Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



    POLLING WARGA
    Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
     

    Surau Gampo

    Cerpen, Syarifuddin Arifin

    Surau tempat aku mengaji sejak kecil itu bernama Surau Muhajirin. Jamaahnya kebanyakan dari para pendatang, yang membeli sebidang tanah lalu membangun rumah dan keluarga di sana. Aku masih ingat, ketika gotongroyong membangun surau tersebut, ikut mengangkat batu yang ditumpuk cukup jauh dari lokasi pembangunan. Setiap malam, usai magrib kami belajar mengaji di sana. Tapi kini orang mengenalnya sebagai Surau Gampo, surau yang dibangun kembali dari dana spekulasi bantuan untuk korban gempa.

    Ya, hampir tiga tahun lalu, daerah kami diguncang gempa yang cukup kuat. Sejumlah perkantoran, hotel, sekolah, masjid dan gereja rubuh. Kami panik. Suara raungan sirene ambulan yang bolakbalik membawa jenazah membuat aku serasa berada dalam kancah peperangan. Tidak mungkin rasanya bertahan hidup di daerah rawan gempa ini. Makanya, sekitar dua bulan sejak gempa yang telah meluluhlantakkan segalanya itu, aku memutuskan untuk pergi merantau.

    Sumbangan dari para korban gempa? Bukankah setiap warga yang rumahnya rubuh atau rusak dapat bantuan untuk kembali bisa membangun atau memperbaiki rumahnya sehingga layak huni. Bantuan itu jelas tidak cukup, meski jumlahnya mencapai belasan juta rupiah. Bagaimana mungkin mereka bisa menyisihkan separuhnya untuk menyelesaikan pembangunan kembali surau tersebut?
    “Ya, bahkan ada yang hanya menerima sepuluh persen saja dari jumlah bantuan gempa yang seharusnya ia terima,” kata Abi, guru mengajiku dulu.

    Sejak beberapa di antara warga menyerahkan copy kartu penduduknya pada Harun, Abi seperti disisihkan. Menurutnya, ia tidak mau mengaku sebagai korban gempa yang rumahnya rubuh dan tercatat sebagai salah seorang warga yang patut mendapat bantuan dana tunai. Harun mengatakan kalau Abi telah menghianati kesepakatan bersama, yakni berusaha menggaet dana bantuan gempa sebanyak mungkin demi untuk menyelesaikan surau yang terbengkalai.
    “Bukan pembangunan suraunya, tapi cara mereka mengumpulkan dana yang saya tak setuju,” kata Abi.

    Masih menurut Abi, Surau Muhajirin sama sekali tidak rusak akibat gempa, makanya surau itu tidak mendapat bantuan. Rumah-rumah warga di sekitar surau itu pun, tak banyak yang rubuh atau rusak berat. Tapi Harun, salah seorang warga yang juga anggota legislatif itu, membuat laporan kalau korban gempa di daerahnya cukup banyak. Kapan lagi kita bisa membantu tetangga yang hidupnya susah? Buat saja laporannya, nanti biar saya yang akan mengurus, kata Harun ketika itu.

    Dan benar saja, entah bagaimana caranya, Harun memang berhasil. Tercatat lebih dua ratus rumah penduduk yang tidak layak bantuan, ia sulap sebagai rusak akibat gempa. Tidak hanya rumah warga di sekitar surau, tapi sampai ke kampung-kampung tetangga. Termasuk pondok tak berpenghuni dan kandang sapi. Semua calon penerima bantuan tersebut, oleh Harun diwajibkan menyumbang 40 sampai 60 persen untuk kelanjutan pembangunan surau yang terbengkalai.
    “Dana bantuan ini harus kita tarik sebanyak mungkin, siapa tahu nanti surau kita juga bisa punya mobil jenazah, ambulan,” kata Harun meyakinkan.

    ***

    Cengka salah seorang ketua kelompok korban gempa fiktif yang dibentuk Harun, mengatakan pada Abi atas kekecewaannya. Setelah dana bantuan cair, dia hanya diberi uang lelah saja. Pada hal dari delapan kelompok fiktif, yang masing-masingnya beranggota 20 sampai 30 orang korban, bantuan yang diterima Harun hampir dua milyar rupiah. Masing-masing korban gempa diberi bantuan dalam tiga kategori; rusak berat atau rubuh, rusak sedang dan rusak ringan dengan nominal lima belas, sepuluh dan lima juta.
    “Bayangkan, saya hanya diberi dua juta saja. Hanya 20 persen dari kategori rusak ringan,” kata Cengka pada Abi.
    “Bagaimana dengan saudara kita yang hidupnya susah?”
    “Tukang ojek itu diberi sejuta, lalu pemulung di ujung gang mendapat lima ratus. Janda beranak 3 yang mencuci pakaian itu juga,” kata Cengka menjelaskan.

