Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



    POLLING WARGA
    Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
     

    Maafkan Aku

    KOPI - Aku tak pernah membayangkan sebelumnya kalau ibu sudah tak ada akan seperti ini, terlantar sepi kasih sayang dan penuh harapan. Ditengah malam saat adik-adikku sedang tertidur pulas. Aku tak pernah absen untuk memanjatkan berbagai doa untuk almarhumah Ibu dan yang pasti untuk Ayahku yang kini merantau di Kalimantan. Enam, atau bahkan setahun sekali Ayah pulang. Itupun kalau ada waktu cuti.

    Di rumah geribik bambu di pinggir kota inilah aku dan ketiga Adikku tinggal. Ani, Adikku yang berusia 16 tahun sudah menagihku dengan perayaan pesta ulangtahunnya nanti yang ke 17 tahun. Rafa, Adikku yang berusia 13 tahun sudah mulai merengek minta motor untuk pergi ke sekolah agar sama seperti teman-temannya yang lain yang sudah diizinkan orangtuanya mengendarai sepeda motor. Sedangkan Amelia, Adik bungsuku yang masih berusia 6 tahun justru tak pernah meminta apa-apa dariku kecuali memintaku untuk tidak meninggalkannya sendiri. Sungguh betapa besarnya kasih sayang yang mereka butuhkan saat ini.

    Usiaku yang sudah beranjak ke 20 tahunpun terkadang membuatku takut sendiri. Bayang-bayang yang selalu menghantuiku adalah ketika aku sudah mehikah dan ikut dengan suamiku, lalu bagaimana dengan ketiga adikku? . Saat ini aku duduk di semster 6 bangku kuliah di Universitas Indonesia. Beasisiwa yang membuatku masih bertahan di kampus makara ini. Dan ada satu hal lagi yang membuatku bertahan, Aditya Artha. Ia adalah kekasihku sekaligus kaka tingkatku yang saat ini sudah akan melanjutkan ke jenjang strata 2. Ia adalah sosok lelaki yang sangat mengertiku. Dan masih ada satu orang lagi yang sangat berperan dalam hidupku yaitu Dila. Sahabatku dari SMP.

    Bahkan ialah yang banyak membantuku termasuk urusan pekerjaan. Ya, saat ini aku berprofesi sebagai Program Director di sebuah stasiun radio anak muda di kota ini. Dan, itu semua juga berkat Dila. Ia yang memberiku pekerjaan itu dari Ayahnya yang seorang pemilik radio tersebut. Meskipun Program Director sangat jauh sekali dengan jurusan kuliahku kedokteran. Tapi tak jadi penghalangku untuk menekuni profesi yang menyenangkan itu. Aku bisa bertemu dengan banyak client, aku biasa berkomunikasi dengan banyak orang hebat di dalamnya, dan yang pasti aku bisa mendapatkan banyak uang dari sana untuk biaya pendidikan adik-adikku. Memang tak banyak waktu yang aku curahkan untuk Program Director karena kesibukan kuliahku, tetapi hidupkulah yang selalu menyuplay-ku untuk terus melakukan itu semua.

    "Aku senang melihat adik-adikmu semangat belajar," Adit memulai percakapan saat aku baru saja pulang dari aktifitasku kuliah dan bekerja. Adit memang selalu meluangkan waktunya untuk berkunjung ke rumah saat aku sedang tidak ada di rumah. Ia selalu mengajari ketiga adik-adikku untuk menjadi orang yang hebat.

    "Mereka sudah tidur. Sekarang giliran kamu yang harus istirahat, dan aku pulang." Ia tersenyum. Aku yang masih sangat lelah hanya bisa tersenyum melihatnya begitu dewasa. Entah apa yang masih membuatnya bertahan pacaran denganku. Aku miskin, aku jelek, aku sangat merepotkannya, tapi ia masih tetap bertahan dengan hubungan ini. Sejanak aku duduk di dekatnya dan tersenyum.

