme di media sosial mengandung SARA. Usai itu  kartu perdana SIM Handphone ia buang.

    9). Sangat Berbahaya Kelompok Sindikat tersebut Berencana akan men change (tukar) yang asli dengan yang Palsu.

    10). Menurut  Laporan Intelijen A1 Plus, Sindikat penipuan tersebut dugaan terlibat pendanaan  Teroris  berbagai Tanah air. Uang dari hasil  penjualan narkoba, kriminal, Rampok, Smoke, ia bagikan kemasyarakat untuk menyuap, menjelekan orang lain. (hanya orang yang memiliki ketrampilan intelijen khusus yang mengetahuinya).

    11). Kendaraan roda empat  jenis Grand Max Hitam, APV kuning gading, Dum Truk oren, Truck colt diesel sering diganti nopolnya. Kendaraan avansa cat hitam BM sering ganti nomor BM 13710 xx atau 1379 xx, Mobil Avanza kuning Gading plat palsu memakai plat orang lain yakni Ses warga Pandau. Seluruh kendaraan roda empat hasil curian curanmor.

    Anda Rugi Materi, Goblok. Ingat ciri-ciri Pelaku warga Sipil/masyarakat Lapor ke Polisi. Pelakunya oknum TNI lapor ke PM atau Komandanya. Tolong tangkap siapa Dalang sponsor, pelakunya  jangan lepaskan masukan ke Penjara. Kau mengaku sebagai Famili/keluarga orang lain saya tuntut kau ke Pengadilan. Tolong masukan laporan kami ini. Trims

    Anda Ada informasi atau berita tolong emailkan ke This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it .

     

     

     

     

    Diam, Buta, dan Membisu

    KOPI, Bogor - Sungguh sangat memprihatinkan melihat kondisi sepanjang lintas jalan Atma Asnawi yang berada di wilayah Gunungsindur kabupaten Bogor Jawabarat. Apakah anda, kamu atau kalian merasakan hal yang sama??

    Pada saat musim panas, polusi udara menjadi kotor baik dari asap kendaraan maupun debu yang berterbangan sehingga warga dengan mudah terjangkit dan terkena penyakit paru-paru seperti TBC dan sejenisnya

    Tidakkah kita prihatin terhadap kesehatan dari semua kalangan usia dari mulai balita sampai manula.

    Pada saat musim hujan, jalan berlubang penuh dengan genangan air, kotor, licin dan berlumpur yang sangat beresiko terhadap kecelakaan.

     

    Belum lagi jika ada kendaraan penambang material yang mengalami kecelakaan seperti patah as, ban bocor dan jatuh terbalik akibat beban yang terlalu berat yang mengakibatkan jalan sulit dilewati warga  dan menghambat aktivitas warga sehari-hari seperti sekolah, bekerja dan lainnya (waktu tempuh)

     

    Tidak akan bertahan lama walaupun dilakukan betonisasi berkali-kali jika tidak ada aturan yang jelas (”).

     

    Jangan tungggu hal/resiko yang tidak di inginkan terjadi pada anda, saudara, keluarga teman dan kerabat lainnya, sehingga menyesal kemudian.

     

    Wahai para pejabat yang tahu dan merasakan kondisi ini, kenapa hanya diam dan menutup mata. Dimana letak tugas dan tanggung jawab kalian dari kalangan RT, RW, Kades, Kecamatan, Tingkat Daerah/Pusat. Tidakkah kalian peduli.

     

    Kami selaku masyarakat yang tidak tahu harus berbuat apa yang sangat membutuhkan kondisi lingkungan bersih, sehat, tentram, damai, dan harmonis seperti  yang pada umumnya masyarakat lain rasakan dan bisa di nikmati bersama tanpa ada perbedaan satu sama lainnya.

     

    Kepada siapakah saya harus mengeluh dan mengadu, prosedur atau jalan apakah yang harus kami tempuh supaya terciptanya lingkungan bersih, sehat, tentram, damai, dan harmonis.

     

    Solusi atau alternatif apakah yang harus di lakukan supaya dapat menguntungkan kedua belah pihak, guna meminimalisir resiko-resiko yang dapat merugikan masyarakat yang melintasi jalan tersebut

     

    Salam Damai

    Masyarakat Bawah Sadar

     

    BERADAB/BIADAB ?

     

    Dirilis oleh Ormas Formatif Jampang (+62 812-8820-5571)

    Dikirim pada hari Jumat (22/06).

