Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



    POLLING WARGA
    Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
     

    Ketum PPWI: Usut Tuntas Pelaku Pembacokan Anak Ketua PPWI Banten

    KOPI,Serang - Genta Alfiza Putra Aditya Nur atau nama panggilan Adit (15), anak yatim-piatu yang tinggal bersama neneknya di Desa Junti, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten harus menjalani operasi bedah dan rawat inap di Rumah Sakit Rangkas akibat terkena bacokan clurit di pinggang bagian atas, 16 Oktober 2018 lalu. Kejadian naas pembacokan terhadap siswa kelas IX di SMPN 2 Jawilan itu, terjadi pada hari Selasa, 16 Oktober 2018, sekira pukul 13.00 wib, di Jl. Gabus Pamarayan Km 1, Kampung Padasuka, Desa Junti, Kecamatan Jawilan, sekitar 1 kilometer dari sekolahnya.

    Oknum pelaku pembacokan diduga bernama Frangky alias Aceng (17), siswa kelas 1 di SMK Swasta Prestasi Berteknologi (Prestek), yang beralamat di Cikande Permai, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang. Sang jagal ini tinggal bersama orang-tuanya, Toni (51) di Kampung Tanjakan, RT 01 RW 01, Desa Leuwilimus, Kecamatan Cikande.


    Menurut keterangan paman Adit, Nursopyan, pelaku dan korban tidak saling kenal. “Mereka baru bertemu saat kejadian,” kata Nursopyan yang akrab dipanggil Obot itu.


    Sebenarnya dalam peristiwa ini, lanjut Obot, keponakannya yang diasuh dan diangkat sebagai anaknya sejak kecil tersebut merupakan target salah sasaran dari si pelaku dan gerombolannya yang pada waktu itu sedang merencakan tawuran dengan anak-anak siswa dari SMK lainnya di sekitar tempat kejadian perkara. “Anak saya itu korban salah sasaran dari anak-anak yang sedang mencari lawan mereka dari sekolah lain, yang sebelumnya tawuran,” imbuh Obot, yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPD PPWI Banten.


    Menanggapi kejadian memilukan yang menimpa keluarga anggotanya di Banten tersebut, Ketua Umum PPWI Nasional, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, yang sempat mengunjungi korban menyatakan sangat prihatin dan menyesalkan kejadian penganiayaan keji terhadap Adit. “Saya amat bersedih, prihatin dan menyesalkan kejadian sadis itu, saya kunjungi Adit dan melihat kondisinya, sangat mengenaskan dan memilukan hati,” tutur Wilson melalui pesan WhatsApp-nya kepada pewarta media ini, Senin (22/10/2018).


    Untuk itu, alumni PPRA-48 Lemhannas RI itu, menyampaikan pernyataan resminya sebagai berikut:


    1. Mendesak pihak Kepolisian Resort Serang dan aparta hukum lainnya di wilayah itu agar segera melakukan langkah-langkah pengusutan hingga tuntas masalah ini, dan memberikan sanksi kepada pelaku sesuai aturan hukum yang berlaku di negara ini.


    2. Menghimbau kepada semua sekolah yang ada di Serang dan seluruh Indonesia, terutama dalam kasus ini, SMK Prestek Cikande, untuk meningkatkan pengawasan, pembinaan dan displin moral para siswanya agar tidak berperilaku menyimpang, anti sosial, dan menjadi kriminal di masyarakat.


    3. Menghimbau kepada setiap orang tua agar mendidik anaknya dengan baik dan benar, memberikan perhatian dan nasehat serta bimbingan secara terus-menerus kepada anaknya, agar tidak tumbuh liar dan menjadi virus pemusnah individu sesama manusia lainnya di dalam masyarakat.