    "Terimakasih," Kataku berbisik. Kemudian ia mengusap pundakku dan berpamit pulang. Sungguh laki-laki yang sangat luar biasa. Aku tak tahu harus bagaimana jika aku kehilangannya. Diluar sana, sedan itupun kian menjauh. Dan, kututup malam ini dengan sebuah harapan agar hari esok aku dan adik-adikku bisa menjalani hari lebih baik lagi.

    Semua sudah bersiap di ruang meeting untuk membahas evaluasi siaran. Penyiar, Music Director, dan bagian-bagian lainnya. Setiap minggunya memang selalu diadalan rapat evaluasi seperti ini. Bukan hanya membahas masalah siaran, tekhnis, Program Director dan Music Director-pun terlibat dalam hal ini. Mas Agus sebagai koordinator siaranpun kembali mengamuk di ruang rapat untuk mengevaluasi para penyiar yang kurang aktif.

    "Sasa, kamu harus lebih ceria lagi lah siarannya. Suara kamu bagus loh, punya ciri khas. Tapi kenapa akhir-akhir ini malah sering nggak jelas?"

    "Dimas, kamu juga harus lebih exited lagi. Addlibing-nya harus didalami lagi." Berbahai macam evaluasi di curahkan di meja rapat saat itu, termasuk aku.

    "Syifa, sebagai Program Director yang baik. Saya tunggu program baru kamu lagi ya. Selamat berjuang Program Director muda!" Pak Santoso, atasannku mengevaluasiku dan membuatku lebih bersemgat lagi untuk berkarir. Rapat yang amat sangat mengesankan mendapat sanjungan dari sana sini memang sangat memotivasi.

    Hari ini, aku diajak makan siang bersama dengan Adit yang kebetulan sedang libur. Di sudut restoran padang itu aku dan ia asik menyantap masakan padang yang penuh dengan santan. Suara aduan piring dan sendokpun terasa di sana. Kebanyakan pengunjung disana datang bersama dengan keluarganya. Hanya kami berdua saja yang datang berdua.

    "Kamu ngak malu aku ajakin makan di tempat begini?" Tanyanya membuatku menghentikan suapan nasi.

    "Kenapa harus malu? yang ngajak kan calon Insinyur Muda." Ia tertawa.

    "Aku sudah biasa kok makan di tempat seperti ini. Justru, harusnya aku yang tanya sama kamu begitu." Timpalku.

    "Ya nggak lah, aku nggak malu sama sekali. Apalagi yang aku ajak adalah calon dokter muda yang cantik." Pujinya memandangiku. Aku hanya tersipu melihatnya seperti ini.

    "Meskipun aku ngais makanan di tong sampah sekalipun, makanan itu pasti tetep enak kalau makannya sama kamu." Tambahnya lagi. Akupun tersenyum simpul mendengar kalimat itu. Sungguh makan siang yang menyenangkan. Tak lupa setiap kami makan siang bebrsama, ia pasti meminta untuk memesan 3 porsi nasi dan rendang serta balado belut favoritnya untuk ketiga adikku. Ani, Rafa dan Amelia. Ia tidak ingin bersenang-senang sendiri, adik-adikkupun harus merasakan kesenangan itu. Itu adalah kalimat yang seting aku dengar dari bibirnya.

    Beberapa minggu ini, Adit memintaku untuk bersedia dikenalkan dengan kedua orangtuanya. Namun, entah kenapa kesiapan tak pernah aku dapatkan. Justru rasa tak nyaman yang selalu aku dapatkan jika ia selalu mengemis itu. Ada banyak penafsiran yang selalu merasuk dalam pikiranku jika sudah bertemu dengan kedua orangtuanya nanti. Kadang aku sadar, aku memang tak seharusnya menyukai Adit yang serba ada. Setahun yang lalu, aku sempat memintanya untuk melupakanku dan mengakhiri semuanya. Namun, tetap saja perasaanku tidak bisa dibohongi. Begitupun Adit yang selalu memintaku untuk kembali padanya. Siang hari ini di perpustakaan kampus, aku dan Dila bertemu. Kami banyak berbincang-bincang masalah pekerjaan, kuliah dan cinta. Dengan sedikit berbisik, aku mulai meminta pendapatnya.