     

    Cawagubri Rusli Effendi : Kampanye Akbar Dihadiri oleh Petinggi Partai Koalisi

    KOPI, Pekanbaru – Rusli Effendi calon wakil Gubernur Riau mengatakan “ Kampanye Akbar pasangan Calon Gubernur Riau (Cagubri) Firdaus MT dengan Calon…
     

    BANYAK GENANGAN AIR DAN REMBESAN , GEDUNG BARU RSU SOEWONDO MULAI RUSAK

    KOPI, Kendal - Rumah Sakit Daerah Rsud soewondo Kendal telah menerapkan PPK BLU berkedudukan langsung di bawah kepala Daerah yang secara operasional sehari-hari dikoordinasikan oleh Sekretaris Daerah dan pada tanggal 06 Mei 2015 Rsud soewondo Kendal di kukuhkan dengan surat keputusan kepala Badan Penanaman Modal Daerah Propinsi Jawa Tengah nomer 445/2094/2015 Dalam mengembangkan pelayanan RSUD dr. H.Soewondo kendal banyak menambah alat2 baru seperti alat CT Scan dan membangun gedung Cempaka Klas 1 dengan kapasitas 9 kamar dan juga membangun /meneruskan gedung Flamboyan dengan lantai 2 rawat inap kelas 3 . Namun pelayanan yang diberikan oleh RSU Soewondo belum maksimal dan masih menjadi perkara yang harus diselesaikan. Ruang pelayanan kesehatan rawat inap di Gedung Flamboyan banyak yang bocor dan rembes air sehingga banyak ceceran air dan genangan yang justru membahayakan pasien sendiri. Gedung Flamboyan Bocor Gedung Flamboyan adalah sekian dari bebarapa bagian gedung di RSU H. Soewondo yang masih menjadi ruang layanan rawat inap yang terbilang baru karena dikerjakan sekitar tahun 2015/2016 yang lalu. Namun apa yang terjadi sekarang, banyaknya tetesan air dan genangan yang melimpah terjadi disekitar lantai satu dan lantaui dua,terutama di tangga lantai kedua. Jika hujan turun nampak tetesan air dan bocoran disekitar tangga, lebih-lebih diseputaran area samping tepatnya di sebelah barat gedung,nampak jelas disela-sela pralon buangan kotoran dari lantai dua keluar air rembesan kebawah hingga menggenangi lantai teras samping. Kontraktor dan pihak rumah sakit harus bertanggung jawab terhadap kesalahan ini, karena bangunan gedung ini dibiayai oleh uang rakyat. Dirut RSU Soewondo enggan ditemui wartawan dengan alasan sibuk dan tidak bisa diganggu.Kepada wartawan, Humas RSU Suwondo, Bowo mengatakan akan segera membenahi ruangan yang bocor dan rusak. Harus Bertanggung Jawab Menurut Koordinator LP Tipikor Nusantara Jawa Tengah, Muhammad mengatakan,”Dewan pengawas Rumah sakit hingga saat ini kurang berfungsi padahal nampak jelas terjadinya kebocoran dan mengalirnya rembesan air ini akan membahayakan para pasien dan perawat yang bekerja didalamnya, dan ini bisa dilihat melalui pipa-pipa toilet lantai 2, kami akan mendesak semua unsur yang melibatkan kontraktor maupun direksi harus ikut bertanggung jawab”. Bahwa kebocoran dan kerusakan instalasi air ini sudah hampir 5 bulan yang lalu dan hingga sekarang belum juga dibenahi. Sebaiknya kontraktor dan direksi yang membangun gedung tersebut harus bertanggung jawab akan hal ini, karena usia bangunan yang masih terbilang baru namun sudah mulai rusak dan bocor.(fendy)

     

    Aksi E-KTP Catut Nama GMNI, Diduga Rawan Motif Politik Praktis

     

    KOPI - Berdasarkan rumor yang beredar di aplikasi pesan elektronik (Whatsapp), sekelompok orang yang mengatasnamakan Presidium GMNI akan menyelenggarakan aksi demonstrasi dengan tujuan untuk merespon keterangan Setyo Novanto dalam persidangan kasus E-KTP.

    Namun ketika ditemui wartawan, Robaytullah Kusuma Jaya, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat GMNI, menyatakan bahwa kabar aksi demonstrasi yang mengatasnamakan Presidium GMNI adalah aksi illegal dan bentuk penyalahgunaan nama organisasi.

    “Kami sebagai organisasi resmi GMNI, sebagai Pimpinan Pusat tidak akan menyelenggarakan aksi demonstrasi. Jika ada rumor tentang GMNI akan melakukan aksi demonstrasi, itu adalah aksi illegal dan penyalahgunaan (pencatutan) nama besar organisasi oleh orang yang tak bertanggungjawab”, tegas Robaytullah Kusuma Jaya, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat GMNI.