    Abi hanya tersenyum. Empu jari kirinya terus menggeser-geser tasbih di genggamannya. Detak jantung Abi selalu menyebut asma Allah dalam zikir yang tak kunjung padam.
    “Surau itu, dulu kita bangun dengan gotongroyong, dengan keikhlasan dari berbagai sumber yang halal. Tidak dengan paksaan, keharusan menyumbang bila ada rejeki. Tidak! Kita membangun rumah Allah Swt. Di surau itulah kita bisa mendamaikan hati dan perasaan yang resah. Di surau itulah kita mendidik dan membina anak-anak agar karakternya terbentuk sebagai ummat Islam yang berhati nurani. Jangan jadikan surau sebagai tempat memanipulasi keadaan. Gempa yang lebih dahsyat dalam bentuk lain akan datang menyerbu. Parcayalah,” kata Abi.

    Tasbih itu terus ia geser-geserkan di antara empu dan telunjuknya. Ia terus berzikir dan berzikir. Abi menghela nafas, memperbaiki duduknya.
    “Allah memberi sebagian kamu keutamaan di atas yang lain dalam hal rejeki. Tak ada yang dikecualikan. Karena rejeki itu akan mengalir terus kepada hamba-hamba yang dimilikinya, agar mereka sama-sama menikmati. Apakah mereka telah mengingkari nikmat Allah?” Lanjut Abi, mengutip salah satu ayat Al Qur’an nul Karim, dalam surat An Nahl. Sinar mata Abi yang teduh itu, seperti menikam jantung Cengka. Apakah kau telah memberikan rejekimu itu kepada orang lain yang membutuhkannya? Cengka membatin.

    Cengka merasa terpojok. Pada bagian lain, dari ratusan penerima bantuan, diketahui terjadi berbagai pertanyaan yang tak satu pun bisa menjawabnya. Kecuali Harun. Ia menyadari betapa kukuhnya pendirian Abi, dan sama sekali tidak merasa kecewa, ketika ia disisihkan di surau, sebagai salah seorang gurutuo, guru pertama yang sudah mengabdi sejak surau itu baru dalam bentuk pondasi saja. Ketika Harun berhasil membujuk semua jamaah, bahkan sampai ke kampung-kampung tetangga, yang akan memberi bantuan uang tunai jutaan rupiah, Abi tetap bertahan. Bagi Abi, surau itu punnya rejeki sendiri, yang didatangkan Allah secara halal. Abi menolak, tapi semua jamaah dan warga lain menerima. Maka terpentallah Abi dari surau tersebut.

    Cengka tak berhenti sampai di situ. Sebagai salah seorang ketua Pokmasy, kelompok masyarakat korban gempa, ia terus menjelaskan kepada beberapa anggotanya bahwa mereka telah ditipu. Tidak mungkin, sebagai tercatat korban gempa yang rumahnya rubuh hanya menerima sekitar 20 persen saja dari jumlah bantuan yang diketahui. Maka terjadilah pro dan kontra. Beberapa di antara yang kecewa karena mendapat jatah tak sewajarnya, mulai bernyanyi. “Tapi kamu sudah tahu sejak awal, kalau ini penipuan. Sekarang, setelah tahu kalau kamu hanya diperalat, malah menghasut yang lain,” jawabku ketika ditelepon Cengka.
    “Tidak segampang itu kau menuduhku. Pulanglah, jangan hanya melihat dari jauh,” kata Cengka membujuk agar aku pulang. Aku kenal siapa Harun. Dia salah seorang pendiri surau Muhajirin yang ikut juga bergotongroyong membangun surau tersebut, selain pintar mengaji suaranya pun cukup bagus. Harun dipercaya mendampingi Abi sebagai guru mengaji. Meski pun, sebagian dari kami – para murid – tidak menyukainya, terutama cara ia mengajar.

    Selain itu, Harun juga pemain randai, kesenian tradisi yang aku minati. Kami sering latihan di belakang surau, usai mengaji dan salat Isa, sampai larut malam. Suaranya yang merdu dan punya kekuatan magis bila mendendangkan gurindam sebagai bagian pergantian adegan dalam cerita randai yang kami mainkan, seakan membelah malam yang dingin. Di kejauhan terdengar sayup-sayup irama-irama tradisi yang penuh dengan pesan-pesan filosofis, lalu dendang simarantang tenggi yang dipakai sebagai penutup, cukup mampu bertahan dalam ingatanku. Grup randai kami cukup terkenal, makanya sering diundang ke daerah lain, bahkan dibina oleh salah satu partai. Kemudian, melalui partai itulah Harun bertarung, ikut sebagai salah seorang calon anggota legislatif.

