Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



    POLLING WARGA
    Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
     

    Bumi Papua Menangis, KKSB Sekap dan Perkosa Guru di Mapenduma

    KOPI, Jayapura – Untuk kesekian kalinya kejadian menyedihkan di luar batas kemanusiaan terjadi lagi di Bumi Papua baru baru ini yang dilakukan oleh gerombolan KKSB (Kelompok kriminal separatis bersenjata) yakni aksi penyekapan dan pemerkosaan terhadap guru dan tenaga medis di Mapenduma.

    “Sesuai dengan laporan yang kami terima dari jajaran aparat keamanan, bahwa betul telah terjadi penyekapan terhadap para guru dan tenaga medis yang bertugas di Mapenduma oleh KKSB pimpinan Egianus Kogeya sejak tanggal 3 Oktober hingga 17 Oktober 2018,” kata Kapendam XVII/Cenderawadih Kolonel Inf Muhammad Aidi saat dikonfirmasi oleh Penanegeri.com, Minggu (21/10).


    Aidi menjelaskan, bahwa salah seorang korban berinisial MT memberikan keterangan kepada aparat keamanan terkait kejadian penyekapan dan pemerkosaan terhadap Tenaga Guru dan Tenaga Kesehatan di distrik Mapenduma Kabupaten Nduga, Papua.


    “Saudari MT menjelaskan bahwa mereka (para guru) adalah rombongan pertama yang masuk ke Distrik Mapenduma pada hari Rabu tanggal 3 Oktober 2018 bersama-sama dengan 3 rekan lainya yakni, EL (guru SD) suku Flores, LY (guru SMP) suku Toraja dan FN (guru SMP) suku Paniai. Mereka ditugaskan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Nduga untuk memberikan pelayanan pendidikan di Distrik Mapenduma,” terang Aidi.


    Pada saat mereka tiba di Bandara Mapenduma, MT bersama 3 rekannya langsung dicegat dan dikepung oleh gerombolan KKSB lengkap dengan senjata api berbagai jenis.


    Setelah pesawat jenis Caravan yang di tumpangi MT dan rekan-rekanya meninggalkan Bandara Mapenduma, pimpinan dari gerombolan KKSB kemudian menyuruh anggota KKSB untuk mengumpulkan dan melakukan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap ibu guru MT dan para guru lainnya.

    MT sebagai korban menuturkan bahwa KKSB menyita HP dan KTP milik para guru.


    “Kami tidak tahu persis berapa jumlah mereka tapi kami perkirakan diatas 20 orang,” ujar MT menuturkan kepada aparat keamanan.

    Setelah dikumpulkan dan dilakukan pemeriksaan, MT bersama rekannya diarahkan oleh Kepala Sekolah untuk tinggal di perumahan guru.

    Kemudian MT menempati sebuah rumah bersama 2 orang rekannya.


    Pimpinan gerombolan KKSB lalu menyampaikan bahwa tenaga guru dan tenaga kesehatan tidak boleh keluar rumah sebelum acara KKSB di distrik Mapenduma selesai. Tidak diketahui acara apa yang dimaksud.


    Guru wanita MT itu menyampaikan kepada aparat bahwa sekitar 1 minggu lalu sejak mereka disekap. Suatu malam sekitar pukul 00.30 WIT, telah datang 7 orang anggota KKSB ke tempat tinggal bu guru MT dengan cara mencongkel jendela belakang rumah dan masuk ke dalam rumah yang ditempati MT dan 2 orang temannya.


    Kepada aparat keamanan MT mengatakan, bahwa anggota KKSB berjumlah 7 orang lalu masuk ke dalam rumah, mereka langsung memadamkan listrik rumah dan pada saat itu dalam kondisi hujan deras, ibu guru MT dan teman-temannya sudah berupaya berteriak dan meminta pertolongan karena merasa takut, namun tidak ada yang mendengar.


    “Kami diancam dengan todongan senjata dan diperkosa secara bergilir oleh 5 orang dari 7 anggota KKSB tersebut,” ujar MT mengisahkan kisah pilunya kepada aparat keamanan.


    Menurut MT, sekitar pukul 03.30 WIT, para anggota gerombolan KKSB baru meninggalkan rumah.


    Pada pagi harinya MT melaporkan kepada kepala sekolah apa yang telah dialami semalam bersama tekannya di rumah guru tempat mereka disekap.