    Bahkan, Robaytullah menjelaskan bahwa GMNI tidak lagi menggunakan nama Presidium, melainkan sudah berubah nama menjadi Dewan Pimpinan Pusat (DPP). “Hasil Kongres Trisakti GMNI ke-20 sudah mengubah nama Presidium menjadi Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Jadi, tidak ada lagi nama Presidium. Jika ada, itu illegal dan perbuatan kriminal”, tambah Robaytullah.

    Diduga aksi demonstrasi tersebut bertujuan untuk merespon keterangan Setyo Novanto dalam persidangan kasus E-KTP. Aksi semacam ini menurut Sekjen DPP GMNI, Clance Teddy terlalu politis dan tidak menjiwai spirit GMNI sebagai organisasi mahasiswa yang independen.

    “Kami (GMNI) sebagai organisasi mahasiswa yang independen, sebagai organisasi cendekiawan tidak pernah melakukan aksi yang bersifat sangat politis. Kasus E-KTP sedang ditangani oleh KPK dan sedang dalam proses persidangan. Aksi yang berupaya untuk mencampuri persoalan hukum di luar persidangan adalah upaya politis dan kami (GMNI) tidak punya kebiasaan semacam itu”, ungkap Sekjen DPP GMNI, Clance Teddy.

    Aksi tersebut menurut Clance Teddy juga rawan ditunggangi oleh kelompok kepentingan yang berujung pada kepentingan politik praktis semata. “Aksi semacam itu rawan ditunggangi oleh kelompok kepentingan dengan tujuan kepentingan politik praktis yang sangat sempit. Kami (GMNI) tidak punya budaya terlibat terlalu jauh dalam urusan politik praktis yang sangat sempit”, jelas Clance Teddy.

    DPP GMNI juga berencana melaporkan tindakan yang mengatasnamakan GMNI tersebut ke penegak hukum. Menurut aturan yang berlaku, tindakan ini dapat melanggar undang-undang tentang hak cipta dan pencemaran nama baik organisasi.

    “Kami berencana akan melaporkan tindakan ini kepada pihak yang berwenang. Karena tindakan ini telah mencatut nama dan logo organisasi kami (GMNI), hingga pemalsuan dokumen/surat elektronik serta pencemaran nama baik organisasi”, tutur Robaytullah Kusuma Jaya.

    Ketika sejumlah wartawan mengkonfirmasi rumor ini di alamat yang mengatasnamakan Presidium GMNI yang tertera di pesan singkat yang tersebar di Whatsapp, yakni Wisma Marinda, Jalan Percetakan Negara 10, Rawa Sari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, ternyata kantor tersebut sudah tak lagi berfungsi dan sudah menjadi tempat pembuangan sampah. Bukan lagi kantor seperti senyatanya tempat menjalankan aktivitas atau kegiatan organisasi. (DPP GMNI)

     

     