    "Dila, menurut kamu gimana? Adit terus nekad pengin ngenalin aku sama orangtuanya. Aku bener-bener nggak siap."

    "Syif, Adit mau ngenalin kamu sama orangtuanya bukan berarti kamu diajak merried. Tapi mungkin aja adit cuma meyakinkan aja sama orangtuanya kalau dia udah punya pasangan yang cocok dan baik."

    "Tapi aku nggak siap. Aku takut aku terhina di depan mereka."

    "Kalau kamu cuma punya pikiran kayak gitu terus, kasihan Aditnya." Mendengar opini Dila yang satu ini membuat jantungku tarsa mengecil dan ingin menghilang dari persembunyian hidupku. Aku benar-benar tidak punya pilihan. Tapi, rasanya untuk melupakan Adit tak mungkin aku lakukan. Entah sampai kapan aku dan Adit harus seperti ini.

    Dan, minggu ini di sebuah resto ternama di Jakarta, Adit mengajakku untuk bertemu. Dan sebuah cincin ia berikan padaku.

    “Will you merry me?” Ucapnya sambil membuka kotak merah berisi cincin itu. Aku hanya diam mematung dan tak tahu harus menjawab apa. Dugaanku benar, selama ini Adit ingin mempertemukanku dengan kedua orangtuanya adalah untuk ini, menikah. Hal yang amat aku takutkan, aku belum siap dan tak mungkin secepat ini menerima cincin itu. Aku mencoba menolaknya halus dan menyodorkan kotak merah itu padanya.

    “Maaf Dit, aku nggak bisa secepat ini. Aku masih ingin menuntaskan kuliahku dulu.” Jawabku dengan mata berkaca-kaca.

    “Baiklah, Aku mengerti kok Syif.” Aditpun menutup kotak itu kembali dan menyimpannya rapat-rapat.

    “Aku akan tawarkan ini lagi jika kamu sudah siap.” Gumamnya tersenyum padaku. Sepertinya Adit begitu kecewa saat aku menolak tawarannya itu. Sungguh hal yang masih sulit aku terima jika tawaran itu adalah penentu masa depanku terutama jodohku. Meskipun aku menolak tawaran itu, tetapi Adit siap menunggu kesiapanku. Maafkan aku Adit.

     

    Berdirinya DMAB dan LABB, Upaya Perkuat Eksistensi Masyarakat Batak Kedepan
    Minggu, 16 Desember 2018

    Foto:Para Inisiator, Pengurus DMAB dan LABB bersama peserta KOPI, JAKARTA Terbentuknya Dewan Mangaraja Adat Batak (DMAB) dan Lembaga Adat Budaya Batak (LABB), dimaksudkan untuk membantu memperkuat posisi kebersamaan dan eksistensi Bangso (masyarakat) Batak dimasa mendatang. Keinginan luhur ini menjadi sebuah harapan yang jauh ke depan, akibat makin banyaknya problem yang terjadi di masyarakat Batak khususnya, dipandang dari berbagai aspek... Baca selengkapnya...

    Perintah Ketum Golkar Airlangga Hartarto: Kader Dukung Menangkan Capres JKW- Maruf Amin
    Minggu, 16 Desember 2018

    KOPI, Pekanbaru   Airlangga Hartarto datang  beserta rombongannya sekitar jam 8 malam, mengenakan kemeja kuning lengan panjang disambut oleh ketua DPRD Propinsi Riau Hj. Septina Primawati Rusli.  Seribuan orang kader, simpatisan, Caleg (Calon Legislatif)  pengurus propinsi/kabupaten/kota Partai Golkar hadir saat itu  bertempat di Hotel Pangeran mendengarkan arahan dari ketumnya.   Dalam arahan ketua umumnya, partai Golkar adalah pendukung... Baca selengkapnya...