    Setelah kejadian tersebut para guru dan tenaga kesehatan dikumpulkan dan diungsikan ke perumahan puskesmas distrik Mapenduma. Di tempat tersebut sudah ada korban yang lain dengan yakni 6 orang guru SMP, 3 orang guru SD dan 4 orang tenaga jesehatan perempuan.


    “Sedangkan saya bertiga dengan teman. Jadi jumlah seluruhnya 16 orang,” lanjut MT kepada aparat keamanan.


    Setelah berselang 1 minggu, tepatnya pada hari Kamis tanggal 18 Oktober 2018, para tenaga guru dan tenaga kesehatan dipulangkan menuju Wamena dengan dikawal oleh gerombolan KKSB lengkap dengan senjatanya sampai ke Bandara Mapenduma.


    Para korban menuturkan bahwa sebelum mereka naik pesawat pimpinan KKSB mengancam akan membunuh semua tenaga guru dan tenaga kesehatan apabila ada yang melapor ke pihak aparat keamanan.


    Selanjutnya, MT dan rekannya sesama guru wanita yang menjadi korban penyekapan dan perkosaan oleh gerombolan KKSB melaporkan kepada aparat keamanan.

    “Sesuai dengan data yang kami himpun, pelaku penyekapan adalah KKSB Pimpinan Egianus Kogeya, yang bersangkutan masih hubungan keluarga dengan almahrum Kelly Kwalik pelaku penyanderaan terhadap tim Lorentz tahun 1995/1996 di Mapenduma,” terang Kapendam XVII/Cenderawasih.


    Gerombolan kelompok Egianus Kageya diduga kuat sebagai pelaku penembakan pesawat dan pembantaian terhadap masyarakat sipil termasuk anak kecil di Nduga beberapa waktu yang lalu.


    Ditanya tentang langkah-langkah dilakukan aparat keamanan menyikapi kasus ini, Aidi menjelaskan, bahwa aparat keamanan pasti akan melakukan tindakan, namun mekanismenya tidak perlu disampaikan ke publik.


    Apalagi Pangdam dan Kapolda sudah membentuk Satgas Penegakkan Hukum (Satgas Gakkum).


    “Hal ini demi menjamin kepastian dan kewibawaan hukum di wilayah kedaulatan NKRI,” beber Aidi.


    “Ini adalah tindakan keji dan biadab yang tidak berprikemanusiaan. Mereka (korban_red) adalah pekerja sosial, mereka rela meninggalkan kampung halaman dan keluarga demi untuk mensejahterahkan dan memajukan masyarakat pedalaman Papua. Tapi mereka justru mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi,” tandas Aidi prihatin dengan adanya kejadian tersebut. (wawan)


    Otentikasi: Kapendam XVII/Cend

    Kolonel Inf Muhammad Aid


    Artikel Lainnya:

     

    Heboh Tentang Cucu Jokowi
    Rabu, 30 Januari 2019

    KOPI, Jakarta – Cuitan Hidayat Nur Wahid dalam postingan @kun Twitter miliknya, ia menuding cucu Joko Widodo Jan Ethes menjadi alat kampanye. Dalam cuitannya tersebut, ia menuliskan bahwa Jokowi sengaja menjadikan Ethes sebagai alat kampanye. "Ini Jan Ethes yg pernah sebut @jokowi, kakeknya, sbg “Artis” ya? Tapi bgmn kalau ini jadi legitimasi pelibatan anak2 dlm kampanye? Bgmn @bawaslu_RI masih bisa berlaku adil kah?" tulisnya. Ditempat... Baca selengkapnya...

    PK Diajukan Tiga Kali Di Kasus Yang Sama, MA Tabrak Aturan?
    Rabu, 23 Januari 2019

      Foto: (ki-ka) Danny Siagian, Manahan Sihombing, Mangalaban Silaban, Sugiono KOPI, JAKARTA - Menurut pasal 66 ayat 1 UU No. 14 Tahun 1985 menyebutkan, permohonan Peninjauan Kembali (PK), diajukan hanya satu kali. Namun kenapa dalam kasus tanah Grant Sultan Deli, Medan milik ahli waris Datuk Muhamad Cheer (Dt. M. Cheer) di Mahkamah Agung (MA) bisa hingga 3 (tiga) kali? “Kenapa PK bisa sampai 3 (tiga) kali untuk kasus yang sama di... Baca selengkapnya...