    My First Flight : Membuka Pintu Masa Depan

    Saat senja akan tiba, tampak seorang laki-laki yang sedang duduk di teras rumah sambil menyaksikan hijaunya alam. Sambil mendengarkan lantunan musik dari handphone genggamnya, Ia merangkai kata dalam sebuah buku hariannya. Dengan tiba-tiba seorang laki-laki keluar dari dalam rumahnya. “Apa yang sedang Kamu kerjakan, Di? tanyanya. “Aku ingin sekali melihat Ibukota Negara Kita”, jawabnya. “Suatu saat Kamu pasti bisa kesana”, sahut temannya. “ Rasanya gak mungkin, tiket pesawat sangat mahal”, jawabnya. Suara adzan magrib berkumandang, perbincanganpun tak berlanjut. Keesok harinya, Andi mengikuti sebuah seminar yang diselenggarakan oleh salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa. Salah satu pembicara seminar tersebut ialah seorang mahasiswa yang telah mengikuti beberapa kompetisi tingkat Nasional. Andi sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ia mendapatkan beberapa tips untuk bisa mengikuti kompetisi Nasional. Salah satunya ialah menuliskan mimpinya sebanyak mungkin dan mewujudkan satu per satu. Saat seminar telah usai, Ia meninggalkan ruangan untuk mengikuti jam perkuliahan selanjutnya. Sesaat akan meninggalkan ruang Ia diberi sebuah kertas selebaran oleh panitia. Ia mengambil dan segera memasukkan kedalam tas. Diwaktu malam jarum jam dinding menunjukkan pukul 22.00 WIB, namun Ia belum beristirahat. Ia tidak sedang belajar, namun Ia terdiam menatap ke arah jendela. Tiba-tiba, matanya tertuju ke atas meja. Ia melihat selembar kertas yang tergeletak di atas meja tersebut. Ia mengambilnya dan membaca dengan seksama setiap informasi. Ia melihat sebuah informasi menarik yang sesuai dengan khayalannya disenja itu. Informasi tersebut ialah sebuah kompetisi menulis artikel tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh PPWI bekerjasama dengan kedutaan Marocco untuk Indonesia dan kedutaan RI untuk Marocco. Ada hal menarik yang Ia temukan yaitu seluruh akomodasi pemenang ditanggung oleh pihak penyelenggara. Ia mulai berimajinasi malam itu. Pagi itu, Ia memberanikan diri menghubungi salah satu pembicara pada seminar pekan lalu yang sering mengikuti kompetisi Nasional. Ia membuat janji untuk bertemu. Akhirnya, mereka bertemu di sebuah taman kampus. Beragam daftar pertanyaan telah Ia persiapkan. Pertanyaan dimulai dari “Apa itu artikel? “ hingga pertanyaan mengenai “Mekanisme lomba”. Ia mendapat contoh artikel darinya. Ia mempelajari contoh tersebut sebelum menulis artikel. Setelah semalam bersama contoh tersebut, Ia menulis dengan perlahan-lahan. Tak luput, Ia juga melengkapi beberapa data dengan membaca beberapa referensi. Setelah 2 hari mengerjakan, Ia dengan optimis mengirim karya tersebut ke panitia PPWI. Ini merupakan kali pertama Ia menulis sebuah artikel dan diikutsertakan dalam sebuah kompetisi Nasional. Setelah menyelesaikan semua administrasi, Ia berkata dalam hati,” Aku telah berusaha, kini Aku hanya bisa berdo’a. Ku serahkan kepada Pemilik hidup”. Beberapa minggu kemudian, sebuah mimpi menghampiri tidurnya. Sebuah mimpi yang menggambarkan dirinya sebagai seorang pemenang sebuah kompetisi menulis. Karena mimpi tersebut, Ia terbangun dan mencoba menetralkan kondisi dengan meminum segelas air mineral. Ia menatap ke sisi jam dinding yang menunjukkan pukul 01.00 WIB. Dalam hati Ia bertanya-tanya,”pertanda apakah itu?”Ia kembali berlayar dalam lautan malam. Fajar menyapa, Ia segera bangun dan melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim. Selanjutnya, Ia bersiap-siap untuk mengikuti kegiatan jalan santai yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa. Event ini merupakan penutupan kepengurusan diperiode tersebut. Sambil menunggu pagi tiba, Ia duduk di teras kos sambil membayang akan mimpi yang menghampirinya malam itu. Ia berharap, mimpi itu hadir didunia nyata. Saat mentari pagi telah menampakkan sinarnya, Ia bergegas menuju Auditorium. Ia bertemu dengan beberapa rekan kelasnya yang juga mengenakan seragam olahraga. Setelah gedung dibanjiri oleh peserta jalan santai, akhirnya acara dibuka dengan senam bersama. Dengan semangat Ia mengikuti senam tersebut. Tak lama kemudian, jalan santai dimulai. “Dret...Dret...Dret...handphone yang berada disakukan bergetar. Ia mencoba membuka pesan yang masuk dari sahabatnya. Pesan tersebut berisi ,” Di, Selamat atas kemenanganmu sebagai Terbaik III Lomba Menulis Artikel Nasional yang diselenggarakan PPWI bekerjasama dengan Kedubes Marocco untuk Indonesia”. Ia pun merasa terkejut dan mencoba bertanya kembali,”Dimana melihat informasinya? Setelah sahabatnya merespon pertanyaannya, Ia mencoba membuka email sambil berjalan santai. Ada satu inbox dari PPWI yang menginformasikan bahwa Ia adalah pemenang artikel kategori mahasiswa. Sambil mengikuti acara tersebut, Ia mencoba menghubungi Kak Yani yang memberikan contoh Ia artikel. Ia mendapat arahan dari Kak Yani untuk segera menghubungi panitia. Ia mendapat konfirmasi dari panitia bahwa esok harus ke Jakarta. Iapun bingung karena Ia belum pernah perjalanan melalui udara dan Ia juga tidak mengetahui letak bandara. Hal ini dikarenakan Ia baru beberapa bulan tinggal di kota. Pagipun tiba, Ia bersama rekan kos menuju Bandara yang ada di Kota tersebut. Ia bertanya ke loket beberapa maskapai penerbangan. Hanya satu tiket yang tersisa untuk penerbangan pagi itu yaitu maskapai Garuda Indonesia. Ia mengambil tiket tersebut meskipun dengan harga yang cukup fantastis menurutnya yaitu Rp. 1.317.000,00. Untuk pertamakalinya melakukan penerbangan, Ia banyak bertanya kepada petugas Bandara agar tidak ketinggalan pesawat. Setelah beberapa menit berada di ruang tunggu, Ia segera melakukan boarding dan masuk ke pasawat. Setiba di pintu pesawat, Ia meminta bantuan kepada pramugari untuk mencarikan nomor kursinya. Ia mendapat kursi yang dekat dengan jendela. Sebelum takeoff, Ia memandang ke sudut jendela dan bertanya dalam hati,”Ya Allah, apakah ini benar-benar terjadi? Setetes air matanya tak mampu tertahan atas haru itu. Tak lama kemudian, Ia mematikan handphone dan pesawat takeoff. Meskipun dingin Air Conditioner yang menyayat kulitnya, matanya tak ingin berpaling dari indahnya samudra awan. Sembari menikmati pemandangan dari sudut jendela, seorang pramugari memberikan kotak kudapan (makanan ringan) dan menawarkan minuman. Menikmati makanan dan minuman yang disediakan pihak maskapai serta mengucap rasa syukur atas kesempatan yang Ia peroleh. Pesawat landing di Bandara Soekarno-Hatta setelah mengudara selama 1, 25 jam. Tibalah di Ibukota Jakarta, Ia menanti jemputan dari pihak PPWI. Beberapa jam kemudian, Ia dijemput untuk menuju kediaman Kedutaan Besar Marocco untuk Indonesia. Perjalanan menuju lokasi diwarnai dengan ragam cerita yang berasal dari Pontianak, Makassar dan Jember. Sesekali, Ia menceritakan cerita yang berasal dari Provinsinya. Malam penganugrahanpun tiba, pemenang mendapatkan penghargaan dari Kedutaan Besar Marocco. Acara tersebut juga dihadiri oleh Kedutaan Besar Indonesia untuk Marocco. Selain itu, juga dihadiri wartawan dari beberapa surat kabar dan stasiun televisi lokal maupun nasional. Paska penyerahan hadiah, pemenang dan seluruh hadirin melakukan dinner dengan makanan dan minuman khas Marocco. Keberhasilan ini menjadikan Ia percaya bahwa Ia bisa menulis. First Flight menjadi kunci dalam membangun percaya diri untuk kompetisi-kompetisi berikutnya. Ia mendapatkan beberapa penghargaan selama kuliah dan mendapatkan beasiswa lanjutan berdasarkan pencapaian prestasi Nasional. Prestasinya membukakan pintu untuk mewujudkan mimpinya yaitu melanjutkan ke jenjang Magister. Ia bersama dengan salah satu pemenang lain dari kompetisi ini merupakan penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia.