    Gempa yang cukup mengejutkan, tiba-tiba mengguncang daerah kami. Ratusan, bahkan ribuan jiwa manusia melayang karena tertimbun, dihimpit reruntuhan gedung, terkurung berhari-hari dalam mall atau karena jantungan. Masih jelas dalam ingatanku, sesaat setelah gempa hujan lebat pun turun membasuh segalanya, tak berhenti sampai menjelang subuh. Tak ada penerangan, semua lampu mati, karena beberapa gardu listrik rusak berat. Keesokannya, matahari memancarkan kekecewaan. Semua orang dengan tiba-tiba jadi penganggur. Seminggu, bahkan sebulan kemudian, aku masih saja melihat airmata mengucur dari rasa sedih yang mendalam. Itulah sebabnya, aku memutuskan untuk pergi merantau, meninggalkan kedua orangtua dan saudara-saudaraku. “Beberapa hari lalu, Harun memotret surau kita itu,” lanjut Cengka masih melalui telepon. Menurutnya, Harun sengaja melakukan pemotretan sebagai laporannya, bahkan masih sempat membujuk jamaah dan warga sekitar, kalau dia sedang memperjuangkan status surau agar segera menjadi masjid. “Pada hal, kau kan tahu, pondasi dan tiang-tiang coran, hasil sumbangan dan gotongroyong kita bersama, jauh sebelum gempa. Paling ya, Harun hanya mengganti atap dan membuat gobah baru,” kata Cengka menghasut, dan melanjutkan cilotehnya; “Sekarang istrinya membuka butik baru di Mall. Itu kan salah satu cara untuk menyembunyikan kekayaannya, agar tak tercium pihak kejaksaan,” tambahnya..

    Tak ada yang bisa menyimpan bau busuk. Bagaimana pun, yang namanya bau busuk tetap akan tercium. Maka menyeruaklah bau itu ke mana-mana. Orang-orang yang kebetulan lewat di samping surau, akan menutup hidungnya, karena tak sudi menghirup udara di sekitar surau itu. Termasuk jamaah dan warga yang mengaku korban gempa dan telah menyumbang untuk pembangunan surau tersebut, bahkan, entah siapa yang memulainya, nama surau pun berubah menjadi Surau Gampo. Surau Gampo? Sejak kapan nama surau itu berubah?

    ***

    Itulah sebabnya, aku sengaja datang ke rumah Abi, guru mengajiku di masa kecil dulu. Abi masih merindukan untuk bisa kembali ke surau seperti dulu. Salat berjamaah, lalu mengajar anak-anak mengaji, berkisah tentang mukjizat para nabi. Bagaimana pun busuknya surau ini, saya tidak akan pernah menutup hidung. Karena ini rumah Allah, rumah yang selalu dilimpahi berkah. Terkutuklah orang-orang yang telah menghinakannya, kata Abi. Sejak Harun berstatus tersangka dan ditahan kejaksaan, butik istrinya di Mall itu pun mulai meredup dari cahaya yang cukup glamour. Bahkan status keanggotaannya di legislatif pun dicabut.
    (Padang, 2014)

    Biodata Penulis:

    SYARIFUDDIN ARIFIN: lahir di Jakarta. Pendidikan S1 jurusan Sastra dan Bahasa Indonesia dan Akademi Ilmu Komunikasi (AIK) Padang. Menulis genre sastra; novel, cerpen, puisi, cerita anak, dan naskah sandiwara yang dimuat di berbagai media cetak (suratkabar dan majalah) terbitan Padang dan Jakarta, termasuk majalah sastra Horison. Salah seorang penggiat Bengkel Sastra Ibukota (BSI) Jakarta, 1980-an. Beberapa puisi dan cerpennya dimuat dalam beberapa antologi terbitan Aceh, Padang, Jambi, Jakarta, Jogjakarta, Bandung, Banjarmasin, dan Kuala Lumpur. Kumpulan cerpennya Gamang (1989) dan buku puisi tunggalnya Ngarai (1980), Catatan Angin di Ujung Ilalang (1998), dan Maling Kondang (2012). Pemain/sutradara teater ini juga main dalam beberapa sinetron/film di Indonesia dan Malaysia. Email: This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it . Contac Person: 08126786755

     

    Berdirinya DMAB dan LABB, Upaya Perkuat Eksistensi Masyarakat Batak Kedepan
    Minggu, 16 Desember 2018

    Foto:Para Inisiator, Pengurus DMAB dan LABB bersama peserta KOPI, JAKARTA Terbentuknya Dewan Mangaraja Adat Batak (DMAB) dan Lembaga Adat Budaya Batak (LABB), dimaksudkan untuk membantu memperkuat posisi kebersamaan dan eksistensi Bangso (masyarakat) Batak dimasa mendatang. Keinginan luhur ini menjadi sebuah harapan yang jauh ke depan, akibat makin banyaknya problem yang terjadi di masyarakat Batak khususnya, dipandang dari berbagai aspek... Baca selengkapnya...