    Luhut ke Riau : Kesibukan Presiden Jokowi, Saya Mewakili Membagikan Sertifikat Prona ke Masyarakat
    Kamis, 17 Januari 2019

    KOPI, Jakarta- Kunjungan kerja (Kunker) Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Republik Indonesia Luhut Binsar Panjaitan ke Propinsi Riau, (Rabu 16 Januari 2019) dalam rangka tugas negara. Agendanya yaitu Kunjunga kerja ke Kawasan Industri Tenayan (KIT) kota Pekanbaru serta mewakili Presiden Joko Widodo membagikan 1500 sertifikat tanah Prona Gratis kepada masyarakat . Ribuan orang masyarakat Riau memadati Gelanggang Olahraga Remaja... Baca selengkapnya...

    Menjelang Peringatan 23 Tahun Tenggelamnya Kapal Fery KMP Gurita
    Rabu, 16 Januari 2019

    KOPI-Jakarta, Kapal fery KMP Gurita tenggelam pada tanggal 19 Januari 1996 di teluk Balohan Sabang. Tidak terasa sudah 23 tahun kapal fery KMP Gurita yang naas itu tenggelam di dasar laut dan hilang untuk selama-lamanya, termasuk kedua orang tuaku. Kapal fery KMP Gurita yang kapasitasnya hanya untuk sekitar 210 orang, ternyata memuat 378 orang. Dari jumlah penumpang 378 orang, hasil riset dari Riset Independent dan PUSPIATUR (Pusat Sejarah... Baca selengkapnya...

    IKUTILAH..!! Kappija-21 Selenggarakan Essay Contess 2018-2019
    Kamis, 10 Januari 2019

    KOPI, Jakarta – Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia-Jepang Abad 21 (Kappija-21) sedang menyelenggarakan lomba menulis atau Essay Contess 2018-2019. Kegiatan ini ditaja dalam rangka memeriahkan 60 tahun Hubungan Diplomatik Indonesia dan Jepang tahun 2018 yang baru saja berlalu.   Tujuan utama lomba menulis terkait Indonesia dan Jepang tersebut adalah untuk menumbuhkan minat baca, minat mengetahui, dan minat menambah... Baca selengkapnya...

    LL Dikti Wilayah III Sebut PDPT Universitas Mpu Tantular Bagus di Acara Wisuda
    Senin, 31 Desember 2018

    Foto: Senat Universitas Mpu Tantular dalam acara pelantikan wisudawan-wisudawati KOPI, JAKARTA Di acara Wisuda Universitas Mpu Tantular (UMT) Tahun Akademik (TA) 2018/2019, yang dilangsungkan di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, pejabat Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah III (dulu Kopertis-red) sebut laporan Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) UMT, sudah beres dan bagus. “Yang kami ketahui, bahwa laporan PDPT... Baca selengkapnya...

    Adakah Kejahatan Hukum Ketua MA di Kasus Tanah Grant Sultan?
    Senin, 24 Desember 2018

    Foto: Saat persidangan pihak Ahli Waris menuntut PT Taman Malibu Indah di PN Medan KOPI,JAKARTA Mahkamah Agung Republik Indonesia adalah Pengadilan Negara Tertinggi dalam tingkat kasasi, dari seluruh putusan pengadilan sebelumnya, yang secara otomatis menjadi pamungkas dari segala putusan hukum di Negara ini. Sementara hukum yang katanya menjadi panglima untuk menyelesaikan permasalahan hukum, menjadi koridor yang digunakan untuk... Baca selengkapnya...

    INTERNASIONALTerkait Kasus Penculikan, Keluarga Menun.....
    30/01/2019 | Redaksi KOPI

    KOPI, Rabat - Situs media online www.futurosahara.net menerbitkan sebuah artikel tentang Ahmed Khalil, salah satu anggota utama kelompok separatis  [ ... ]



    NASIONALMantan Kapolri Jenderal (Purn) Polisi Aw.....
    01/02/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Khabar duka datang dari Mabes Polri. Salah seorang petinggi Polri yaitu Awaloedin Djamin telah wafad. Beliau adalah Mantan Kapolri d [ ... ]



    PENDIDIKANDua Siswa PPWI-Gambatte Septian serta .....
    27/01/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemenaker) bekerjasama dengan International Manpower Development of Japan (IM Japan) s [ ... ]