    Joko Widodo dan Prabowo Sama-sama Keturunan Tionghoa
    Rabu, 12 Desember 2018

    KOPI, Jakarta – Fakta, Prabowo Subianto adalah Warga Keturunan Cina/Tionghoa dan Penganut Agama Kristen. Pertama yang perlu diketahui adalah Fakta ini tidak bermaksud mendiskreditkan agama atau suku dan ras tertentu yang ada di Indonesia. Saya (red.Didi) secara pribadi sebenarnya bangga karena masih banyak masyarakat muslim yang menjadikan Prabowo yang merupakan warga keturunan Tionghoa sebagai idola dan panutan mereka meskipun Ayah Prabowo... Baca selengkapnya...

    Dulu Prabowo Teriak Anti Aseng - Asing, Kini Malah Merapat
    Minggu, 09 Desember 2018

    KOPI, Jakarta - Kehadiran Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dalam pertemuan dengan pengusaha Tionghoa Indonesia di sebuah hotel di kawasan Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, Jumat (7/12/18) malam, mendapat sorotan dari Ketua Fraksi Hanura, Inas N Zubir. Inas menyebut Purnawirawan Jenderal bintang tiga itu semakin jinak terhadap asing dan aseng. "Ia juga kerap berteriak, 'Apa kalian mau dipimpin antek asing' atau 'Kekayaan negeri... Baca selengkapnya...

    Kunjungan Ketum Partai Nasdem ke Riau
    Minggu, 09 Desember 2018

    KOPI, Pekanbaru -  Ketua Umum (Ketum) Partai Nasional Demokrat nama bekennya Nasdem H. Surya Paloh melakukan kunjungan kerja  ke propinsi Riau, Sabtu ( 9 Desember 2018 )  .  Ribuan  kaderya  berasal dari dua belas kabupaten /kota se Riau hadir saat itu .   Surya Paloh  datang sekira jam 15: 30 WIB memakai baju stelan safari hitam, serta lansung memberikan hormat. Penyambutan kedatangan rombongan ketua umumnya oleh Iskandar Husein ketua... Baca selengkapnya...

    Pengamat : Perlukah BPJS Kesehatan Kita Bubarkan
    Jumat, 07 Desember 2018

    KOPI, Bogor – Pasal 34 (Undang-Undang Dasar) UUD 1945 menyebutkan bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Kini negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan memberdayakan yang lemah dan tidak mampu sesuai martabat dan kemanusiaan serta negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak.   Ditempat kerjanya, Kangmas Sutisyoso... Baca selengkapnya...

    Hari Disabilitas Internasional 2018
    Selasa, 04 Desember 2018

    KOPI-Jakarta, Setiap tahun diperingati hari Disabilitas Internasional. Kegiatan ini diperingati setiap tanggal 3 Desember. Peringatan ini bertujuan untuk mengembangkan wawasan masyarakat akan persoalan-persoalan yang terjadi berkaitan dengan kehidupan para penyandang cacat. Pemerintah kali ini mengangkat tema "Indonesia Inklusi dan Ramah Disabilitas," sedangkan PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa mengambil tema dengan "Memberdayakan penyandang... Baca selengkapnya...

    INTERNASIONALNetanyahu Suap Media, Beritakan yang Po.....
    05/12/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Israel – Hari Minggu (2/12), kepolisian Israel dan Otoritas Keamanan Israel menyatakan bahwa terdapat cukup bukti bahwa Netanyahu dan istrinya [ ... ]



    NASIONALPresiden Jokowi Kunker ke Aceh.....
    12/12/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI,Jakarta, Memasuki akhir tahun 2018 maka Presiden Indonesia Joko Widodo akan mengunjungi bumi Serambi Mekkah di Banda Aceh. Sesuai jadwal yan [ ... ]