    4. Menasehati kepada setiap anak dan pelajar di Serang secara khusus, dan Indonesia secara umum, agar senantiasa waspada, menjauhi sifat dan perilaku barbar, liar, dan tidak berperikemanusiaan, namun sebaliknya menumbuhkan rasa saling menyayangi sesama manusia, saling menolong, dan saling menjaga keselamatan satu dengan lainnya, agar generasi Indonesia dapat tumbuh berkembang sebagai generasi bangsa yang baik, berbudi luhur, beradab dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.


    5. Terkait petugas Puskesmas Pamarayan, Serang, Banten, yang terkesan tidak responsif, tidak perduli, dan telah menelantarkan Adit saat ke puskesmas tersebut, dihimbau agar memperbaiki sistim dan kinerja pelayanan bagi masyarakat dalam hal penyelamatan jiwa dan pemberian layanan kesehatan lainnya.


    Kronologi Kejadian Pembacokan


    Sebagaimana diberitahkan terdahulu, Kejadian pembacokan terhadap Adit bermula pada saat Adit pulang sekolah. Ia bersama dua rekannya bermaksud ke kampung Cigoong, untuk bermain ke rumah teman mereka, yang jaraknya sekitar 1 km dari sekolahnya, SMPN 2 Jawilan.


    Menjelang tiba di rumah kawannya itu, mereka melihat serombongan anak-anak yang sedang bawa senjata tajam, bersepeda motor, sekitar 100 orang. Melihat gerombolan itu, Adit dan kawan-kawan langsung balik kanan kembali ke arah sekolahnya. Naas, sekitar 10 orang dari rombongan itu mengejar mereka. Ketika gerombolan itu mendekat, langsung menuju ke Adit. Salah seorang di antara mereka, yakni Aceng, membentaknya bertanya, "Anak mana luh?" sambil mengayunkan clurit ke pinggang Adit.


    Ujung clurit tepat menancap di bagian pinggang Adit, agak ke atas ke arah punggung. Darah langsung mengucur deras dari luka dalam hampir 10 centimeter. Sambil menahan sakit yang luar biasa, Adit berlari sekencang-kencangnya ke arah sekolahnya. Untungnya, seorang rekan Adit sedang lewat, dan menolongnya membonceng sepeda motor, menuju ke sekolah untuk bersembunyi.


    Setelah keadaan aman, kawan-kawannya berinisiatif membawa Adit dengan membonceng sepeda motor ke Puskesmas Pamarayan, Serang. Tapi, nasib apes lagi menimpa Adit, ia harus menunggu selama lebih dari 1 jam, tidak ada satupun petugas puskesmas yang menolongnya.


    Akhirnya, kawan-kawan Adit memutuskan untuk membawa Adit yang sudah pucat-pasi hampir kehabisan darah, ke Rumah Sakit Kartini yang jaraknya sekitar 2 jam perjalanan bermotor dari Pamarayan. Adit dibonceng motor (lagi) oleh kawan-kawannya, karena puskesmas menolak memberikan bantuan peminjaman ambulance yang saat itu sedang parkir, tidak sedang terpakai, di halaman puskesmas.


    Perjuangan hidup Adit cukup menegangkan, di perjalanan kendaraan motor yang ditumpangi kehabisan bensin. Akhirnya harus iuran dana di antara kawan-kawannya untuk membeli bensin. Setelah berjalan beberapa saat, kembali musibah datang, ban belakang sepeda motor mereka bocor. Apes!


    Namun, akhirnya pertolongan datang. Seorang bapak-bapak lewat dan menawarkan bantuan membawa Adit ke Rumah Sakit Kartini. Setiba di sana, dokter jaga langsung melakukan pemeriksaan luka bacok di pinggang Adit. Dari pemeriksaan singkat itu, petugas menyampaikan bahwa Adit harus dirujuk ke RSUD Rangkas dengan alasan, proses penanganan Adit harus dilakukan dokter bedah, yang saat itu belum tersedia di Rumah Sakit Kartini.