    EKONOMIRefleksi Awal tahun 2019 Bea Cukai Aceh.....
    16/01/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Memasuki awal tahun 2019 maka Bea Cukai Aceh memandang perlu memaparkan hal-hal yang terjadi belakangan ini. Dalam acara Bincang San [ ... ]



    HANKAMKapolri Jendral (Pol) Tito Karnavian, .....
    29/01/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta Dikomplek Mabes Polri, Aula Rupatama hari (Senen, 28 Januari 2019) prosesi kenaikan pangkat kepada dua belas Perwira Tinggi (P [ ... ]



    OLAHRAGAIPSI Banda Aceh Target 4 Mendali Emas.....
    09/11/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta,Banyak olahraga yang digemari oleh setiap orang. Salah satunya adalah cabang olahraga pencak silat. Wadah yang menaunggi pencak silat [ ... ]



    PARIWISATABerwisata ke Danau Toba Waka BIN menanam.....
    03/02/2019 | Feri Ndraha

    KOPI - Parapat, Untuk menjaga keasrian Danau Toba dan sambil menikmati indahnya Danau Toba, Letjen TNI Teddy Lhaksmana WK , Wakil Kepala Badan Intelig [ ... ]



    HUKUM & KRIMINALDPR Pertanyakan Terkait SP3 Kasus Bos Pe.....
    29/01/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta - Wakil Ketua Komisi III DPR Erma Suryani Ranik mempertanyakan keputusan Bareskrim Polri telah menerbitkan Surat Perintah Penghentian Pe [ ... ]



    POLITIKCapres Prabowo Sindir Menkeu Sri Mulyani.....
    30/01/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta - Calon Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali melontarkan komentar kontroversi, Ia mengatakan Menkeu Sri Mulyani sebagai  [ ... ]



    OPINIRamalan Satria Pinitil : Pilpres Indones.....
    08/01/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Jakarta – Pemilihan Presiden (Pilpres) Indonesia hampir sama/mirip dengan Pilpres negara Amerika Serikat. Orang menjawarakan mengembor-gembo [ ... ]



    PROFILKompol Arvin Haryadi Jabat Kapolsek Si.....
    25/10/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Siak Hulu - Pisah sambut Kapolsek Siak Hulu dari Kompol Dedi Suryadi kepada Kompol Arvin Haryadi, S.ik, SH bertempat di Mapolsek Siak Hulu, keca [ ... ]



    SOSIAL & BUDAYAPlt Bupati Kampar Catur Sugeng Hadiri Pe.....
    21/01/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Sei Kijang Tapung Hilir - Rasa senang dan bahagia berada di tengah orang tua kami, Ninik mamak dan para pemangku adat yang ada di Kenagarian Tap [ ... ]



    ROHANITerlantarkan Jemaah, Kemenag Cabut Izin.....
    05/01/2019 | Didi Rinaldo

    KOPI, Arabsaudi - Pemerintah melalui Kementerian Agama, langsung merespons cepat keluhan dua puluh lima orang jamaah umroh yang ditelantarkan Penyel [ ... ]



    RESENSIHeboh Buku Fire and Furry Ungkap “ D.....
    05/01/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI, Washington DC- Heboh buku Fire and Fury ungkap “Dapur Gedung Putih” Menjelang Pemilu Pilres Amerika Serikat . Dilansir dari The Guardian, R [ ... ]



    CERPEN & CERBUNGSuami Genjot Becak, Istri Malah Kena Gen.....
    08/10/2018 | Didi Rinaldo

    KOPI - Memang tak ada undang-undang yang melarang tukang becak beristri cantik, karena semua itu tergantung rejeki dan kelihaian lobi masing-masing. M [ ... ]



    PUISIMenatap Rasa.....
    07/06/2017 | Mas Ade

    Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



    CURAHAN HATIWaspada !.. Modus Penipuan Wajah Palsu, .....
    28/11/2018 | Didi Rinaldo

      KOPI, Pekanbaru - Beraneka macam modus penipuan muncul era digitalisasi ini. Sasaran utama adalah oknum orang yang  melek/tak bisa memakai inter [ ... ]



    SERBA-SERBIRenungan 14 Tahun Tsunami Aceh.....
    16/01/2019 | Rachmad Yuliadi Nasir

    KOPI-Jakarta, Tidak terasa sekarang telah memasuki waktu 14 tahun terjadinya gempa bumi dan tsunami Aceh. Peristiwa hebat itu terjadi pada 26 Desember [ ... ]



    Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.