     

    Komandan IWS, Melaporkan Ika ke Polisi Merusak Mencabut Plang Nama Kepemilikan Tanah Antoni Sia

    KOPI, Kampar - Oknum wanita ini mencabut papan plang nama kepemilikan tanah Antoni Sia, berlokasi  desa Pangkalan, kecamatan Siak Hulu., kabupaten Kam…
     

    Kepala Distrik Bpiri Diduga Aktor Perusak Pembangunan di Jayawijaya

    altKepala Distrik Bpiri, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Perusak Pembangunan Kampung, KPK segera tangkap dan diperiksa KOPI, Jayawijaya - Kepala Distrik…
     

    Anggota DPRD Riau Suhardiman Amby Di-OTT oleh Istri Tuanya

    KOPI, Pekanbaru – Operasi Tangkap Tangan (OTT) bukan milik Institusi KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) saja. Para istripun melakukan aksi serupa, bil…

    Baca selengkapnya...

     

    Kepala Desa Merupakan Jabatan Politis tidak Boleh Berpolitik (II)

    KOPI, Siak Srindrapura - Sumber Anggaran Pendapatan dan Belanja  Desa  (APBdes) yaitu bersumber dari Pemerintah kabupaten (APBD), APBN, PAD Desa, Bantuan pemerintah Propinsi.

    Roda pemerintahan  dan pembangunan desa berjalan apabila ketiga sumber tadi tidak macet di tranfer kerekening. Dulu anggaran disahkan oleh DPRD sebulan kemudian dana tersebut dapat dipakai oleh aparatur desa.

    Kini DPRD  (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) sudah ketuk palu dananya tidak mengucur ke desa. Menimbulkan Tunda bayar ke desa. Mengakibatkan Pemerintah Daerah (Pemda) berhutang ke aparatur desa. Mengakibatkan timbul delapan bulan Kepala Desa belum gajian. mau makan apa kami pak, roda Pembangunan desa tak berjalan. Terpaksa kami pinjam uang ke orang lain untuk menalangi operasional desa.