    Dengan menempuh perjalanan sekitar 30 menitan, Adit berhasil dibawa oleh pamannya, Nursopyan, ke RSUD Rangkas. Nursopyan datang ke Rumah Sakit Kartini seketika menerima khabar anaknya dibacok orang dan dibawa kawan-kawan sekolahnya ke rumah sakit itu.


    Setelah melalui serangkaian operasi oleh dokter ahli bedah dan dirawat selama 5 hari, Adit akhirnya terpaksa dibawa pulang oleh orang tuanya untuk rawat jalan. Alasan utama, karena kedua orangtuanya sibuk mengurus pekerjaan dan anak-anak lainnya, termasuk nenek Adit yang sudah tua di rumah, sementara lokasi Rumah Sakit Rangkas cukup jauh dari rumah kediaman mereka, sehingga amat merepotkan untuk menjaga Adit di rumah sakit.


     

    Saat ini, kondisi Adit, si anak yatim di Jawilan itu masih sangat lemah. Dia kesulitan menarik nafas agak dalam karena terasa sakit di bagian dada kanan, yang terkena bacokan. Informasi dari dokter yang menangani, serangan bacokan itu hampir saja melukai paru-paru kanan Adit. “Kata dokter yang melakukan operasinya, sedikit lagi, tidak sampai satu senti lagi, ujung clurit mengenai paru-parunya Adit,” tutur Nursopyan dengan nada sedih mengakhiri penjelasannya. (HWL/Red)


    Artikel Lainnya:

     

    Heboh Tentang Cucu Jokowi
    Rabu, 30 Januari 2019

    KOPI, Jakarta – Cuitan Hidayat Nur Wahid dalam postingan @kun Twitter miliknya, ia menuding cucu Joko Widodo Jan Ethes menjadi alat kampanye. Dalam cuitannya tersebut, ia menuliskan bahwa Jokowi sengaja menjadikan Ethes sebagai alat kampanye. "Ini Jan Ethes yg pernah sebut @jokowi, kakeknya, sbg “Artis” ya? Tapi bgmn kalau ini jadi legitimasi pelibatan anak2 dlm kampanye? Bgmn @bawaslu_RI masih bisa berlaku adil kah?" tulisnya. Ditempat... Baca selengkapnya...

    PK Diajukan Tiga Kali Di Kasus Yang Sama, MA Tabrak Aturan?
    Rabu, 23 Januari 2019

      Foto: (ki-ka) Danny Siagian, Manahan Sihombing, Mangalaban Silaban, Sugiono KOPI, JAKARTA - Menurut pasal 66 ayat 1 UU No. 14 Tahun 1985 menyebutkan, permohonan Peninjauan Kembali (PK), diajukan hanya satu kali. Namun kenapa dalam kasus tanah Grant Sultan Deli, Medan milik ahli waris Datuk Muhamad Cheer (Dt. M. Cheer) di Mahkamah Agung (MA) bisa hingga 3 (tiga) kali? “Kenapa PK bisa sampai 3 (tiga) kali untuk kasus yang sama di... Baca selengkapnya...

    Luhut ke Riau : Kesibukan Presiden Jokowi, Saya Mewakili Membagikan Sertifikat Prona ke Masyarakat
    Kamis, 17 Januari 2019

    KOPI, Jakarta- Kunjungan kerja (Kunker) Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Republik Indonesia Luhut Binsar Panjaitan ke Propinsi Riau, (Rabu 16 Januari 2019) dalam rangka tugas negara. Agendanya yaitu Kunjunga kerja ke Kawasan Industri Tenayan (KIT) kota Pekanbaru serta mewakili Presiden Joko Widodo membagikan 1500 sertifikat tanah Prona Gratis kepada masyarakat . Ribuan orang masyarakat Riau memadati Gelanggang Olahraga Remaja... Baca selengkapnya...