    Perintah Ketum Golkar Airlangga Hartarto: Kader Dukung Menangkan Capres JKW- Maruf Amin
    Minggu, 16 Desember 2018

    KOPI, Pekanbaru   Airlangga Hartarto datang  beserta rombongannya sekitar jam 8 malam, mengenakan kemeja kuning lengan panjang disambut oleh ketua DPRD Propinsi Riau Hj. Septina Primawati Rusli.  Seribuan orang kader, simpatisan, Caleg (Calon Legislatif)  pengurus propinsi/kabupaten/kota Partai Golkar hadir saat itu  bertempat di Hotel Pangeran mendengarkan arahan dari ketumnya.   Dalam arahan ketua umumnya, partai Golkar adalah pendukung... Baca selengkapnya...

    Joko Widodo dan Prabowo Sama-sama Keturunan Tionghoa
    Rabu, 12 Desember 2018

    KOPI, Jakarta – Fakta, Prabowo Subianto adalah Warga Keturunan Cina/Tionghoa dan Penganut Agama Kristen. Pertama yang perlu diketahui adalah Fakta ini tidak bermaksud mendiskreditkan agama atau suku dan ras tertentu yang ada di Indonesia. Saya (red.Didi) secara pribadi sebenarnya bangga karena masih banyak masyarakat muslim yang menjadikan Prabowo yang merupakan warga keturunan Tionghoa sebagai idola dan panutan mereka meskipun Ayah Prabowo... Baca selengkapnya...

    Dulu Prabowo Teriak Anti Aseng - Asing, Kini Malah Merapat
    Minggu, 09 Desember 2018

    KOPI, Jakarta - Kehadiran Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dalam pertemuan dengan pengusaha Tionghoa Indonesia di sebuah hotel di kawasan Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, Jumat (7/12/18) malam, mendapat sorotan dari Ketua Fraksi Hanura, Inas N Zubir. Inas menyebut Purnawirawan Jenderal bintang tiga itu semakin jinak terhadap asing dan aseng. "Ia juga kerap berteriak, 'Apa kalian mau dipimpin antek asing' atau 'Kekayaan negeri... Baca selengkapnya...

    Kunjungan Ketum Partai Nasdem ke Riau
    Minggu, 09 Desember 2018

    KOPI, Pekanbaru -  Ketua Umum (Ketum) Partai Nasional Demokrat nama bekennya Nasdem H. Surya Paloh melakukan kunjungan kerja  ke propinsi Riau, Sabtu ( 9 Desember 2018 )  .  Ribuan  kaderya  berasal dari dua belas kabupaten /kota se Riau hadir saat itu .   Surya Paloh  datang sekira jam 15: 30 WIB memakai baju stelan safari hitam, serta lansung memberikan hormat. Penyambutan kedatangan rombongan ketua umumnya oleh Iskandar Husein ketua... Baca selengkapnya...

    Pengamat : Perlukah BPJS Kesehatan Kita Bubarkan
    Jumat, 07 Desember 2018

    KOPI, Bogor – Pasal 34 (Undang-Undang Dasar) UUD 1945 menyebutkan bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Kini negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan memberdayakan yang lemah dan tidak mampu sesuai martabat dan kemanusiaan serta negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak.   Ditempat kerjanya, Kangmas Sutisyoso... Baca selengkapnya...

    Hari Disabilitas Internasional 2018
    Selasa, 04 Desember 2018

    KOPI-Jakarta, Setiap tahun diperingati hari Disabilitas Internasional. Kegiatan ini diperingati setiap tanggal 3 Desember. Peringatan ini bertujuan untuk mengembangkan wawasan masyarakat akan persoalan-persoalan yang terjadi berkaitan dengan kehidupan para penyandang cacat. Pemerintah kali ini mengangkat tema "Indonesia Inklusi dan Ramah Disabilitas," sedangkan PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa mengambil tema dengan "Memberdayakan penyandang... Baca selengkapnya...