    Baca selengkapnya...

     

    Memalukan... Oknum Jikalahari Riau Diduga Menerima Dana dari Perusahaan Pulp and Paper Sinar Mas

    KOPI, Pekanbaru – Di tempat kerjanya, sebut saja namanya Kurnia Virginia Setiawan menuturkan, “Memalukan itu lembaga organisasi yang berkecimpung di dunia lingkungan kehutanan dan ekosistim hutan yakni Jikalahari Perwakilan Riau. Ada oknumnya yang diduga menerima upeti dari sebuah perusahaan Pulp and Paper berskala internasional yang beroperasi di Riau. Kami memohon kepada lembaga donor / negara sponsor internasional jangan kucurkan dana kepada Jikalahari Riau ini. Stop kucuran dananya."

    Baca selengkapnya...

     

    Akun Istagram Nenek Maryke Tuding Tyas Mirasih Bawa Kabur Cucunya

    KOPI, Jakarta - Nenek Maryke Harris Pohu menuturkan bahwa ia kesal karena cucunya Amandine Cattleya Billy yang masih berusia 5 tahun  dibawa kabur ole…
     

    Viral di Medsos, Pria Thailand Memiliki Dua Istri Seksi, Cantik dan Akur

    KOPI, Jakarta – Pucuk dicinta ulam tiba, Tampang lelaki ini biasa saja. Tetapi memiliki dua orang istri yang aduhai moleknya. Bikin ngiler pembaca ha…
     

    Cuitan @kun Susi Juliana Tentang Pernikahan Sedarah/Pelakor

    KOPI, Duri – Cuitan @ akun Facebook milik Susi Juliana Simanjuntak alias Dek Yuli S, viral di medsos dan sudah dibagikan oleh ribuan orang. Isi curha…

    Baca selengkapnya...

     

    PT. Tugu Beton Semesta Abadi Berdiri di Permukiman Diduga Tanpa Ijin

      Perusahaan batjing plan PT Tugu Beton Semesta Abadi KOPI, Semarang - Perumahan Permata Puri Ngaliyan didemo warga gara2 jalan untuk umum dilalui…

    Baca selengkapnya...

     

    Kapolri Mengakui : Ada Pungli Bidokkes , Oknum Perwira Tinggi “Wong Kito Galo” Terlibat Bro

    KOPI, Jakarta – Bukan rahasia umum lagi diduga penerimaan siswa calon Sekolah Kepolisian Negara (SPN) menggunakan rumus 2 F . Para orang tua yang ingi…
     

    Anak Anda Mau Jadi Anggota Polri Siapkan 2 F (Fulus, Fisik)

    KOPI, Sumatera Selatan – Anak Anda ingin jadi anggota Polri, siapkan 2 F (Fulus, Fisik). Netizenpun berkomentar, Akun Wesly Sneijder Ambarita menulis…
     

    LSM KPK Laporkan Polresta Pekanbaru ke Propam Polda Riau Terkait Kasus Salah Tangkap

    KOPI, Pekanbaru - Kasus dugaan salah tangkap oleh anggota Polresta Pekanbaru, yang dialami oleh Syamsi Ramed (21) yang diduga pelaku perampokan Teras …
     

    Gubernur Riau , Mengutamakan Menghadiri Resepsi Pernikahan daripada Bertemu Para Guru

    KOPI, Bengkalis – Ditempat kerjanya, Aji Sulung menuturkan “ Inilah contoh prilaku yang tidak terpuji oleh para pemimpin negeri Melayu Riau ini. Leb…
     

    Kekerasan Terhadap Wartawan (Kembali) Terjadi di Tangerang Selatan

    altPengusiran dan tindak kekerasan terhadap seorang wartawan media online kembali terjadi di kawasan Tangerang Selatan, tepatnya di dalam Kantor Keluraha…
     

    LBH APDESI (Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia) Audiensi dengan Kejati Riau

    KOPI, Pekanbaru – Senen (20/11-17), LBH (Lembaga Bantuan Hukum) APDESI (Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia) besutan Gusti Randa, SH. MH menga…
     

    Pencabutan nomor urut Calon Kepala Desa Pandau Jaya – Siak Hulu

    KOPI, Siak Hulu – Pemilihan kepala desa tinggal  menghitung  hari, para calon kepala desa gencar mensosialisasikan visi misi mereka dalam spanduk/bali…
     

    Ternyata Kur BRI Aceh Barat Bukan untuk Petani Kecil

    KOPI - Hendra (31) petani asal Krueng Tinggai kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat, mengaku sulit sekali bagi petani kecil untuk meningkatkan taraf hidupnya. Pasalnya, untuk mengembangkan usaha pertanian tentu butuh tambahan modal, namun kemana kami harus mengakses modal. "Siapa yang akan percaya kepada petani kecil seperti kami?" ungkapnya kepada media ini, Selasa, 10/10 di halaman teras Bank BRI Meulaboh.