    Menjelang Peringatan 23 Tahun Tenggelamnya Kapal Fery KMP Gurita
    Rabu, 16 Januari 2019

    KOPI-Jakarta, Kapal fery KMP Gurita tenggelam pada tanggal 19 Januari 1996 di teluk Balohan Sabang. Tidak terasa sudah 23 tahun kapal fery KMP Gurita yang naas itu tenggelam di dasar laut dan hilang untuk selama-lamanya, termasuk kedua orang tuaku. Kapal fery KMP Gurita yang kapasitasnya hanya untuk sekitar 210 orang, ternyata memuat 378 orang. Dari jumlah penumpang 378 orang, hasil riset dari Riset Independent dan PUSPIATUR (Pusat Sejarah... Baca selengkapnya...

    IKUTILAH..!! Kappija-21 Selenggarakan Essay Contess 2018-2019
    Kamis, 10 Januari 2019

    KOPI, Jakarta – Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia-Jepang Abad 21 (Kappija-21) sedang menyelenggarakan lomba menulis atau Essay Contess 2018-2019. Kegiatan ini ditaja dalam rangka memeriahkan 60 tahun Hubungan Diplomatik Indonesia dan Jepang tahun 2018 yang baru saja berlalu.   Tujuan utama lomba menulis terkait Indonesia dan Jepang tersebut adalah untuk menumbuhkan minat baca, minat mengetahui, dan minat menambah... Baca selengkapnya...

    LL Dikti Wilayah III Sebut PDPT Universitas Mpu Tantular Bagus di Acara Wisuda
    Senin, 31 Desember 2018

    Foto: Senat Universitas Mpu Tantular dalam acara pelantikan wisudawan-wisudawati KOPI, JAKARTA Di acara Wisuda Universitas Mpu Tantular (UMT) Tahun Akademik (TA) 2018/2019, yang dilangsungkan di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, pejabat Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah III (dulu Kopertis-red) sebut laporan Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) UMT, sudah beres dan bagus. “Yang kami ketahui, bahwa laporan PDPT... Baca selengkapnya...

    Adakah Kejahatan Hukum Ketua MA di Kasus Tanah Grant Sultan?
    Senin, 24 Desember 2018

    Foto: Saat persidangan pihak Ahli Waris menuntut PT Taman Malibu Indah di PN Medan KOPI,JAKARTA Mahkamah Agung Republik Indonesia adalah Pengadilan Negara Tertinggi dalam tingkat kasasi, dari seluruh putusan pengadilan sebelumnya, yang secara otomatis menjadi pamungkas dari segala putusan hukum di Negara ini. Sementara hukum yang katanya menjadi panglima untuk menyelesaikan permasalahan hukum, menjadi koridor yang digunakan untuk... Baca selengkapnya...

    INTERNASIONALTerkait Kasus Penculikan, Keluarga Menun.....
    30/01/2019 | Redaksi KOPI

    KOPI, Rabat - Situs media online www.futurosahara.net menerbitkan sebuah artikel tentang Ahmed Khalil, salah satu anggota utama kelompok separatis  [ ... ]



    NASIONALMantan Kapolri Jenderal (Purn) Polisi Aw.....
    01/02/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Khabar duka datang dari Mabes Polri. Salah seorang petinggi Polri yaitu Awaloedin Djamin telah wafad. Beliau adalah Mantan Kapolri d [ ... ]



    PENDIDIKANDua Siswa PPWI-Gambatte Septian serta .....
    27/01/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemenaker) bekerjasama dengan International Manpower Development of Japan (IM Japan) s [ ... ]



    EKONOMIRefleksi Awal tahun 2019 Bea Cukai Aceh.....
    16/01/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Memasuki awal tahun 2019 maka Bea Cukai Aceh memandang perlu memaparkan hal-hal yang terjadi belakangan ini. Dalam acara Bincang San [ ... ]