    INTERNASIONALNetanyahu Suap Media, Beritakan yang Po.....
    05/12/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Israel – Hari Minggu (2/12), kepolisian Israel dan Otoritas Keamanan Israel menyatakan bahwa terdapat cukup bukti bahwa Netanyahu dan istrinya [ ... ]



    NASIONALPresiden Jokowi Kunker ke Aceh.....
    12/12/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI,Jakarta, Memasuki akhir tahun 2018 maka Presiden Indonesia Joko Widodo akan mengunjungi bumi Serambi Mekkah di Banda Aceh. Sesuai jadwal yan [ ... ]



    DAERAHTahun 2018, KIP Riau Menyelesaikan 62 S.....
    05/12/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru - Ketua Komisi Informasi Publik (KIP) Provinsi Riau Zufra Irwan menyebutkan. Pihaknya telah menyelesaikan sebanyak 62 sengketa infor [ ... ]



    PENDIDIKANProtes Pemilihan Rektor, Mahasiswa UMRI .....
    14/12/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru - Ratusan mahasiswa –mahasiswi Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) melakukan aksi demontrasi , Senen (11-12-2018) di gedung rekto [ ... ]



    EKONOMITingkatkan Layanan BNI Syariah Banda Ace.....
    17/12/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Bila Anda berjalan di kawasan simpang lima Banda Aceh maka akan terlihat sebuah gedung baru milik Bank BNI Syariah. Beberapa hari ya [ ... ]



    OLAHRAGAIPSI Banda Aceh Target 4 Mendali Emas.....
    09/11/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta,Banyak olahraga yang digemari oleh setiap orang. Salah satunya adalah cabang olahraga pencak silat. Wadah yang menaunggi pencak silat [ ... ]



    PARIWISATAKunjungan Turis Mancanegara ke Riau .....
    04/09/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru – Ditempat kerjanya, sebut saja namanya Aji Sulung mengatakan “ Program promosi Pariwisata dan event lainnya yang diadakan oleh D [ ... ]



    HUKUM & KRIMINALOmbudsman RI Anugerahkan Predikat Kepatu.....
    12/12/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Pemerintah Aceh bersama Kabupaten Aceh Besar, Aceh Barat, Abdya, Bener Meriah, dan Kota Langsa mendapat penghargaan kepatuhan pemenuhan  [ ... ]



    POLITIKBappilu Partai Golkar Riau : Tandem Sak.....
    15/12/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru - Badan Pemenangan Pemilu  (Bappilu) Partai Golkar Propinsi Riau, pemilihan umum  serentak , pada 17 April 2019 nanti akan menggand [ ... ]



    OPINIPromosi Jabatan Cepat Para Pati TNI,.....
    03/12/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta – Ditempat Kerjanya, Kangmas Sutisyoso menyatakan “ Ingin jabatan strategis setingkat (Panglima, Kapolri, Kasad, Kasal, Ksau ,dll) p [ ... ]



    PROFILKompol Arvin Haryadi Jabat Kapolsek Si.....
    25/10/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Siak Hulu - Pisah sambut Kapolsek Siak Hulu dari Kompol Dedi Suryadi kepada Kompol Arvin Haryadi, S.ik, SH bertempat di Mapolsek Siak Hulu, keca [ ... ]



    ROHANIKanwil Kemenag Riau H. Ahmad Supardi Mut.....
    10/10/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin hari, Jumat (05/10) melantik M Nur kholis Setiawan sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Agama [ ... ]



    RESENSIHeboh Buku Fire and Furry Ungkap “ D.....
    05/01/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Washington DC- Heboh buku Fire and Fury ungkap “Dapur Gedung Putih” Menjelang Pemilu Pilres Amerika Serikat . Dilansir dari The Guardian, R [ ... ]



    CERPEN & CERBUNGSuami Genjot ecak, Istri Malah Kena Genj.....
    08/10/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI - Memang tak ada undang-undang yang melarang tukang becak beristri cantik, karena semua itu tergantung rejeki dan kelihaian lobi masing-masing. M [ ... ]



    PUISIMenatap Rasa.....
    07/06/2017 | Mas Ade

    Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



    CURAHAN HATIWaspada !.. Modus Penipuan Wajah Palsu, .....
    28/11/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Pekanbaru - Beraneka macam modus penipuan muncul era digitalisasi ini. Sasaran utama adalah oknum orang yang  melek/tak bisa memakai internet y [ ... ]



    SERBA-SERBIJumpa Media Akhir Tahun 2018 di Kyriad M.....
    17/12/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Memasuki minggu-minggu terakhir di bulan Desember 2018 maka Kyriad Muraya Hotel Aceh mengundang sejumlah media yang ada di seputaran kot [ ... ]



    Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.