    DAERAHTahun 2018, KIP Riau Menyelesaikan 62 S.....
    05/12/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru - Ketua Komisi Informasi Publik (KIP) Provinsi Riau Zufra Irwan menyebutkan. Pihaknya telah menyelesaikan sebanyak 62 sengketa infor [ ... ]



    PENDIDIKANProtes Pemilihan Rektor, Mahasiswa UMRI .....
    14/12/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru - Ratusan mahasiswa –mahasiswi Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) melakukan aksi demontrasi , Senen (11-12-2018) di gedung rekto [ ... ]



    EKONOMITingkatkan Layanan BNI Syariah Banda Ace.....
    17/12/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Bila Anda berjalan di kawasan simpang lima Banda Aceh maka akan terlihat sebuah gedung baru milik Bank BNI Syariah. Beberapa hari ya [ ... ]



    OLAHRAGAIPSI Banda Aceh Target 4 Mendali Emas.....
    09/11/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta,Banyak olahraga yang digemari oleh setiap orang. Salah satunya adalah cabang olahraga pencak silat. Wadah yang menaunggi pencak silat [ ... ]



    PARIWISATAKunjungan Turis Mancanegara ke Riau .....
    04/09/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru – Ditempat kerjanya, sebut saja namanya Aji Sulung mengatakan “ Program promosi Pariwisata dan event lainnya yang diadakan oleh D [ ... ]



    HUKUM & KRIMINALOmbudsman RI Anugerahkan Predikat Kepatu.....
    12/12/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Pemerintah Aceh bersama Kabupaten Aceh Besar, Aceh Barat, Abdya, Bener Meriah, dan Kota Langsa mendapat penghargaan kepatuhan pemenuhan  [ ... ]



    POLITIKBappilu Partai Golkar Riau : Tandem Sak.....
    15/12/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru - Badan Pemenangan Pemilu  (Bappilu) Partai Golkar Propinsi Riau, pemilihan umum  serentak , pada 17 April 2019 nanti akan menggand [ ... ]



    OPINIPromosi Jabatan Cepat Para Pati TNI,.....
    03/12/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta – Ditempat Kerjanya, Kangmas Sutisyoso menyatakan “ Ingin jabatan strategis setingkat (Panglima, Kapolri, Kasad, Kasal, Ksau ,dll) p [ ... ]



    PROFILKompol Arvin Haryadi Jabat Kapolsek Si.....
    25/10/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Siak Hulu - Pisah sambut Kapolsek Siak Hulu dari Kompol Dedi Suryadi kepada Kompol Arvin Haryadi, S.ik, SH bertempat di Mapolsek Siak Hulu, keca [ ... ]



    ROHANIKanwil Kemenag Riau H. Ahmad Supardi Mut.....
    10/10/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin hari, Jumat (05/10) melantik M Nur kholis Setiawan sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Agama [ ... ]



    RESENSIHeboh Buku Fire and Furry Ungkap “ D.....
    05/01/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Washington DC- Heboh buku Fire and Fury ungkap “Dapur Gedung Putih” Menjelang Pemilu Pilres Amerika Serikat . Dilansir dari The Guardian, R [ ... ]



    CERPEN & CERBUNGSuami Genjot ecak, Istri Malah Kena Genj.....
    08/10/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI - Memang tak ada undang-undang yang melarang tukang becak beristri cantik, karena semua itu tergantung rejeki dan kelihaian lobi masing-masing. M [ ... ]



    PUISIMenatap Rasa.....
    07/06/2017 | Mas Ade

    Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



    CURAHAN HATIWaspada !.. Modus Penipuan Wajah Palsu, .....
    28/11/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru - Beraneka macam modus penipuan muncul era digitalisasi ini. Sasaran utama adalah oknum orang yang  melek/tak bisa memakai internet y [ ... ]



    SERBA-SERBIJumpa Media Akhir Tahun 2018 di Kyriad M.....
    17/12/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Memasuki minggu-minggu terakhir di bulan Desember 2018 maka Kyriad Muraya Hotel Aceh mengundang sejumlah media yang ada di seputaran kot [ ... ]



    Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.