    HANKAMKapolri Jendral (Pol) Tito Karnavian, .....
    29/01/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta Dikomplek Mabes Polri, Aula Rupatama hari (Senen, 28 Januari 2019) prosesi kenaikan pangkat kepada dua belas Perwira Tinggi (P [ ... ]



    OLAHRAGAIPSI Banda Aceh Target 4 Mendali Emas.....
    09/11/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta,Banyak olahraga yang digemari oleh setiap orang. Salah satunya adalah cabang olahraga pencak silat. Wadah yang menaunggi pencak silat [ ... ]



    PARIWISATABerwisata ke Danau Toba Waka BIN menanam.....
    03/02/2019 | Feri Ndraha

    KOPI - Parapat, Untuk menjaga keasrian Danau Toba dan sambil menikmati indahnya Danau Toba, Letjen TNI Teddy Lhaksmana WK , Wakil Kepala Badan Intelig [ ... ]



    HUKUM & KRIMINALDPR Pertanyakan Terkait SP3 Kasus Bos Pe.....
    29/01/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta - Wakil Ketua Komisi III DPR Erma Suryani Ranik mempertanyakan keputusan Bareskrim Polri telah menerbitkan Surat Perintah Penghentian Pe [ ... ]



    POLITIKCapres Prabowo Sindir Menkeu Sri Mulyani.....
    30/01/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta - Calon Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali melontarkan komentar kontroversi, Ia mengatakan Menkeu Sri Mulyani sebagai  [ ... ]



    OPINIRamalan Satria Pinitil : Pilpres Indones.....
    08/01/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta – Pemilihan Presiden (Pilpres) Indonesia hampir sama/mirip dengan Pilpres negara Amerika Serikat. Orang menjawarakan mengembor-gembo [ ... ]



    PROFILKompol Arvin Haryadi Jabat Kapolsek Si.....
    25/10/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Siak Hulu - Pisah sambut Kapolsek Siak Hulu dari Kompol Dedi Suryadi kepada Kompol Arvin Haryadi, S.ik, SH bertempat di Mapolsek Siak Hulu, keca [ ... ]



    SOSIAL & BUDAYAPlt Bupati Kampar Catur Sugeng Hadiri Pe.....
    21/01/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Sei Kijang Tapung Hilir - Rasa senang dan bahagia berada di tengah orang tua kami, Ninik mamak dan para pemangku adat yang ada di Kenagarian Tap [ ... ]



    ROHANITerlantarkan Jemaah, Kemenag Cabut Izin.....
    05/01/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Arabsaudi - Pemerintah melalui Kementerian Agama, langsung merespons cepat keluhan dua puluh lima orang jamaah umroh yang ditelantarkan Penyel [ ... ]



    RESENSIHeboh Buku Fire and Furry Ungkap “ D.....
    05/01/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Washington DC- Heboh buku Fire and Fury ungkap “Dapur Gedung Putih” Menjelang Pemilu Pilres Amerika Serikat . Dilansir dari The Guardian, R [ ... ]



    CERPEN & CERBUNGSuami Genjot Becak, Istri Malah Kena Gen.....
    08/10/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI - Memang tak ada undang-undang yang melarang tukang becak beristri cantik, karena semua itu tergantung rejeki dan kelihaian lobi masing-masing. M [ ... ]



    PUISIMenatap Rasa.....
    07/06/2017 | Mas Ade

    Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



    CURAHAN HATIWaspada !.. Modus Penipuan Wajah Palsu, .....
    28/11/2018 | Didi Rinaldo

      KOPI, Pekanbaru - Beraneka macam modus penipuan muncul era digitalisasi ini. Sasaran utama adalah oknum orang yang  melek/tak bisa memakai inter [ ... ]



    SERBA-SERBIRenungan 14 Tahun Tsunami Aceh.....
    16/01/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Tidak terasa sekarang telah memasuki waktu 14 tahun terjadinya gempa bumi dan tsunami Aceh. Peristiwa hebat itu terjadi pada 26 Desember [ ... ]



    Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.