    Baca selengkapnya...

     
    Artikel Lainnya...

    Dulu Prabowo Teriak Anti Aseng - Asing, Kini Malah Merapat
    Minggu, 09 Desember 2018

    KOPI, Jakarta - Kehadiran Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dalam pertemuan dengan pengusaha Tionghoa Indonesia di sebuah hotel di kawasan Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, Jumat (7/12/18) malam, mendapat sorotan dari Ketua Fraksi Hanura, Inas N Zubir. Inas menyebut Purnawirawan Jenderal bintang tiga itu semakin jinak terhadap asing dan aseng. "Ia juga kerap berteriak, 'Apa kalian mau dipimpin antek asing' atau 'Kekayaan negeri... Baca selengkapnya...

    Kunjungan Ketum Partai Nasdem ke Riau
    Minggu, 09 Desember 2018

    KOPI, Pekanbaru -  Ketua Umum (Ketum) Partai Nasional Demokrat nama bekennya Nasdem H. Surya Paloh melakukan kunjungan kerja  ke propinsi Riau, Sabtu ( 9 Desember 2018 )  .  Ribuan  kaderya  berasal dari dua belas kabupaten /kota se Riau hadir saat itu .   Surya Paloh  datang sekira jam 15: 30 WIB memakai baju stelan safari hitam, serta lansung memberikan hormat. Penyambutan kedatangan rombongan ketua umumnya oleh Iskandar Husein ketua... Baca selengkapnya...

    Pengamat : Perlukah BPJS Kesehatan Kita Bubarkan
    Jumat, 07 Desember 2018

    KOPI, Bogor – Pasal 34 (Undang-Undang Dasar) UUD 1945 menyebutkan bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Kini negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan memberdayakan yang lemah dan tidak mampu sesuai martabat dan kemanusiaan serta negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak.   Ditempat kerjanya, Kangmas Sutisyoso... Baca selengkapnya...

    Hari Disabilitas Internasional 2018
    Selasa, 04 Desember 2018

    KOPI-Jakarta, Setiap tahun diperingati hari Disabilitas Internasional. Kegiatan ini diperingati setiap tanggal 3 Desember. Peringatan ini bertujuan untuk mengembangkan wawasan masyarakat akan persoalan-persoalan yang terjadi berkaitan dengan kehidupan para penyandang cacat. Pemerintah kali ini mengangkat tema "Indonesia Inklusi dan Ramah Disabilitas," sedangkan PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa mengambil tema dengan "Memberdayakan penyandang... Baca selengkapnya...

    Inilah Pidato Capres Prabowo di Reuni Akbar 212 Lapangan Monas
    Senin, 03 Desember 2018

    KOPI, Jakarta - Jutaan umat muslim dari penjuru daerah Indonesia menghadiri Reuni Akbar 212 di lapangan Monumen Nasional (Monas). Para peserta Reuni tersebut datang berkelompok dari daerahnya masing-masing memakai bus, pesawat udara, maupun kapal laut. Dari berbagai usia Balita, orang tua hingga remaja/abg, dewasa. Dari berbagai strata pekerjaan. Prabowo datang ke Reuni Akbar 212 Mantan Danjen Kopasus Prabowo Subianto datang keMonas... Baca selengkapnya...

    Disangkakan Menganiaya Tanpa Bukti, Anggota PPWI Praperadilankan Kapolres Bantul
    Sabtu, 01 Desember 2018

    KOPI, Jakarta - Anggota Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) yang juga Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO), Ir. Soegiharto Santoso alias Hoky kembali didera kasus dugaan kriminalisasi di Polres Bantul. Kali ini, ia harus menghadapi persoalan yang muncul dari kasus yang dilaporkan oleh Faaz, oknum yang merupakan lawan Hoky dalam serentetan cerita perjuangannya sebagai seorang Ketua Umum Apkomindo yang sah, yang... Baca selengkapnya...

    Disangkakan Menganiaya Tanpa Bukti, Anggota PPWI Praperadilankan Kapolres Bantul
    Sabtu, 01 Desember 2018

    KOPI, Jakarta - Anggota Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) yang juga Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO), Ir. Soegiharto Santoso alias Hoky kembali didera kasus dugaan kriminalisasi di Polres Bantul. Kali ini, ia harus menghadapi persoalan yang muncul dari kasus yang dilaporkan oleh Faaz, oknum yang merupakan lawan Hoky dalam serentetan cerita perjuangannya sebagai seorang Ketua Umum Apkomindo yang sah, yang... Baca selengkapnya...

    INTERNASIONALNetanyahu Suap Media, Beritakan yang Po.....
    05/12/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Israel – Hari Minggu (2/12), kepolisian Israel dan Otoritas Keamanan Israel menyatakan bahwa terdapat cukup bukti bahwa Netanyahu dan istrinya [ ... ]



    NASIONALYahamak : Pelaku Tragedi Nduga Adalah Te.....
    08/12/2018 | Wawan Setiawan
    article thumbnail

    KOPI,Timika - Wakil Direktur Yayasan Hak Asasi Manusia Anti Kekerasan (Yahamak) Arnold Ronsumbre menyebut tragedi yang menewaskan banyak korban jiwa [ ... ]



    DAERAHTahun 2018, KIP Riau Menyelesaikan 62 S.....
    05/12/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru - Ketua Komisi Informasi Publik (KIP) Provinsi Riau Zufra Irwan menyebutkan. Pihaknya telah menyelesaikan sebanyak 62 sengketa infor [ ... ]



    PENDIDIKANPuluhan Siswi SMA Prancis Tangkap Poli.....
    09/12/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Prancis – Dalam beberapa pekan ini negara Prancis bergolak, ratusan orang turun kejalan melakukan aksi demontrasi tolak kenaikan Pajak Bahan B [ ... ]



    EKONOMISyahronie : Presiden Tak Perlu Berkeluh.....
    06/12/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta - Presiden Joko Widodo semestinya tidak perlu berkeluh kesah soal impor yang lebih besar daripada ekspor. Sebab, Presiden lah yang mesti [ ... ]



    OLAHRAGAIPSI Banda Aceh Target 4 Mendali Emas.....
    09/11/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta,Banyak olahraga yang digemari oleh setiap orang. Salah satunya adalah cabang olahraga pencak silat. Wadah yang menaunggi pencak silat [ ... ]



    PARIWISATAKunjungan Turis Mancanegara ke Riau .....
    04/09/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru – Ditempat kerjanya, sebut saja namanya Aji Sulung mengatakan “ Program promosi Pariwisata dan event lainnya yang diadakan oleh D [ ... ]



    POLITIKMantan Ketua DPRD Riau Chaidir Caleg DP.....
    05/12/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru - Mantan ketua DPRD Riau, Dr drh H Chaidir MM, Calon Senator atau Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Daerah Pemilihan (Dapil)  Riau nomor [ ... ]



    OPINIPromosi Jabatan Cepat Para Pati TNI,.....
    03/12/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta – Ditempat Kerjanya, Kangmas Sutisyoso menyatakan “ Ingin jabatan strategis setingkat (Panglima, Kapolri, Kasad, Kasal, Ksau ,dll) p [ ... ]



    PROFILKompol Arvin Haryadi Jabat Kapolsek Si.....
    25/10/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Siak Hulu - Pisah sambut Kapolsek Siak Hulu dari Kompol Dedi Suryadi kepada Kompol Arvin Haryadi, S.ik, SH bertempat di Mapolsek Siak Hulu, keca [ ... ]



    ROHANIKanwil Kemenag Riau H. Ahmad Supardi Mut.....
    10/10/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin hari, Jumat (05/10) melantik M Nur kholis Setiawan sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Agama [ ... ]



    RESENSIHeboh Buku Fire and Furry Ungkap “ D.....
    05/01/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Washington DC- Heboh buku Fire and Fury ungkap “Dapur Gedung Putih” Menjelang Pemilu Pilres Amerika Serikat . Dilansir dari The Guardian, R [ ... ]



    CERPEN & CERBUNGSuami Genjot ecak, Istri Malah Kena Genj.....
    08/10/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI - Memang tak ada undang-undang yang melarang tukang becak beristri cantik, karena semua itu tergantung rejeki dan kelihaian lobi masing-masing. M [ ... ]



    PUISIMenatap Rasa.....
    07/06/2017 | Mas Ade

    Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



    CURAHAN HATIWaspada !.. Modus Penipuan Wajah Palsu, .....
    28/11/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru - Beraneka macam modus penipuan muncul era digitalisasi ini. Sasaran utama adalah oknum orang yang  melek/tak bisa memakai internet y [ ... ]



    SERBA-SERBIPidato Ustad Bahar Smith Saat Reuni 2.....
    04/12/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta - Ustad “berwajah Bule” Bahar bin Smith melakukan orasi saat tampil di atas panggung dalam reuni akbar 212 yang digelar di Lapangan [ ... ]



    Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.